Konten Media Partner

Cerita Pecinta Alam di Sulut Tanam Pohon Pucuk Merah Peringati Hari Ozon

22 September 2025 10:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Cerita Pecinta Alam di Sulut Tanam Pohon Pucuk Merah Peringati Hari Ozon
Sejumlah pecinta alam di Kota Manado, menggelar aksi tanam pohon sebagai bentuk perlindungan untuk lapisan Ozon. Kegiatan ini diharapkan bisa diikuti warga umum. #publisherstory #manadobacirita
Manado Bacirita
Kegiatan tanam pohon yang digelar Kelompok Pecinta Alam di Kota Manado dalam rangka peringatan Hari Perlindungan Ozon Internasional.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan tanam pohon yang digelar Kelompok Pecinta Alam di Kota Manado dalam rangka peringatan Hari Perlindungan Ozon Internasional.
MANADO - Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa bersama KPA Ampala, menggelar kegiatan penanaman pohon pucuk merah, sebagai aksi pelestarian lapisan ozon yang posisinya sangat vital untuk kehidupan di bumi.
Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Perlindungan Ozon Internasional itu, juga dirangkaikan dengan pembersihan drainase di wilayah Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado.
Gilbert Tatodi, penanggung jawab kegiatan dari KMPA Tansa, mengatakan jika aksi tersebut sebagai langkah nyata, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana alam dan lingkungan harus dijaga demi kebaikan bersama.
โ€œAksi kami ini memang tidak serta-merta bisa mencegah kerusakan ozon secara menyeluruh. Namun jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Apakah kita baru akan bertindak ketika dampaknya sudah tak bisa dikendalikan,โ€ ujar Gilbert.
Dijelaskan Gilbert, lapisan ozon memiliki peran sebagai pelindung bumi dari radiasi ultraviolet (UV) matahari, di mana jika lapisan tersebut rusak, sinar UV-B akan langsung menghantam permukaan bumi, meningkatkan risiko kanker kulit, katarak, gangguan sistem kekebalan tubuh pada manusia, hingga kerusakan pada tumbuhan, hewan, dan seluruh ekosistem.
โ€œPohon pucuk merah dapat menyerap polutan perusak ozon seperti nitrogen oksida dan senyawa volatil (VOC), serta membantu mengurangi kadar karbon dioksida (CO2) yang memperburuk perubahan iklim,โ€ ujarnya.
โ€œSementara untuk pembersihan drainase, kami lakukan sebagai upaya meminimalkan ancaman demam berdarah yang kini menjadi perhatian serius, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil,โ€ tutur Gilbert.
Sementara itu, perwakilan dari KPA Ampala, Maikel Pande, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
โ€œKesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah setempat dan teman-teman pecinta alam se-Kota Manado. Atas nama KMPA Tansa dan KPA Ampala, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,โ€ ungkap Maikel.
Trending Now