Konten Media Partner
Pertamina Dampingi Kelompok Wanita Tani di Bitung Bangun Ketahanan Pangan
19 Mei 2025 20:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pertamina Dampingi Kelompok Wanita Tani di Bitung Bangun Ketahanan Pangan
Kelompok Wanita Tani di Bitung dibekali pelatihan serta penyediaan sarana hidroponik oleh Pertamina Patra Niaga, dengan tujuan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

BITUNG - Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui unit usahanya Integrated Terminal (IT) Bitung, kini fokus melakukan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Candi Berdaya di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Melalui pendampingan tersebut, Ibu-ibu rumah tangga dari berbagai lingkungan di Kelurahan Bitung Barat I, diberikan pelatihan dan pendampingan serta dibekali penyediaan sarana hidroponik berbasis energi ramah lingkungan.
Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Rezky Kurniawan, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi upaya konkret untuk memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
"Dengan dukungan teknologi hidroponik dan energi surya, program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan, menambah pendapatan keluarga, serta mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan mandiri," ujar Rezky
Lanjut dikatakan Rezky, selain menerima pelatihan pembibitan, para peserta juga didampingi dalam proses pemasaran hasil panen, hingga pembangunan greenhouse, instalasi sistem hidroponik berkapasitas 600 lubang tanam.
Di lain pihak, Lurah Bitung Barat Satu, Endalita Ch Kansil, menyebutkan jika kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, guna mendorong penguatan ekonomi keluarga.
"Selain berharap nantinya hasil panen dari program ini bisa untuk konsumsi keluarga, semoga juga dapat menyuplai bahan baku program makanan bergizi yang kami jalankan di wilayah ini. Tentunya supaya ada manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Endalita kembali.
