Konten Media Partner
Lampung Utara Jadi Pilot Project Kedelai Nasional, Pemprov–TNI AL Panen 1,2 Ton
29 Oktober 2025 18:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Lampung Utara Jadi Pilot Project Kedelai Nasional, Pemprov–TNI AL Panen 1,2 Ton
Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI Angkatan Laut memanen kedelai unggul di lahan 30 hektare di Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (29/10).Lampung Geh

Lampung Geh, Lampung Utara – Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI Angkatan Laut memanen kedelai unggul di lahan 30 hektare di Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (29/10).
Panen ini menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan TNI AL yang berhasil menghasilkan produktivitas kedelai di atas rata-rata nasional, yakni 1,2 ton per hektare, dan menjadi pilot project pengembangan kedelai nasional.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, keberhasilan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan impor kedelai.
“Kedelai sangat cocok dikembangkan di Lampung. Jika dipadukan dengan produksi jagung yang besar, kita dapat menghasilkan pakan ternak murah dan memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menyebut, Lampung memiliki potensi besar menjadi daerah mandiri dan berdaulat pangan. Tahun 2025, produksi padi di Lampung diproyeksikan mencapai 3,5 juta ton dengan surplus beras hampir 800 ribu ton, menempatkan Lampung di peringkat lima nasional.
Selain itu, produksi jagung Lampung mencapai hampir 3 juta ton per tahun, berada di peringkat tiga nasional. Kelebihan produksi tersebut turut menopang industri pakan ternak, yang berimbas pada peningkatan populasi ayam dan kambing di daerah ini.
“Setiap bulan Lampung mampu memproduksi sekitar 3 juta ekor ayam, sementara populasi kambing kami merupakan yang terbanyak kedua di Indonesia,” lanjut Gubernur.
Mirza juga menyampaikan, apresiasi kepada TNI AL yang telah mengembangkan proyek percontohan kedelai unggul di Lampung Utara.
Ia berharap, hasil positif ini dapat menjadi dasar penetapan Lampung sebagai sentra pengembangan kedelai nasional oleh Kementerian Pertanian.
“Kami yakin, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Lampung akan menjadi daerah yang maju, mandiri, dan mampu memberi makan wilayah lain di Indonesia,” katanya.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan, keterlibatan TNI AL dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Panen kedelai ini membuktikan kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Kasal.
Selain panen raya, TNI AL juga melaksanakan bakti sosial bagi masyarakat sekitar, di antaranya pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pemberian makanan bergizi untuk 500 siswa, dan pembagian 500 paket sembako.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi, sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah pusat. Menurutnya, Lampung telah menunjukkan peran strategis dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
“Awalnya target swasembada empat tahun, lalu menjadi tiga tahun, dan akhirnya bisa tercapai hanya dalam satu tahun. Ini prestasi besar bangsa Indonesia,” ujar Andi Amran.
Ia menyampaikan, pemerintah pusat berkomitmen membeli seluruh hasil panen kedelai dari lahan TNI AL di Lampung Utara.
Tahun depan, Kementerian Pertanian akan menyiapkan benih unggul, alat mesin pertanian, serta sarana produksi untuk memperluas pengembangan kedelai hingga 10.000 hektare.
“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan pendapatan petani dan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Ini pertama kalinya dalam sejarah Indonesia harga pupuk justru turun, bukan naik,” jelas Amran.
Diketahui sebelumnya, kegiatan panen kedelai unggul di Lampung Utara semula dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Namun, rencana kehadiran Presiden ke Lampung batal, dan kegiatan tersebut akhirnya dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mewakili pemerintah pusat. (Cha/Lua)
