Konten Media Partner
Ekonomi Sulut Disebut Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
12 Juni 2025 14:15 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Ekonomi Sulut Disebut Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
Ekonomi Sulawesi Utara tetap tumbuh karena adanya peningkatan produksi dan mobilitas masyarakat yang disebabkan oleh panen raya. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

MANADO - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Utara (Sulut) mengungkapkan adanya optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Sulut, di tengah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global.
Disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJPb Sulut, Hari Utomo, dalam program Bacarita APBN, ekonomi Sulut tetap tumbuh positif sebesar 5,6 persen pada kuarter pertama tahun 2025.
Menurutnya, terdapat tiga hal yang memicu terjadinya pertumbuhan ekonomi di Sulut, yakni terkait kebijakan pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), diskon tarif listrik pada awal tahun dan diskon tiket pesawat saat masa mudik lebaran.
โHal kedua adalah karena adanya peningkatan produksi dan mobilitas masyarakat, berupa panen raya dan adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan laut dan udara,โ ujar Hari.
Selain itu, Hari menyebut tingginya tingkat konsumsi masyarakat yang didorong pertumbuhan kredit konsumtif dan terkendalinya inflasi menjadi faktor penting lain.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan APBN di Sulut juga berjalan dengan baik, sehingga mampu menopang perekonomian di tengah ketidakpastian akibat sejumlah isu global.
โHingga 30 April, realisasi pendapatan APBN di Sulut telah menyentuh Rp 1,4 Triliun, ini setara 28,59 persen dari target,โ kata Hari.
Ditambahkan lagi, jika realisasi APBN itu tidak lepas dari kontribusi positif sejumlah sektor seperti kinerja perpajakan, hingga bea dan cukai.
โKontribusi sektor perpajakan mencapai Rp 888,90 miliar terhadap realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2025,โ ujarnya.
โPenerimaan cukai yang terealisasi Rp 5,82 miliar, bea masuk sebesar 5,49 miliar dan realisasi bea keluar mencapai Rp 31,38 miliar,โ ungkapnya lagi.
