Konten dari Pengguna

Healing Obat Rindu

mamunjaelani64
Suplay minyak goreng bekas
14 Februari 2023 15:35 WIB
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Healing Obat Rindu
Healing dengan traveling bersama keluarga salah satu obat rindu menggantikan waktu-waktu yang lalu tanpa keluarga. #userstory
mamunjaelani64
Tulisan dari mamunjaelani64 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dokumentasi pribadi
Pekerjaan saya sebagai supir pribadi dimana saya bekerja sebagai supir untuk seseorang dari pagi hingga malam. Saya menjadi supir selama 25 tahun. Saya memiliki 3 anak, anak pertama saya perempuan dan ia sudah mulai bekerja.
Sering kali saya merasa badan saya sakit karena pekerjaan maklum mungkin karena faktor usia, saat ini usia saya 54 tahun. Lalu saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai supir karena faktor fisik tidak bisa dipaksakan.
Saya pulang ke kampung dan menetap disana, badan saya masih terasa sakit setelah sekian lama bekerja tetapi jika saya diam badan terasa lebih sakit karena sudah terbiasa bekerja. Keluarga meminta saya untuk beristirahat saja dirumah, baiklah saya istirahatkan badan dan pikiran saya sementara ini.
Sewaktu-waktu saya merasa jenuh karena selalu dirumah. Saya terbiasa mengendarai mobil dan mengelilingi kota sebagai tugas pekerjaan mengantar bos dan juga bagi saya ini seperti traveling. Anggaplah begitu hehe.
Kejenuhan saya tidak terbendung lagi kemudian saya memutuskan untuk mencari pekerjaan baru yang berbeda dengan supir. Mungkin pekerjaan yang lebih sedikit mengandalkan fisik dan tidak terlalu berat.
Anak-anak saya melarang saya untuk bekerja, baru saja mau melangkahkan kaki untuk keluar rumah ternyata sudah dihalangi oleh anak-anak saya. Sebenarnya saya tidak ingin menjadi beban anak-anak dimasa tua kelak tapi saya bisa apa.
Anak-anak juga melarang saya untuk bekerja lagi, akhirnya saya tidak jadi berangkat mencari pekerjaan. Setiap hari kegiatan saya hanya berkeliling halaman rumah, didalam rumah, makan, baca koran hanya begitu saja.
Anak dan istri tidak ada yang berkomentar karena memang itu yang diinginkan mereka yaitu dirumah saja. Namun tetap saja rasanya jenuh luar biasa, sangat berbeda dengan keseharian saya sebelumnya.
Biasanya setiap hari saya bertemu dan menyapa teman-teman. Ketika jam istirahat saya berkumpul dan makan bersama teman-teman di kantin kantor bos bekerja. Walaupun bekerja seharian sangat melelahkan karena perjalanan tetapi ketika bertemu teman-teman saya jadi terhibur.
Bersama teman-teman biasanya kami mengobrol soal pengalaman bekerja sebelumnya, pengalaman bekerja atau berdagang, bercerita soal keunggulan anak-anak kami, bercerita soal suasana rumah di kampung yang sangat sejuk sampai-sampai teman saya ingin berkunjung ke rumah saya yang di kampung.
Saya sangat senang ya tinggal atur waktu saja. Kami selalu bercanda jadi pekerjaan kami terasa agak ringan. Di usia-usia seperti kami jarang sekali menggunakan HP, main HP seperlunya saja. Hal itulah yang membuat keakraban kami terjalin.
Sangat berbeda dengan anak-anak zaman sekarang seperti candu dengan HP, keseharian mereka aktivitas mereka sebagian besar pada HP contohnya anak-anak saya. Memang sekarang HP menjadi bagian penting dalam hidup beberapa alasan utama fungsi HP dapat membantu pekerjaan, membantu siswa belajar, bahkan orang - orang bisa berjualan di HP. Sangat berbeda zaman saya pada saat seusia mereka dahulu.
Kebiasaan saya sekarang dan sebelumnya memang berbeda, tidak bersama teman-teman disana karena sekarang saya sudah dirumah. Namun saya tetap bersyukur sekarang lebih sering berkumpul bersama keluarga.
Waktunya saya lebih akrab dengan keluarga saya sendiri. Sekarang waktunya menggantikan waktu-waktu yang dahulu tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena pekerjaan saya. Saya juga sebenarnya tidak ingin bekerja merantau jauh dari keluarga tapi bagaimana lagi disitulah rezeki kami agar bisa membiayai kami sejak anak-anak masih kecil.
Sebenarnya suasana seperti inilah yang saya tunggu-tunggu berkumpul bersama anak dan istri. Saling berbagi cerita, cerita pengalaman bekerja, sekolah, pengalaman-pengalaman yang mereka lalui tanpa saya selama saya merantau. Kami saling bercanda, tertawa, obrolan semakin asik.
Istri saya mendengarkan sambil membawakan makanan kripik pisang pada kami serta teh manis hangat. Betapa beruntung nya saya masih sempat merasakan kebahagiaan seperti ini di sisa umur saya. Kebetulan hari ini adalah hari libur jadi anak saya yang bekerja, sekolah bisa berkumpul bersama.
Anak pertama saya mendekati saya tiba-tiba saja mengajak saya untuk pergi berenang bersama keluarga. Kami merencanakan pergi berenang ke salah satu tempat wisata air yang terkenal di kabupaten Bogor. Saya agak bimbang antara ikut atau tidak ikut, jika saya ikut saya merasa ragu apakah masih bisa berenang karena sudah lama sekali saya tidak berenang.
Tetapi saya tidak mungkin menolak ajakan anak saya karena anak saya berniat baik bertujuan untuk menghibur saya yang sedang jenuh sebab dirumah saja. Sedangkan yang lain juga membujuk saya untuk ikut juga. Akhirnya saya pun setuju untuk besok pergi kesana.
Pagi hari kami sekeluarga berangkat untuk wisata berenang. Tidak lupa kami sarapan dahulu dan membawa bekal untuk makan siang disana. Kami menikmati setiap wahana yang ada, berenang dan bermain air. Lalu makan siang bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah kemudian lanjut berenang.
Sore pun tiba kami segera pulang setelah berenang rasa lapar muncul lagi kami pun mampir ke rumah makan dan makan bersama. Suasana malam pun tiba dan hujan langsung deras saja. Ditambah suara penyanyi yang merdu membuat kami betah berdiam ditempat itu.
fotofoto keluargaku
Cuaca dingin dan suara dari music live yang mendukung suasana nyaman. Kami pun mengobrol mengingat acara berenang tadi sambil melihat foto-foto tadi di HP anak saya.
Wisata berenang ini sebenarnya sangat sederhana namun kebersamaannya yang membuat nyaman dan asik karena bersama orang-orang tercinta. Kini anak-anak sudah dewasa 2 orang dan bekerja, dan remaja 1 orang masih sekolah.
Senda gurau kami selain ditemani music live ditemani pula cemilan kentang goreng dan minuman jeruk hangat. Hari semakin malam tapi masih hujan, kami bergegas pulang toh kami mengendarai mobil. Kami berdiam ditempat itu hanya karena terbawa suasana yang nyaman.
Kami pulang menuju rumah, istri saya tertidur selama perjalanan. Saya pun ikutan ngantuk. Kami tiba dirumah merapikan barang masing-masing. Saya membersihkan diri diam sejenak melihat foto - foto kami yang tadi yang sudah dikirim ke HP saya.
Sekilas agak sedih saya melihat foto kami, waktu sangat singkat. Anak-anak sudah besar, berarti saya sudah tua hhehe. Momen-momen seperti di foto itu jarang sekali terjadi pada keluarga saya karena kesibukan masing-masing.
Dahulu saya yang sibuk bekerja jadi jarang pulang. Sekarang anak-anak saya yang bekerja diluar kota jarang pulang juga. Tetapi itu tidak masalah jarak yang akan membuat kami saling merindukan. Sama hal nya seperti saya yang saya alami ketika berada diluar kota karena bekerja sering kali saya rindu berat pada keluarga langsung buru-buru saya video call keluarga.
Begitu juga anak & anak sering video call kami orang tua nya. Yang paling penting keluarga saya sehat semua. Ada waktunya bersama ada waktunya saling merindukan. Biarlah jarak yang menjadikan kami saling merindukan
Trending Now