Konten Media Partner
Tonny Lasut Siap Pimpin Golkar Sulut: Ini Waktu dan Momentum yang Tepat
2 Desember 2025 22:33 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
Konten Media Partner
Tonny Lasut Siap Pimpin Golkar Sulut: Ini Waktu dan Momentum yang Tepat
Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Tenggara, menyatakan siap 100 persen untuk maju sebagai calon ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara. #publisherstory #manadobaciritaManado Bacirita

MANADO - Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Tenggara (Mitra), Tonny Hendrik Lasut, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut).
Dalam wawancaranya, Tonny menegaskan bahwa dirinya siap bertarung 100 persen dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulut yang akan digelar dalam waktu dekat.
Tonny mengawali karier sebagai pengusaha. Nilai-nilai berbagi yang diajarkan orang tuanya membuatnya merasa terpanggil untuk terjun ke politik agar bisa membantu masyarakat lebih luas lagi.
Ia juga mengaku jika Golkar sudah melekat sejak dia lahir. Ayahnya merupakan kader Golkar yang pernah menjadi sopir sebelum akhirnya menjabat sebagai kepala desa selama 11 tahun.
βSaya lahir sudah melihat keluarga saya itu Golkar. Ikatan batin itu yang membuat saya tetap bertahan,β kata Tonny dalam acara Podcast Mata Bicara.
Tonny adalah anggota DPRD yang sudah memasuki periode keempat. Ini menjadikannya salah satu politisi dengan pengalaman panjang di daerahnya. Dalam selama itu, Tonny tak pernah berpindah partai di mana dia tetap seorang Golkar sejati.
Tonny mengaku tak pernah tergoda berpindah partai meski banyak tawaran datang kepada dirinya.
Untuk itu juga, dia memiliki nilai positif tersendiri. Komunikasinya dengan DPP maupun Ketua DPD I Golkar Sulut saat ini, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), juga berjalan sangat baik.
Keduanya bahkan sepakat untuk selalu menghormati keputusan DPP, siapa pun yang nanti ditugaskan memimpin Golkar Sulut.
Sementara itu, Tonny mengeklaim bahwa sembilan DPD II telah menyampaikan dukungan secara tertulis, dan sebagian besar DPD II lainnya secara lisan juga memberikan sinyal positif. Namun, ia paham tentang dinamika politik yang sangat cepat berubah.
βYang penting komunikasi dan konsolidasi tetap jalan. Politik itu dinamis, tapi pengalaman 22 tahun membuat saya siap,β ujarnya.
Lebih lanjut, Tonny kemudian mengungkapkan alasannya siap untuk maju sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut. Menurutnya, kondisi politik saat ini menjadi peluang terbaik bagi Golkar, terutama ada beberapa pertimbangan yang sangat pas dengan momen ini.
Pertama adalah Ketua Umum Golkar menjabat sebagai Menteri ESDM, yang berhubungan langsung dengan isu pertambangan. Hal ini cocok dengan Gubernur Sulut saat ini yang juga pro-pertambangan. Sektor ini menurut Tonny adalah menjadi basis dukungan dia selama ini.
βJadi semua itu waktunya tepat. Ada keselarasan antara pusat, gubernur, dan akar politik di daerah,β kata Tonny.
Adapun jika dia nanti terpilih sebagai Ketua Golkar Sulut, Tonny menegaskan visi utamanya adalah melakukan konsolidasi struktur partai dari bawah hingga atas, penguatan jaringan politik di seluruh kabupaten/kota, mendorong partisipasi aktif kader legislatif dan eksekutif, serta mengawal kebijakan pemerintah pusat hingga daerah.
Walaupun berasal dari Minahasa Tenggara, namun Tonny juga punya kepedulian terhadap daerah lain, terutama soal masih minimnya fasilitas termasuk listrik 24 jam di daerah kepulauan seperti Sitaro, Talaud, dan Sangihe.
Untuk itu, ketika dia nanti dipercayakan mengemban tugas sebagai Ketua Golkar Sulut, dia akan menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi Pilkada berikutnya. Apalagi menurutnya, Golkar punya peluang besar untuk merebut kembali beberapa daerah yang sebelumnya pernah dipimpin kader Golkar.
Sosok Telaten dan Selalu Berkaca dari Pengalaman
Saat ini usia Tonny sudah 49 tahun dan segera memasuki usia 50 tahun. Saat usianya masih 32 tahun atau pada tahun 2009 lalu, Tonny pernah mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD termuda di Indonesia.
Dia adalah sosok telaten, yang juga dikenal ringan tangan kepada masyarakat. Hal ini bukan sekadar strategi politik, melainkan pengalaman pribadi.
βSaya membantu karena saya pernah merasakan kekurangan,β katanya.
Ia menyebut bahwa hanya dirinya di keluarga yang terjun ke politik, meski banyak dari keluarga besarnya juga pernah βdigodaβ partai lain. Dia juga diajarkan tentang bagaimana loyalitas itu sangat penting.
Untuk itu, Tonny menggarisbawahi bahwa ia dan CEP memiliki komitmen bersama menjaga persatuan partai. Dia mengaku harus menjaga soliditas, karena walaupun bersatu belum tentu menang, apalagi kalau terpecah. Untuk itu kunci keberhasilan adalah solid.
Menurut Tonny, dia dan CEP telah bersepakat bahwa siapa pun yang menang tidak akan menyingkirkan kader.
Di akhir wawancara, Tonny menegaskan bahwa keputusannya maju bukan sekadar ambisi politik, melainkan panggilan untuk memperkuat Golkar dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Sulawesi Utara.
"Saya berharap Musda nanti dapat berjalan damai, solid, dan membawa Golkar semakin kuat di bumi Nyiur Melambai," ujarnya kembali.
