Konten dari Pengguna

Menyambut Awal Tahun Ajaran: Inspirasi dari The First Days of School

Mailizar
Mailizar adalah akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Ia dikenal sebagai dosen dan peneliti, khususnya di bidang pendidikan matematika. Mailizar aktif dalam berbagai penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan pendidikan
15 Juli 2025 6:56 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Menyambut Awal Tahun Ajaran: Inspirasi dari The First Days of School
Awal tahun ajaran adalah momen penting bagi guru membangun suasana kelas yang positif. Terinspirasi dari buku The First Days of School, artikel ini membahas strategi efektif menyambut tahun ajaran bar
Mailizar
Tulisan dari Mailizar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi first day of school. Sumber : iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi first day of school. Sumber : iStock
Setiap awal tahun ajaran, jutaan guru di seluruh Indonesia kembali ke ruang kelas dengan semangat baru, harapan, dan—tak jarang—kekhawatiran. Bagi banyak guru, terutama yang baru memulai karier, hari-hari pertama di sekolah bisa terasa menegangkan. Bagaimana membangun hubungan dengan siswa? Bagaimana menciptakan suasana kelas yang kondusif? Bagaimana mengelola waktu dan energi di tengah tumpukan administrasi dan tuntutan kurikulum? Pertanyaan-pertanyaan ini kerap menghantui, bahkan bagi guru berpengalaman.
Di tengah dinamika tersebut, buku The First Days of School: How to Be an Effective Teacher karya Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong menawarkan panduan yang relevan dan praktis. Buku ini memberikan strategi konkret untuk membangun fondasi kelas yang baik sejak hari pertama. Namun, bagaimana isi buku ini bisa diterapkan dalam konteks kesibukan guru di Indonesia, terutama saat menyambut tahun ajaran baru?
Pentingnya Hari-Hari Pertama
Wong dkk menekankan bahwa hari-hari pertama sekolah adalah momen krusial yang menentukan keberhasilan sepanjang tahun. Guru yang efektif adalah mereka yang mampu menetapkan ekspektasi, membangun rutinitas, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif sejak awal. Di Indonesia, di mana jumlah siswa per kelas sering kali besar dan sumber daya terbatas, membangun rutinitas dan prosedur yang jelas menjadi semakin penting.
Banyak guru di Indonesia harus menghadapi tantangan administratif yang berat, mulai dari pengisian RPP, pelaporan daring, hingga tugas-tugas tambahan di luar jam mengajar. Dalam situasi seperti ini, mudah sekali terjebak dalam rutinitas administratif dan melupakan esensi membangun hubungan dengan siswa. Padahal, seperti yang ditekankan dalam buku ini, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan penuh semangat belajar.
Membangun Aturan dan Ekspektasi
Salah satu pesan utama dari The First Days of School adalah pentingnya aturan yang jelas. Guru yang efektif tidak hanya mengandalkan karisma atau spontanitas, tetapi juga menyiapkan aturan main yang konsisten. Di Indonesia, di mana budaya kolektif dan gotong royong kuat, guru bisa memanfaatkan nilai-nilai lokal untuk membangun aturan kelas yang partisipatif. Misalnya, melibatkan siswa dalam merumuskan aturan kelas atau membentuk kelompok belajar yang saling mendukung.
Namun, membangun aturan bukan berarti menjadi otoriter. Wong dkk menekankan pentingnya komunikasi yang hangat dan terbuka. Guru perlu menjelaskan alasan di balik setiap aturan, sehingga siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk mematuhi. Di tengah kesibukan, komunikasi yang efektif sering kali terabaikan. Padahal, dengan komunikasi yang baik, guru bisa menghemat waktu dan energi dalam jangka panjang karena kelas menjadi lebih tertib dan harmonis.
Menyambut Tahun Ajaran dengan Refleksi
Awal tahun ajaran adalah waktu yang tepat bagi guru untuk melakukan refleksi. Apa yang sudah berjalan baik tahun lalu? Apa yang perlu diperbaiki? Buku The First Days of School mendorong guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Di Indonesia, di mana perubahan kurikulum dan kebijakan pendidikan sering terjadi, kemampuan beradaptasi menjadi kunci. Guru yang mau belajar dari pengalaman, baik dari buku maupun rekan sejawat, akan lebih siap menghadapi tantangan.
Selain itu, penting bagi guru untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Guru yang bahagia dan sehat akan lebih mampu menginspirasi siswanya. Buku ini mengingatkan bahwa menjadi guru efektif bukan hanya soal teknik mengajar, tetapi juga soal menjaga keseimbangan hidup.
Menjadi Guru Efektif di Tengah Tantangan
Akhirnya, The First Days of School mengajarkan bahwa menjadi guru efektif adalah proses yang berkelanjutan. Tidak ada resep instan. Setiap guru punya gaya dan tantangan masing-masing. Namun, dengan persiapan yang matang, aturan yang jelas, komunikasi yang baik, dan semangat untuk terus belajar, guru Indonesia bisa menyambut tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri.
Di tengah segala keterbatasan, guru tetaplah ujung tombak perubahan. Awal tahun ajaran adalah kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai positif, membangun budaya kelas yang baik, dan menyalakan semangat belajar. Seperti kata Wong dkk, “Guru yang efektif adalah guru yang membuat perbedaan sejak hari pertama.” Mari jadikan tahun ajaran ini sebagai momen untuk menjadi guru yang lebih baik, bagi diri sendiri dan generasi masa depan Indonesia.
Trending Now