Kumparan Logo

Tren Tas Branded 2026, dari Model Serut sampai Adu Tekstur

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tas dengan tiga material lansiran Simone Rocha. Foto: Simone Rocha
zoom-in-whitePerbesar
Tas dengan tiga material lansiran Simone Rocha. Foto: Simone Rocha

Rumah-rumah mode terus berlomba menciptakan tas unggulan di setiap musim. Di antara beragam aksesori fashion, tas memang menjadi item paling strategis untuk mendongkrak status—baik bagi rumah mode maupun pemakainya. Idealnya, kepraktisan dan fungsionalitas menjadi pertimbangan utama dalam desain maupun pemilihan tas.

Namun pada kenyataannya, estetika kerap menjadi resep nomor satu dalam melahirkan tas-tas paling trendi. Lantas, model seperti apa yang diprediksi akan mendominasi linimasa media sosial para fashionista sepanjang tahun ini?

Simak tren tas branded 2026 berikut ini, Ladies.

Tas Belahan Terbuka

Tas model terbuka lansiran rumah mode Loewe. Foto: Loewe

Mode terkadang adalah bentuk pelarian dari dunia nyata. Jika di keseharian para komuter menutup rapat tasnya, menyimpan telepon genggam, dompet dan kunci dalam kompartemen yang rapat tersembunyi, panggung mode justru menawarkan ide tas yang tersingkap, mengundang mata untuk melongok ke dalam.

Tas model terbuka lansiran rumah mode Fendi. Foto: Fendi

Tas Peekaboo dari rumah mode Fendi asal Roma, Italia, menjadi ikon sejak 2009 berkat bentuknya yang mengintip terbuka. Musim ini Peekaboo hadir dalam berbagai aneka warna dan material yang tak terpikirkan.

Payet-payet warna permen, bulu-bulu pink, serta manik dan tembus pandang. Panggung Fendi juga memperkenalkan tas-tas berstruktur terbuka yang menyerupai Peekaboo dengan blok dan padanan warna tak biasa yang serasi seperti coklat dan ungu muda.

Tas model terbuka lansiran rumah mode Chanel. Foto: Chanel

Selain Fendi, keterbukaan ini juga menginsipirasi rumah-rumah mode lain. Loewe, rumah mode asal Spanyol, menghadirkan Amazona 180, tas berpegangan tangan tunggal yang slouchy dengan branding double L yang baru.

Sementara Chanel merayakan keterbukaan ini dengan ilusi tas yang tampak remuk dan koyak. Semuanya terlihat indah di mata, hanya perlu muslihat agar tak mengundang pencopet.

Tas Kantung Serut

Tas serut dari rumah mode Loewe. Foto: Loewe

Ide desainnya sederhana: kantung tali serut yang serbaguna, mulai dari kantung koin hingga kantong sepatu. Di atas panggung peragaan, tas kantung serut mengalami kebangkitan dengan kreasi cerdas para desainer.

Tas serut lansiran rumah mode Hermes. Foto: Hermes

Pertama, pemilihan material yang mewah seperti satin sutra oleh Prada, kulit lembu yang lembut oleh Loewe, patchwork kulit warna pastel dari Zimmermann atau perpaduan kulit kanvas dari Hermès dengan ukuran yang mengingatkan kita pada kantung cucian baju.

Tas serut lansiran rumah mode Prada. Foto: Prada

Kedua, cara membawa tas kantung serut tidak diselempangkan atau ditenteng, melainkan digenggam di bagian atas tas. Jika ingin mengadopsi tren ini, label lokal Purotti memiliki bucket bag Padme dengan tali tas yang bisa dilepas. Mode tidak melulu soal kebaruan desain, tapi juga sikap pemakaian.

Tas Tali Rantai

Tas tali rantai Chloe. Foto: Chloe

Tidak pernah benar-benar menghilang dari peredaran, tas dengan tali rantai kali ini terlihat lebih banyak dari biasanya. Sejumlah label menawarkan tas untuk siang dan malam hari seperti Dior dengan clutch keemasan dan tas sedang dari motif kulit tindasnya yang ikonik.

Tas tali rantai dari rumah mode Dior. Foto: Dior
Tas tali rantai lansiran Stella McCartney. Foto: Stella McCartney

Jika Stella McCartney memilih rantai warna redup, Chloé membawa semangat bohemian glamornya dengan tas-tas rantai emas yang disampirkan dari belakang bahu. Sementara label lokal Peau dengan seri tasnya Agatha memilih jalur rock yang dinamis.

Tas Adu Tekstur

Tas anyaman kulit lansiran Bottega Veneta. Foto: Bottega Veneta

Tak hanya bentuk yang menentukan estetika. Tekstur permukaan tas juga berperan penting.

Label lokal VoneWorld mengeluarkan tas Davi Mini Teddy memakai materi shearling—bahan mewah terbuat dari kulit domba yang disamak dengan bulu yang masih menempel, sehingga menghasilkan kain dua sisi dengan bagian luar suede yang halus dan bagian dalam wol yang lembut.

Tas dengan tiga material lansiran Simone Rocha. Foto: Simone Rocha

Bottega Veneta memadukan anyaman kulit dan cabikan yang seru. Tas girly Simone Rocha, memadu tiga materi sekaligus: kulit untuk pegangan, PVC lentur pada tubuh tas dan pita dari suede.

Penulis: Rifina Marie

Trending Now