Konten Media Partner

Cerita Sedih Keluarga Korban Kebakaran di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado

31 Desember 2025 6:36 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Cerita Sedih Keluarga Korban Kebakaran di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado
Margaretha Rey, keluarga dari salah satu korban kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut di Manado, mengaku jika kakaknya baru 2 bulan masuk jadi penghuni panti. #publisherstory #manadobacirita
Manado Bacirita
Keluarga korban kebakaran di Panti Werdha Damai Ranomuut Kota Manado, saat berada di RS Bhayangkara untuk diambil sampel DNA.
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga korban kebakaran di Panti Werdha Damai Ranomuut Kota Manado, saat berada di RS Bhayangkara untuk diambil sampel DNA.
Duka cita mendalam sangat dirasakan oleh Margaretha Rey, adik kandung dari Rosye Rey, salah satu korban dalam kebakaran di Panti Werdha Damai Ranomuut di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Kepergian kakak kandungnya itu diakui sangat tidak disangka, apalagi belum lama ini ia sempat menjumpai sang kakak yang disebutnya masih dalam kondisi sehat.
β€œTerakhir ketemu tanggal 17 Desember kemarin, saya berkunjung ke panti untuk melihat kakak,” ujarnya.
Margaretha menjelaskan bahwa kakaknya, Rosye, baru menetap di panti Werdha Damai sekitar dua bulan karena sudah tidak ada lagi yang bisa merawat.
Ia mengatakan, keputusan untuk tinggal di Panti Werdha itu merupakan hasil pembahasan bersama kakaknya yang kini telah berusia 85 tahun.
β€œKarena Kakak tidak menikah, jadi kami berdua bicara dan ambil keputusan untuk supaya bisa tinggal di Panti Werdha saja,” kata Margaretha bercerita.
Menurutnya, meski tinggal di panti, namun kakaknya Rosye mengaku bahagia, karena selama di sana ia memiliki banyak teman untuk bisa bersosialisasi bahkan ikut kegiatan peribadatan.
Kini di tengah kondisi duka cita yang dirasakan, Margaretha hanya berharap agar seluruh proses identifikasi dapat segera diselesaikan agar kakaknya dapat dikebumikan.
β€œUntuk identifikasi saya sudah diambil sampel darah dan air liur,” kata dia.
β€œKalau sudah selesai kami mau dimakamkan di pekuburan di Taman Arimatea,” kata Margaretha kembali.
Trending Now