Konten Media Partner

PLTP Lahendong, Energi Terbarukan Terbesar Penopang Listrik di Sulut-Gorontalo

20 November 2025 18:07 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
PLTP Lahendong, Energi Terbarukan Terbesar Penopang Listrik di Sulut-Gorontalo
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Tomohon yang mulai beroperasi pada 2001 menjadi saksi perjalanan PLN mengembangkan energi baru terbarukan. #publisherstory #manadobacirita
Manado Bacirita
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. (foto: PLN)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. (foto: PLN)
TOMOHON - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), selama lebih dari dua dekade ini telah menjadi saksi perjalanan panjang PT PLN (Persero) dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan timur Indonesia.
Pembangkit ini menjadi komitmen PLN dalam menghadirkan listrik bersih yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di Sulut dan Gorontalo.
Hal ini pun diakui oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, keberadaan PLTP Lahendong, telah membuktikan jika sejak lama PLN telah menjadi pionir dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Darmawan mengatakan jika PLN sebagai tulang punggung transisi energi nasional, terus mendorong pemanfaatan energi bersih di sektor ketenagalistrikan.
β€œPLN berkomitmen mendukung transisi energi berbasis energi baru terbarukan menuju Net Zero Emissions. Melalui pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan, kami berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi masa depan energi Indonesia," ujarnya.
PLTP Lahendong sendiri dikelola oleh PT Indonesia Power (PLN IP), subholding PLN. Adapun PLTP Lahendong Unit 1-4 menjadi pembangkit EBT terbesar di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo).
Energi panas bumi dari Lahendong kini memasok sebagian besar kebutuhan listrik bersih di sistem kelistrikan SulutGo, melampaui kontribusi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan tenaga surya.
Sementara, Manager Unit Layanan Pusat Listrik PLTP Lahendong PLN IP, H.S.M. Saragih, menjelaskan bahwa PLTP Lahendong memiliki kapasitas terpasang 4x20 Mega Watt (MW) dengan total daya 80 MW. Jumlah ini berkontribusi signifikan terhadap sistem kelistrikan SulutGo.
Dijelaskan jika beban puncak sistem kelistrikan SulutGo saat ini tercatat mencapai 490 MW. Dari jumlah itu, 18 persen suplai listrik dihasilkan oleh PLTP Lahendong.
"Artinya panas bumi di wilayah ini tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap porsi energi bersih, tetapi juga memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal bagi seluruh pelanggan di SulutGo,” ujar Saragih.
Adapun PLTP Lahendong memulai eksplorasi pertama pada periode 1994–1996. Pembangunan Unit 1 dimulai pada 1996 dan beroperasi komersial pada 2001, diikuti Unit 2 pada 2007, Unit 3 pada 2009, serta Unit 4 pada 2011. Hingga kini seluruh unit masih beroperasi optimal untuk menopang sistem kelistrikan SulutGo.
β€œUnit 1 sudah beroperasi selama 25 tahun dan masih bisa beroperasi maksimal 20 MW. Unit 2 beroperasi sejak 2007, unit 3 pada 2009, dan unit 4 pada 2011. Semuanya hingga kini masih beroperasi penuh menyuplai sistem Sulutgo,” kata Saragih.
PLTP Lahendong juga memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari pembangkit panas bumi lain di Indonesia. Jika umumnya PLTP berlokasi di daerah pedesaan atau pegunungan terpencil, Lahendong menjadi satu-satunya pembangkit panas bumi yang beroperasi di wilayah perkotaan, tepatnya di Kota Tomohon.
β€œPLTP Lahendong menjadi contoh konkret bahwa pembangkit panas bumi tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga bisa berdampingan dengan kehidupan perkotaan,” ujar Saragih.
Trending Now