Konten Media Partner

Lukisan Terbelenggu Karya Dinda Mulya Syifa Curi Perhatian di Commvaganza 9.0

6 November 2025 17:45 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Lukisan Terbelenggu Karya Dinda Mulya Syifa Curi Perhatian di Commvaganza 9.0
Lukisan berjudul Terbelenggu karya Dinda Mulya Syifa menjadi salah satu karya yang menarik perhatian dalam Art Exhibition Commvaganza 9.0, Kamis (6/11).
Lampung Geh
Lukisan Karya Dinda Syifa Mulya berjudul Terbelenggu, makna kebebasan dan refleksi personal | Foto : Taufik Hidayah/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Lukisan Karya Dinda Syifa Mulya berjudul Terbelenggu, makna kebebasan dan refleksi personal | Foto : Taufik Hidayah/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Lukisan berjudul Terbelenggu karya Dinda Mulya Syifa menjadi salah satu karya yang menarik perhatian dalam Art Exhibition Commvaganza 9.0, Kamis (6/11).
Dinda mengatakan, karya tersebut lahir dari refleksi personal tentang pikiran yang menahan diri untuk bebas.
β€œDi sini diri aku terbelenggu dengan pikiranku sendiri, dengan pikiran yang sebenarnya itu tidak benar,” ujarnya.
Ia menggambarkan rumah bukan sekadar tempat bernaung, tetapi ruang di mana seseorang bisa bebas oleh pikirannya sendiri.
Dalam lukisan terbelenggu ini, sosok perempuan yang termenung di tengah ruangan menjadi simbol jiwa yang dikepung rasa takut dan penilaian orang lain.
Dinding-dinding digambarkan seolah memiliki mata yang menghakimi, namun di sisi lain terdapat jendela terbuka dan tangan yang terulur dari luar, melambangkan harapan dan peluang untuk bebas.
β€œRumah menurut aku bukan hanya tempat menjadi diri sendiri apa adanya, tapi juga tempat untuk berbagi dengan orang lain, dan berbagi dengan diri kita sendiri,” jelas Dinda.
Dinda menuturkan, Commvaganza tahun ini terasa lebih dekat karena tema besar yang diangkat, yakni Ternyata Rumah, menyentuh sisi emosional pengunjung.
Dinda mengatakan sudah beberapa kali berpartisipasi dalam Commvaganza namun pameran kali ini terasa lebih dekat dengan dirinya.
β€œSetiap karya punya makna sendiri, tapi di Terbelenggu ini aku kayak nemu ruang refleksi yang lebih dalam,” katanya.
Ketua Pelaksana, Agies Putra Mahendra, mengatakan bahwa Commvaganza kali ini memang mengajak pengunjung untuk memahami makna rumah dari sudut pandang yang lebih luas.
β€œKita ingin menyampaikan bahwa rumah itu bukan sekadar bangunan. Rumah bisa berarti teman, keluarga, atau pasangan tempat di mana kita merasa diterima,” jelasnya.
Agies menyebut Commvaganza 9.0 tetap memiliki benang merah dengan tahun sebelumnya, namun kali ini lebih menekankan sisi emosional.
β€œMaknanya lebih dalam karena kita ingin mengajak orang berpikir tentang arti pulang bagi diri mereka,” jelasnya. (Taufik/Lua)
Trending Now