Konten Media Partner
Ini Cara 2 Kelompok Pecinta Alam di Manado Peringati Hari Hewan Sedunia
4 Oktober 2025 19:13 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Ini Cara 2 Kelompok Pecinta Alam di Manado Peringati Hari Hewan Sedunia
2 kelompok pecinta alam di Manado soroti ulah manusia yang memelihara hewan kucing dan anjing tapi ditelantarkan hingga harus mencari makan di tempat sampah. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

MANADO - Peringatan Hari Hewan Sedunia atau World Animal Day pada Sabtu 4 Oktober 2025, diperingati dengan cara yang berbeda oleh KMPA Tansa dan KPA Silvaterra, dua Kelompok Pecinta Alam di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Jon Cornelius Malalantang, anggota KMPA Tansa, menyebut aksi ini lahir dari spontanitas dan rasa kepedulian terhadap hewan-hewan yang kerap terlihat seperti memiliki pemilik, namun nyatanya dibiarkan hidup dari sisa makanan atau bahkan mencari makan di tumpukan sampah.
"Gerakan kecil ini adalah bentuk kesadaran kami terhadap kesejahteraan dan hak-hak hewan secara global. Juga sebagai edukasi kepada masyarakat, bahwa setiap makhluk hidup memiliki hak hidup untuk berdampingan di bumi ini," ujar Jon.
Dijelaskan Jon, sebanyak 2 pak makanan kucing dan anjing dibeli dan dibagikan kepada Keterwakilan KMPA Tansa dan KPA Silvaterra, untuk bisa menjangkau hewan-hewan tersebut.
Jon juga menyoroti kegiatan jual beli anjing dan kucing yang dilakukan secara ilegal untuk dikonsumsi. Apalagi menurutnya,ditemukan banyak hewan itu dikurung, diperlakukan tidak layak, hingga mengalami penyiksaan sebelum dibunuh.
Padahal menurutnya, di Indonesia terdapat payung hukum yang melindungi hak-hak hewan, seperti yang tercantum dalam KUHP dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Maka dari itu, kampanye kami kali ini, yaitu hentikan kekerasan terhadap hewan, stop perdagangan daging anjing dan kucing, serta menjaga untuk tidak terjadi penyebaran penyakit zoonosis," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPA Silvaterra, Frickli Tatumpe, mengatakan bahwa baik kucing maupun anjing, baik yang hidup liar maupun dipelihara memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
โSebagai predator alami, kucing dan anjing sering memangsa tikus yang bisa menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, terutama juga di lingkungan pertanian dan perkotaan,โ katanya.
Ia berharap, melalui aksi sederhana ini, semakin banyak orang yang teredukasi bahwa hewan pun butuh perhatian, perawatan, dan perlindungan, terutama yang sering kali ditemui sehari-hari seperti kucing dan anjing.
