Konten Media Partner
Luas Panen Padi di Sulawesi Utara Meningkat, Tapi Produksi Beras Justru Turun
15 November 2025 13:40 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Luas Panen Padi di Sulawesi Utara Meningkat, Tapi Produksi Beras Justru Turun
Produksi beras di Sulawesi Utara pada 2025 diperkirakan mencapai 149,21 ribu ton, alami penurunan sebanyak 4,27 ribu ton beras atau 2,78 persen dibandingkan tahun 2024. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

MANADO - Luas panen padi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 59,99 ribu hektare. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,86 ribu hektare atau 1,46 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 sebesar 59,12 ribu hektare.
Pada rilis Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi Sulut, disebutkan jika angka perkiraan tersebut berasal dari perhitungan hasil Survei KSA, di mana puncak panen padi pada 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen mencapai 7,74 ribu hektare.
Puncak panen padi pada Maret 2025 relatif lebih rendah atau turun sekitar 0,28 ribu hektare (3,44 persen) dibandingkan September 2024, dengan realisasi panen padi sepanjang Januari-September 2025 sebesar 47,89 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 1,89 ribu hektare (4,11 persen).
Sementara, potensi luas panen padi pada Oktober-Desember 2025 diperkirakan sekitar 12,10 ribu hektare.
Diperkirakan produksi beras pada 2025 sebanyak 149,21 ribu ton beras atau mengalami penurunan sebanyak 4,27 ribu ton beras atau 2,78 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 153,48 ribu ton beras.
Kepala BPS Provinsi Sulut, Aidil Adha, menjelaskan jika diperkirakan produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 adalah sebanyak 308,60 ribu ton GKP. Angka ini turun sebanyak 8,84 ribu ton GKP atau 2,78 persen dibandingkan produksi padi GKP di 2024 yang sebanyak 317,44 ribu ton GKP.
Sementara untuk produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 diperkirakan sebanyak 265,53 ribu ton GKG, atau mengalami penurunan sebanyak 7,60 ribu ton GKG atau 2,78 persen dibandingkan produksi padi GKG di 2024 yang sebanyak 273,13 ribu ton GKG.
"Dengan demikian, produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 149,21 ribu ton beras, mengalami penurunan sebanyak 4,27 ribu ton beras atau 2,78 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 153,48 ribu ton beras," ujar Aidil.
Lebih lanjut, Adil menjelaskan jika perhitungan produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Luas panen tanaman padi di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan.
Sementara produksi beras diperoleh dari hasil konversi produksi padi menjadi beras dengan menggunakan angka konversi gabah ke beras dan mempertimbangkan proporsi gabah/beras yang susut/tercecer dan untuk penggunaan nonpangan.
"Produksi padi dan beras dihitung pada level Kabupaten dan Kota," ujar Aidil kembali.
