Sudah di Kasur, tapi Badan Nggak Mau Tidur? Kenali Bedtime Procrastination

9 Desember 2025 17:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sudah di Kasur, tapi Badan Nggak Mau Tidur? Kenali Bedtime Procrastination
Ladies, pernahkah kamu menunda tidur, padahal kamu sudah berbaring di kasur dalam keadaan mengantuk? Fenomena ini dinamakan bedtime procrastination. Kok, bisa terjadi?
kumparanWOMAN
Ilustrasi perempuan begadang. Foto: K-Angle/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan begadang. Foto: K-Angle/Shutterstock
Ladies, pernahkah kamu merasa tubuh sangat lelah, mata mengantuk, tetapi otak menolak untuk tidur? Jika ya, kamu tidak sendiri. Tak sedikit orang yang memilih untuk tetap terjaga di malam hari sembari berbaring di tempat tidur. Fenomena ini dikenal sebagai bedtime procrastination.
Bedtime procrastination secara harfiah bermakna menunda-nunda jam tidur secara sengaja. Juga dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, kebiasaan sengaja begadang ini sering kali dianggap sebagai sebuah tindakan balas dendam terhadap kesibukan di siang hari.
Seseorang yang melakukan bedtime procrastination sering kali mengetahui efek buruk dari begadang, tetapi tidak memedulikannya. Pada akhirnya, dia akan menghabiskan waktu malam di kasur dengan melakukan kegiatan yang disukai, seperti menonton film atau serial, membaca buku, mendengarkan musik, atau berselancar di dunia maya.
Ilustrasi ibu susah tidur. Foto: amenic181/Shutterstock
Dikutip dari WebMD, bedtime procrastination dilakukan sebagai kompensasi dari kegiatan di siang hari yang sangat padat. Saking sibuknya, seseorang mungkin kekurangan waktu menikmati hiburan atau me-time.
Untuk memuaskan diri, dia memilih melakukan kegiatan me-time itu di malam hariβ€”waktu yang seharusnya menjadi jam tidur. Aktivitas hiburan ini sering kali tetap dilakukan meskipun tubuh sudah kelelahan akibat kesibukan di siang hari.

Dampak negatif menunda tidur

Bedtime procrastination tentunya memiliki efek buruk terhadap tubuh. Menurut Harvard Health Publishing, orang dewasa yang menunda waktu tidur cenderung lebih merasa kelelahan dan tidur lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidur tepat waktu.
Selain itu, ada sejumlah dampak negatif lainnya yang dialami tubuh saat terlalu sering menunda tidur. Apa saja?

1. Kekurangan tidur

Ilustrasi perempuan mengantuk. Foto: Chay_Tee/Shutterstock
Saat seseorang menunda tidur, biasanya dia juga akan kekurangan waktu tidur. Sebab, dia tetap harus bangun di pagi hari untuk beraktivitas. Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai efek buruk, mulai dari kecepatan berpikir yang menurun, kesulitan berkonsentrasi, kemampuan mengingat yang lebih lemah, memburuknya kemampuan pengambilan keputusan, mudah marah dan terganggu, sampai stres.

2. Gangguan kesehatan

Kekurangan tidur dalam waktu lama bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Bahkan, masalah kesehatan tersebut bisa berujung fatal. Dilansir Harvard Health Publishing, masalah jantung atau kardiovaskular sering kali diasosiasikan dengan kekurangan tidur, pun dengan masalah tekanan darah tinggi.
Selain itu, mengutip WebMD, kurang tidur juga bisa menurunkan imunitas, memperburuk masalah mental, sampai memicu masalah hormon.

Bagaimana cara mengatasi bedtime procrastination?

Jika bedtime procrastination terus dibiarkan, yang terganggu bukan hanya pola tidur, tetapi juga kesehatan fisik. Oleh sebab itu, kebiasaan menunda tidur harus segera diatasi. Begini caranya, Ladies.

1. Luangkan waktu untuk hiburan

Ilustrasi menonton film di rumah. Foto: Kemenparekraf
Agar kamu tidak menunda tidur di malam hari, luangkan waktu beberapa jam sebelum tidur untuk menikmati hiburan. Sesuaikan dengan jadwal harianmu dan pastikan waktu luang tersebut tidak mengganggu produktivitas di siang hari.

2. Konsisten dengan jam tidur

Tetapkan jam tidur yang realistis setiap malam. Usahakan untuk tidak tidur di atas pukul 12. Kemudian, kamu harus konsisten mengikuti jadwal yang telah kamu tetapkan untuk diri sendiri, termasuk waktu bangun di pagi hari.

3. Batasi screen time

Menurut Harvard Health Publishing, salah satu faktor terbesar penyebab bedtime procrastination adalah penggunaan smartphone sebelum tidur. Oleh sebab itu, berhenti menggunakan ponsel pintar setidaknya setengah jam sebelum tidur.

4. Ciptakan suasana tenang di kamar tidur

Untuk menunjang tidur yang berkualitas, ciptakan suasana yang tenang di kamar tidurmu. Kamu bisa meredupkan lampu tidur, menyesuaikan suhu kamar sesuai kenyamanan, sampai menyemprotkan aroma yang menenangkan. Kamu juga bisa melakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, skin care, atau membaca buku.
Trending Now