Konten dari Pengguna

Konservasi Penyu: Pelepasan Tukik Hijau di Pantai Legokjawa Pangandaran

LADY AYU SRI WIJAYANTI
Lady Ayu Sri Wijayanti, S.Pi., M.Sc. adalah dosen FPIK Unpad di bidang ekologi perairan dan konservasi laut. Ia aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan ekowisata berbasis konservasi demi keberlanjutan ekosistem.
20 Oktober 2025 14:59 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Konservasi Penyu: Pelepasan Tukik Hijau di Pantai Legokjawa Pangandaran
Pelepasan tukik hijau di Pantai Legokjawa, Pangandaran, menjadi simbol sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi dalam pelestarian penyu dan ekosistem laut. Aksi nyata untuk kelestarian ala
LADY AYU SRI WIJAYANTI
Tulisan dari LADY AYU SRI WIJAYANTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelestarian dan Konservasi Penyu di Perairan Pangandaran: Wujud Sinergi antara Masyarakat, Pemerintah, dan Akademisi.

Kolaborasi Konservasi: Pelepasan Tukik Hijau di Pangandaran. Stakeholder Kontributor: Pemerintah daerah, akademisi, komunitas nelayan, Pokmaswas, serta masyarakat peduli lingkungan (Dokumentasi pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Kolaborasi Konservasi: Pelepasan Tukik Hijau di Pangandaran. Stakeholder Kontributor: Pemerintah daerah, akademisi, komunitas nelayan, Pokmaswas, serta masyarakat peduli lingkungan (Dokumentasi pribadi).
Pangandaran, 20 Februari 2025 โ€“ Dalam rangka pelestarian serta konservasi satwa laut, khususnya penyu di Perairan Kabupaten Pangandaran, telah dilaksanakan kegiatan Pelepasliaran Tukik di Legokjawa. Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap penyu yang semakin terancam punah.
Kegiatan ini berlangsung pada Hari Kamis, 20 Februari 2025, pukul 15.30 WIB โ€“ selesai di Gedung Konservasi Legokjawa, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Pangandaran. Acara pelepasan tukik hijau (Chelonia mydas) ini melibatkan sebanyak 45 ekor tukik yang dilepasliarkan ke laut sebagai langkah awal untuk mendukung kelangsungan hidup spesies ini di habitat alaminya.
Tukik yang Dilepasliarkan Berjalan Menuju Laut: Langkah Awal Menuju Kehidupan Bebas di Alam (Dokumentasi pribadi).
Acara diawali dengan sambutan dari Kabid Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan, serta perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Pangandaran, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Camat Cimerak, Kepala Desa Legokjawa, serta para perwakilan dari Pokmaswas dan Rukun Nelayan. Sambutan tersebut menyoroti pentingnya upaya konservasi yang berkelanjutan serta perlunya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran,Kelompok Masyarakat Konservasi Cinta Bahari (KMCB), serta perwakilan dari Program Studi Perikanan Laut Tropis PSDKU Unpad Pangandaran. Selain itu, beberapa tamu undangan dari instansi pemerintah, akademisi, serta komunitas masyarakat turut hadir dalam kegiatan ini untuk mendukung upaya konservasi penyu.
Peran Kelompok Masyarakat Konservasi Cinta Bahari
Kelompok Masyarakat Konservasi Cinta Bahari (KMCB) yang berada di Desa Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh nyata upaya masyarakat lokal dalam melestarikan alam dan menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pesisir. Kelompok ini didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi laut dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang kini semakin terancam.
Kelompok Masyarakat Konservasi Cinta Bahari, di Legokjawa, Pangandaran. (Dokumentasi Pribadi)
Pelaksanaan pelepasliaran tukik di Legokjawa ini bertujuan untuk mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam upaya pelestarian lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelepasan tukik ini juga menunjukkan komitmen dalam menjaga populasi penyu yang semakin terancam akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.
Menurut perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata dalam menjaga kelestarian spesies penyu di wilayah pesisir Pangandaran. "Kami berharap acara seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari program konservasi yang lebih luas," ujarnya. Kegiatan pelepasliaran tukik ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kelestarian penyu dan memahami peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem laut.
Sebagai bentuk keterlibatan aktif, masyarakat, akademisi, dan pemerintah diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung program konservasi, baik melalui penelitian, edukasi, maupun aksi nyata seperti kegiatan pelepasliaran tukik ini. Langkah kecil seperti ini akan memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup penyu dan keberlanjutan ekosistem laut di masa depan.
Trending Now