Konten dari Pengguna

Kreasi Seni dari Kacang-Kacangan, Cara Seru Anak Wiyurejo Belajar dan Berkarya

Lasya Shezaura Ramadhani
Mahasiswi aktif Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya angkatan 2023.
24 Juli 2025 14:50 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kreasi Seni dari Kacang-Kacangan, Cara Seru Anak Wiyurejo Belajar dan Berkarya
Kegiatan yang digelar oleh Kelompok 6 FBD FISIP Universitas Brawijaya di MI Miftahul Uquliyah, Desa Wiyurejo, menjadi media belajar yang unik dan menyenangkan bagi siswa kelas. #userstory
Lasya Shezaura Ramadhani
Tulisan dari Lasya Shezaura Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar 1 dokumentasi bersama siswa dan siswi kelas 2B MI Miftahul Uquliyah
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1 dokumentasi bersama siswa dan siswi kelas 2B MI Miftahul Uquliyah
Siapa bilang belajar hanya bisa dilakukan di dalam kelas dengan buku dan sebuah pensil? Kelompok 6 FBD FISIP Universitas Brawijaya membuktikan bahwa pembelajaran bisa hadir dalam bentuk yang menyenangkan dan penuh warna. Bertempat di MI Miftahul Uquliyah Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mereka mengadakan kegiatan seni kreatif bertajuk “Kreasi Kacang-Kacangan” yang mengajak siswa untuk menciptakan karya seni dari bahan alami seperti kacang hijau, kedelai, dan kacang merah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa FISIP Bakti Desa (FBD) yang mengusung pendekatan edukatif, kreatif, dan ramah lingkungan yang dilakukan oleh FISIP Universitas Brawijaya. Menggunakan media sederhana berupa kertas kolase bergambar, lem, dan aneka kacang-kacangan, para siswa kelas 2B diajak untuk mengenal jenis-jenis kacang, mengamati bentuk dan teksturnya, lalu menempelkannya di atas pola gambar seperti bunga dan mobil.
Serunya Belajar Lewat Sentuhan dan Imajinasi
Kegiatan dimulai dengan pengenalan bahan secara interaktif. Para siswa menyentuh, mencium, dan mengamati langsung beragam jenis kacang yang disediakan. Ini bukan sekadar mengenal makanan pokok, tapi juga melatih kepekaan sensorik serta membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap bahan-bahan alami di sekitar mereka.
Dengan arahan ringan dari mahasiswa KKN, anak-anak kemudian mulai menempelkan kacang satu per satu mengikuti pola gambar yang telah disiapkan. Tak ada alat tajam, tak ada batasan imajinasi. Hasilnya, setiap karya memiliki ciri khas tersendiri, dengan perpaduan warna, bentuk, dan kreativitas unik dari setiap anak.
“Kami sengaja memilih bahan-bahan alami seperti kacang karena aman, mudah ditemukan, dan bisa dimanfaatkan sebagai media seni yang edukatif,” ujar Lasya Shezaura, penanggung jawab program kerja membuat kreasi dari kacang-kacangan.
“Lewat kegiatan ini, anak-anak bisa belajar banyak hal, mulai dari mengenal bahan alam, meningkatkan konsentrasi, hingga membangun rasa percaya diri terhadap karya mereka sendiri.”
Dampak Besar dari Aktivitas Sederhana
Meski tampak sederhana, kegiatan ini ternyata memberikan banyak manfaat dalam tumbuh kembang anak. Dari segi motorik halus, proses menempel kacang satu per satu melatih koordinasi mata dan tangan secara langsung. Ini penting dalam tahap awal pembelajaran menulis dan menggambar.
Selain itu, anak-anak juga dilatih berpikir kritis dan kreatif. Mereka harus memilih jenis kacang yang cocok untuk bagian tertentu dari gambar, menyesuaikan warna dan komposisi, serta menyelesaikan tugas dengan sabar. Karakter seperti ketekunan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab pun tumbuh secara alami selama proses berkarya.
Gambar 2 dokumentasi para siswa siswi kelas 2B sedang membuat kreasi seni dari kacang-kacangan
Interaksi yang Hangat, Suasana yang Menyenangkan
Para mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tapi juga sebagai teman belajar dan bermain. Mereka mendampingi setiap anak dengan sabar, mengajak berdialog, dan menciptakan suasana kelas yang hangat. Pendekatan ini membuat anak-anak merasa dihargai, didengar, dan berani mengekspresikan dirinya.
“Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, tidak kaku, tapi tetap bermakna,” “Kreativitas itu bisa lahir dari hal-hal sederhana dengan adanya ruang, waktu, dan semangat untuk mencoba.” ujar Lasya
Inspirasi untuk Pendidikan yang Lebih Kreatif
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, kegiatan "Kreasi Kacang-Kacangan" ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pendekatan pembelajaran kreatif lainnya, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
Lebih dari sekadar seni tempel-menempel, kegiatan ini membuka mata bahwa pendidikan yang bermakna bisa dimulai dari bahan-bahan murah, aktivitas yang sederhana, dan interaksi yang tulus.
“Harapan saya. kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pendekatan belajar lainnya,” “Anak-anak di Desa Wiyurejo memiliki semangat dan potensi besar. Kita hanya perlu menyediakan ruang untuk mereka tumbuh dan bersinar,” ujar Lasya.
Gambar 3 dokumentasi bersama para guru MI dan kelompok FBD 6
Kegiatan seni ini menjadi pengingat bahwa kreativitas bukanlah sesuatu yang mewah atau sulit dijangkau. Ia tumbuh dari ketulusan, imajinasi, dan keberanian untuk bermain dan belajar bersama.
Trending Now