Konten dari Pengguna

Generasi Z: Penjaga Demokrasi Pancasila di Era Digital

Lutri Bunga Lestari
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal
3 November 2025 18:06 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Generasi Z: Penjaga Demokrasi Pancasila di Era Digital
Generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai demokrasi Pancasila di era digital.Tapi mereka tetap bisa menjadi agen perubahan positif jika didukung oleh pendidi
Lutri Bunga Lestari
Tulisan dari Lutri Bunga Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai demokrasi Pancasila menghadapi tantangan besar. Demokrasi yang dahulu dijalankan dengan semangat musyawarah, gotong royong, dan persatuan kini sering terbawa oleh budaya digital yang serba cepat dan individualistis. Dalam situasi ini, Generasi Z generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 menjadi tumpuan harapan bangsa untuk menjaga dan menghidupkan kembali semangat demokrasi Pancasila di era modern.
Generasi Z tumbuh di tengah kemajuan teknologi informasi yang pesat. Mereka dikenal sebagai generasi yang kreatif, kritis, dan terbuka terhadap perbedaan. Namun, paparan budaya global dan derasnya informasi di media sosial juga dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan. Di sinilah peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila agar Generasi Z tidak kehilangan arah dan jati diri.
ilustrasi Generasi Z ikut partisipasi pencoblosan dalam suasana pemilihan umum. Sumber foto: Gemini
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Generasi Z ikut partisipasi pencoblosan dalam suasana pemilihan umum. Sumber foto: Gemini
Pembentukan budaya demokrasi Pancasila menjadi sangat penting bagi masa depan bangsa. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari agar demokrasi Indonesia tetap berkeadilan dan beradab. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang kontekstual, pemanfaatan media sosial yang positif, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda.
Selain itu, peningkatan literasi digital menjadi kunci agar Generasi Z mampu memilah informasi, berpikir kritis, dan berpartisipasi aktif dalam ruang publik tanpa mudah terpengaruh oleh hoaks dan ujaran kebencian. Dengan pemahaman yang baik terhadap demokrasi dan kemampuan mengelola teknologi secara bijak, Generasi Z dapat menjadi penggerak perubahan positif bagi bangsa.
Gambar ilustrasi bahwa Gen Z kritis tolak provokasi medsos, cegah jadi provokator pemilu. Sumber foto: Gemini
Membangun budaya demokrasi Pancasila pada Generasi Z bukan sekadar tanggung jawab pendidikan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kesadaran dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai Pancasila, Generasi Z akan tumbuh sebagai penerus bangsa yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga berjiwa demokratis dan berkarakter kebangsaan yang kokoh.
Trending Now