Konten dari Pengguna

Apa yang Kita Dapat dari Menulis?

Darkim bin Arsabesari
menyukai sastra, peduli masalah sosial, politik, dan keadilan. menjadikan keluarga sebagai titik awal semangat kebajikan.
10 Februari 2020 9:59 WIB
clock
Diperbarui 6 Agustus 2020 13:17 WIB
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Darkim bin Arsabesari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi : pixabay.com
Satu pertanyaan yang sering dilontarkan orang kepada seorang penulis adalah, โ€œKamu dapat apa dari menulis?โ€. Sebuah pertanyaan yang bisa jadi wujud perhatian orang lain bagi siapa saja yang menggeluti hobi menulis, tapi bisa juga menjadi tanda keraguan orang sekitar dengan manfaat kegiatan menulis.
Dalam pandangan masyarakat kita, menulis masih dianggap sebagai kegiatan yang sia-sia, mubazir, membuang-buang waktu, menjadikan pelakunya pemalas, dan yang lebih dahsyat lagi adalah adanya stigma di masyarakat bahwa menulis itu pekerjaan yang tidak punya masa depan.
Bagi yang baru mulai hendak menekuni kegiatan kepenulisan, pertanyaan semacam ini tentu bisa menjadi semacam hantu yang menakutkan, menambah bayang-bayang ketakutan untuk terjun menekuni bidang yang satu ini.
Apalagi bila manfaat yang didapat dari menulis di hubung-hubungkan dengan โ€œpendapatanโ€ rupiah, semakin ciut saja nyali dan tekad seseorang untuk menjadi penulis, โ€œJadi penulis, koq hidupnya begitu-begitu saja?โ€

Apa Sesungguhnya yang Kita Dapat dari Menulis?

Setiap kegiatan atau pekerjaan yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak pasti menimbulkan efek dan akibat positif pula bagi pelakunya. Ini sebuah hukum alam yang terjadi di kehidupan manusia. Tidak terkecuali untuk para penulis.
Berikut ini beberapa manfaat yang bisa di dapat seseorang yang menekuni kegiatan menulis yang positif.

1. Ilmu dan Wawasan

ilustrasi : pixabay.com
Seorang penulis yang baik pasti seorang pembaca yang baik. Seorang pembaca yang baik pasti seorang pembelajar yang baik pula. Dan, seseorang yang mau dan terus belajar biasanya memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang terus terasa dan berkembang.
Dengan menulis, kita ditantang untuk memiliki dasar pengetahuan tentang suatu topik yang hendak di angkat ke dalam tulisan. Mustahil kita menulis tentang sesuatu tanpa kita memiliki pengetahuan tentang hal yang hendak di tuliskan. Maka, belajar dan membaca adalah sesuatu yang wajib bagi penulis untuk semakin meningkatkan mutu karya tulisnya.
Semakin sering menulis akan menambah pengetahuan kita tentang banyak hal. Semakin sering kita menulis dan membagikan hasil tulisan kepada publik, akan semakin menambah luas wawasan kita terhadap segala persoalan kehidupan.

2. Pertemanan dan persaudaraan

ilustrasi persahabatan. sumber : pixabay.com
Seseorang yang terbiasa menulis hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak, pasti akan mendapat respons positif dari orang lain. Bermula dari kesamaan ide dan gagasan, kemudian saling berdiskusi setelah membaca sebuah tulisan, sesungguhnya sebuah jalan persahabatan tengah di rintis oleh seorang penulis.
Bahkan sering kali perbedaan visi tentang sebuah wacana malah bisa mendekatkan dengan orang lain. Lewat tulisan yang kita unggah di media sosial dan media online, kita bisa mendiskusikan banyak hal, sesuatu yang sebelumnya menjadi pertentangan malah akhirnya menimbulkan persahabatan dan persaudaraan.

3. Berpikir Positif

ilustrasi : pixabay.com
Dari terbiasanya diri untuk menuliskan hal-hal positif tentang kehidupan dan persoalan serta solusinya, membuat seorang penulis pada akhirnya akan memiliki sebuah โ€œfilterโ€ untuk menyaring ide dan gagasan dalam hal yang selalu bermanfaat.
Berpikir positif boleh jadi tidak bisa di nilai dengan uang atau kebendaan. Tapi, seseorang yang selalu berpikir positif memiliki peluang untuk berhasil dalam kehidupan. Dan, itu bisa didapatkan salah satunya dengan kebiasaan menulis.

4. Pendapatan nominal

ilustrasi : pixabay.com
Tidak afdal rasanya jika tidak membahas yang satu ini. Bagaimana pun juga, pendapatan yang berbentuk uang atau materi adalah hal yang sering kali di tanyakan orang dari kegiatan menulis. Entah dia itu penulis profesional, setengah profesional, penulis amatir, ataupun bagi yang menekuni dunia kepenulisan sebagi hobi semata.
Sudah banyak orang yang menjadi penulis yang telah merasakan โ€œnikmatnyaโ€ gemerincing rupiah masuk ke pundi-pundi mereka. Sudah banyak pula orang-orang yang telah merasakan ketenaran dan kesuksesan setelah menekuni bidang ini.
Walaupun nilai nominal bukanlah tujuan utama seorang penulis yang sejati, tapi seiring semakin baik kualitas karya tulis seseorang, maka nilai nominal biasanya akan mengikuti dengan sendirinya. Bagi penulis yang baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai positif dalam setiap berkarya, bisa jadi nilai nominal adalah nomor kesekian sebagai pemacu semangat untuk terus berkarya.
Bagi yang masih ragu atau berpandangan bahwa menulis tidak bisa menjamin masa depan, bisa di lihat kisah sukses para penulis yang kini telah hidup makmur dari hasil corat-coretnya di berbagi media kepenulisan.
Tentu masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita dapatkan dari kegiatan menulis, yang tentunya semua itu tidak bisa diukur dengan nilai nominal dan materi. Karena tidak semua hal di dunia ini bisa dinilai dengan kebendaan, maka tidak ada salahnya bagi anda dan siapa saja yang masih ragu dan penasaran dengan apa yang bisa didapat dari menulis, untuk menceburkan diri ke dunia yang penuh manfaat dan keasyikan ini. Dengan terjun ke dalamnya, nanti anda akan tahu sendiri manfaat dan keuntungan yang di dapat dari kegiatan menulis.
Salam literasi!
Trending Now