Konten Media Partner
Suami Potong Istri di Minsel Diisukan Alami Gangguan Mental, Ini Kata Polisi
4 Mei 2024 11:15 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Suami Potong Istri di Minsel Diisukan Alami Gangguan Mental, Ini Kata Polisi
Beredar isu jika RL alias Refrain, suami asal Minsel yang potong istri hingga tewas alami gangguan mental atau sakit jiwa. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

MINSEL - Kapolres Minahasa Selatan (Minsel), AKBP Feri Sitorus, meminta agar masyarakat tidak menyebarkan informasi lain terkait dengan kasus suamipotong istri hingga tewas, termasuk soal dugaan pelaku RL alias Refrain mengalami gangguan mental atau sakit jiwa.
Menurut AKBP Feri, untuk menyatakan jika terduga pelaku memiliki gangguan mental atau sakit jiwa, maka harus ahli atau dokter berkompeten yang menyatakan bukan dari pihak mana pun.
"Terkait ada gangguan mental, itu ahli yang bisa menjawab. Atau dokter di rumah sakit jiwa," ujar AKBP Feri.
Menurut Feri, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan akan kasus ini. Untuk itu, dia meminta agar jangan ada informasi-informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan beredar di masyarakat dan justru membentuk opini yang tak sesuai.
Dia meminta agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian terkait dengan penanganan kasus yang menewaskan seorang perempuan dan satu korban lagi tengah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing ataupun menyebarkan isu-isu hoaks. Sekali lagi, tersangka dan barang bukti sudah kami amankan. Percayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian," kata AKBP Feri kembali.
Sebelumnya, RL alias Refrain tega menganiaya istrinya sendiri Rohinda Tompunu (24) dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. Akibatnya korban meninggal dunia setelah menerima luka potong di bagian kepala dan jari.
Tak hanya istrinya, pelaku RL juga menganiaya mertua laki-lakinya bernama Jerry Tompunu (48). Kini Jerry harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit secara intensif.
Adapun kejadian ini terjadi di Desa Temboan, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (3/5) sekitar pukul 04.30 Wita.
febry kodongan
