Konten Media Partner
Lukisan Go Green Taruparwa Dipamerkan di Event BGAAD ISI Bali
31 Oktober 2025 20:44 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Lukisan Go Green Taruparwa Dipamerkan di Event BGAAD ISI Bali
Lukisan Go Green Taruparwa karya Sam Sianata, ikut dipamerkan pada event Global Axis of Art and Design (BGAAD) Institut Senin Indonesia (ISI) Bali. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

Event internasional ini sendiri digelar di gedung Bencingah Nata Citta Art Space, di mana ada banyak karya termasuk lukisan Taruparwa yang selama ini dijuluki lukisan Satu Triliun tersebut.
Lukisan Taruparwa sendiri mendapat tempat yang unik, di mana karya seniman yang kini berdomisili di Sulawesi Utara itu, sengaja diposisikan di tempat tersendiri, dekat dengan kaca, agar maknanya mudah diserap oleh pengunjung.
β"Lukisan Go Green Taruparwa ini menjadi yang pertama saya pamerkan di event Internasional," ujar Sam Sianata.
βMenurutnya, seni adalah 'arsitek jiwa' yang melahirkan karya yang tak hanya sekadar lukisan, melainkan 'Trinity Art', karena dalam karyanya ini ada tiga elemen seni yang digabungkan.
Selain itu, Go Green Taruparwa juga menjadi monumen hayati, karena karyanya ini terinspirasi dari tujuh pohon yang ditanam oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama tujuh tokoh agama di Banyumili Resto, Sleman, Yogyakarta.
"Trinity Art ini meliputi lukisan, lagu, dan maskot Pohon Indah," ujarnya.
"Seluruh semesta seni ini (Trinity Art) diciptakan untuk menyuarakan dua hal penting bagi dunia yang semangat menanam pohon atau Go Green dan semangat menggelorakan persaudaraan," ujarnya lagi.
Sam berharap dengan karya yang unik dengan menggabungkan tiga elemen seni menjadi satu visi dan misi itu, bisa menginspirasi para seniman Indonesia untuk berkarya dengan tema besar agar dapat dihargai dengan nilai yang besar pula.
Melalui karya gabungannya ini, Sam juga mendeklarasikan lahirnya isme baru yang dinamai Trinity Art. Ia optimis, dengan adanya aliran gabungan ini, Indonesia dapat diposisikan sebagai pelopor seni di kancah Internasional, dan bukan lagi hanya pengekor.
Adapun βEvent BGAAD-ISI Bali ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI, Prof. Dr. Wayan "Koen" Adnyana S.sn, Msn, dan dihadiri oleh seniman serta perwakilan universitas dari berbagai negara, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Australia, Kazakztan, Belgia, dan Amerika Serikat.
