Konten Media Partner

Diperiksa Polisi, Panitia Orientasi Pecinta Alam di Bitung Berdalih Tradisi

2 Oktober 2025 15:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Diperiksa Polisi, Panitia Orientasi Pecinta Alam di Bitung Berdalih Tradisi
Di hadapan polisi, panitia masa orientasi pecinta alam di Bitung mengaku seluruh proses yang dilakukan adalah tradisi organisasi yang sudah sering dilakukan. #publisherstory #manadobacirita
Manado Bacirita
Kolase aksi kekerasan yang terjadi pada masa orientasi pengenalan anggota baru di salah satu Komunitas Pecinta Alam di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
zoom-in-whitePerbesar
Kolase aksi kekerasan yang terjadi pada masa orientasi pengenalan anggota baru di salah satu Komunitas Pecinta Alam di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
BITUNG - Polisi dalam hal ini penyidik Satuan Reskrim Polres Bitung telah memulai penyelidikan terkait laporan tindak kekerasan yang terjadi saat masa orientasi pengenalan anggota baru di salah satu organisasi pecinta alam di Kota Bitung.
Penyidik telah memanggil enam orang panitia pelaksana masa orientasi itu untuk diambil keterangan terkait kasus yang telah viral setelah salah satu orang tua mengunggah ke media sosial dan melaporkannya ke polisi.
"Pemeriksaan dilakukan pada Rabu 1 Oktober 2025 sore. Enam orang panitia komunitas itu diperiksa terkait dugaan penganiayaan ini,” kata Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.TrK, SH, MH, Kamis (2/10).
Menurut Kasat Reskrim, organisasi pecinta alam tersebut bernama Himpunan Penjelajah Alam Terbuka Sipazetuts atau disingkat HIMPASUS.
Adapun pada pemeriksaan yang dilakukan, para panitia mengatakan jika tindakan yang dilaporkan sebagai tindakan kekerasan tersebut, adalah bagian dari tradisi di organisasi HIMPASUS saat penerimaan anggota baru.
β€œIya, dalam pemeriksaan mereka menyebut hal itu sebagai bentuk tradisi HIMPASUS,” ujar Kasat Reskrim.
Sementara itu, diakui oleh Kasat Reskrim, saat ini pihaknya masih akan terus mendalami kasus tersebut, untuk memastikan apakah ada unsur pidana yang bisa menjerat para pelaku.
β€œSaat ini kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kebenaran kasus ini,” ujar Ahmad kembali.
Sebelumnya, video orientasi pengenalan anggota baru salah satu Komunitas Pecinta Alam di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), yang memakai kekerasan, viral di media sosial.
Dalam video itu, para anggota baru Komunitas Pecinta Alam tersebut terlihat sudah tak memakai baju. Mereka hanya dipakaikan topi maupun slayer warna biru yang dililitkan di leher mereka.
Kemudian satu per satu para anggota baru yang disuruh duduk berlutut itu ditarik lalu ditempeleng berulang kali di pipi. Tak sampai situ, tendangan ke arah dada juga diterima oleh para anggota baru itu.
Trending Now