Konten dari Pengguna

Penguatan Daya Saing UMKM melalui Implementasi Alat Inovasi

M ALI MPSDM
Anggota Peneliti Surabaya Academia Forum (SAF) Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Surabaya
11 September 2025 16:48 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Penguatan Daya Saing UMKM melalui Implementasi Alat Inovasi
dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan pendampingan kepada PKK Desa Bettet, Kabupaten Pamekasan, untuk mengembangkan produk UMKM lokal
M ALI MPSDM
Tulisan dari M ALI MPSDM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Implementasi alat sealer untuk mitra dokumentasi kegiatan oleh Tim PKM
zoom-in-whitePerbesar
Implementasi alat sealer untuk mitra dokumentasi kegiatan oleh Tim PKM
PAMEKASAN – Upaya penguatan ekonomi desa kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Selama kurang lebih tiga bulan, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan pendampingan kepada PKK Desa Bettet, Kabupaten Pamekasan, untuk mengembangkan produk UMKM lokal.
Program ini terlaksana berkat dukungan Hibah Bima Kemendiktisaintek melalui HIBAH DPPM 2025. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam mengelola usaha, mulai dari digitalisasi produk, desain dan packaging, hingga implementasi alat inovasi untuk mempercepat proses produksi.
Dalam kegiatan ini, para anggota PKK dilatih untuk memahami pentingnya digitalisasi produk. Mereka diajak mendokumentasikan produk secara menarik, memanfaatkan media sosial untuk promosi, serta mengemas produk dengan desain yang lebih profesional. Kemasan produk yang rapi dan estetik diyakini dapat meningkatkan daya tarik konsumen sekaligus memberi nilai tambah.
Tidak hanya materi, kegiatan ini juga menghadirkan praktik penggunaan peralatan inovatif, di antaranya mesin FISHER BONCALANG, mesin sealer, dan timbangan digital. Ketiga alat ini menjadi solusi nyata dalam mendukung kelancaran produksi.
Praktek penggunaan Mesin FISHER BONCALANG Dok. by TIM PKM
Mesin FISHER BONCALANG adalah mesin suwir ikan cakalang yang dirancang khusus untuk memudahkan proses produksi abon cakalang. Dengan mesin ini, proses penyuwiran yang biasanya dilakukan secara manual memakan waktu lama dan tenaga bisa dikerjakan lebih cepat, efisien, dan menghasilkan serat ikan yang lebih halus serta seragam.
Mesin FISHER BONCALANG membantu proses pengolahan bahan, mesin sealer menjaga kemasan lebih higienis, sedangkan timbangan digital memastikan konsistensi takaran produk. Dengan peralatan ini, produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih berkualitas.
Selain memberikan pemahaman penggunaan, dosen pendamping juga menekankan pentingnya perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Dengan begitu, keberadaan alat benar-benar bermanfaat untuk mendukung usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dosen pendamping, Dina Novita, menyebutkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui program ini, kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis serta fasilitas yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha. Harapannya, UMKM Desa Bettet bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dina juga menegaskan bahwa kegiatan ini memberi manfaat bagi berbagai pihak. Bagi dosen, kegiatan ini merupakan implementasi nyata tridharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat. Bagi mahasiswa, keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena dapat belajar langsung di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami kebutuhan riil pelaku UMKM.
Sementara itu, bagi mitra PKK Desa Bettet, manfaat yang paling terasa adalah adanya peningkatan keterampilan, dukungan peralatan produksi, serta semangat baru untuk terus mengembangkan usaha.
Program pendampingan ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa dapat menciptakan perubahan nyata. PKK yang awalnya bergerak secara sederhana kini memiliki bekal untuk mengembangkan UMKM dengan pendekatan digital dan teknologi tepat guna.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. PKK Desa Bettet kini berpeluang menjadi contoh pemberdayaan perempuan desa dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui inovasi produk dan UMKM.
Trending Now