Konten dari Pengguna

Healing dengan Traveling Hadiah Sebagai Ibu

maya restiani
Ibu Rumah Tangga
14 Februari 2023 14:44 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Healing dengan Traveling Hadiah Sebagai Ibu
Lelah dan jenuhku sebagai IRT terbayar dengan rencana healing suamiku. #userstory
maya restiani
Tulisan dari maya restiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dokumentasi pribadi
Tidak mudah menjadi Ibu Rumah Tangga(IRT) tanpa bantuan Asisten Rumah Tangga(ART) segala sesuatu dikerjakan seorang diri, lelah dan letih sepertinya tidak ada habisnya. Aku sebagai IRT tanpa ART. Lelah yang dirasakan oleh IRT adalah lelah yang sama berulang-ulang kali dilakukan setiap hari bahkan bertahun-tahun.
Setiap harinya aku melakukan pekerjaan rumah dan mengurus keluarga seperti tidak ada berhenti nya. Sampai-sampai rasa lelah yang dirasakan enggan untuk diceritakan kepada siapapun karena bisa saja orang yang mendengarkan keluhan lelahnya IRT hanya yang itu-itu saja alias cerita yang sama setiap harinya yaitu soal kesibukan IRT tanpa bantuan ART.
IRT bekerja setiap hari setiap waktu tanpa batas waktu tanpa libur, cuti, ijin, jam tidur pun bisa sangat kurang. Tetapi, tugas IRT sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang-orang karena tidak seperti berkarir diluar rumah.
Dengan asumsi orang lain seperti itu rasanya semakin bertambah lelahku dan jenuhku semakin menumpuk. Namun aku hiraukan hal seperti itu karena tidak ada manfaatnya jika dipikirkan. Padahal tugas IRT sangat banyak dan bisa berbagai macam profesi dijalankan seperti Pendidik, Pengajar, Pengasuh, Chef, ART, Manager keuangan, dan lain-lain.
Apalagi jika suamiku tidak ikut serta membantu dirumah, memang suamiku sudah lelah seharian bekerja. Terlebih suamiku bekerja di lapangan, banyak hal-hal tidak terduga yang membuat lelah berlebihan.
Berbeda dengan suamiku yang bekerja diluar rumah setiap hari bertemu dengan orang-orang yang berbeda tugas yang berbeda cerita pengalaman pun berbeda setiap harinya. Terkadang iri dengan suamiku yang bekerja masih ada kata libur, ijin, cuti, tidurpun nyenyak.
Namun suamiku tetap berusaha yang terbaik jika ada waktu luang sering membantuku dirumah, mengurus anak, membersihkan rumah, mencuci, dan lain-lain. Suamiku sebelum atau sesudah kerja pun masih sempat membantu ku dirumah. Walaupun tidak setiap hari membantu aku tetap bersyukur dengan suamiku.
Ketika suamiku sedang sibuk sekali karena banyaknya pekerjaan hingga pulang larut malam dan itu hampir setiap hari. Kami sama-sama lelah seharian dengan tugas masing-masing hingga tidak ada waktu untuk bersama.
Aku tidak sempat mendengar cerita atau pengalaman baru yang didapat suamiku jadi seperti sangat jauh walaupun orangnya ada didekat ku. Aku rasa itu hal yang wajar karena memang kesibukan membuat kami bisa seperti itu.
Aku sering mengeluh kepada suamiku soal lelah, jenuh, penat, ingin rasanya libur menjadi IRT 1 hari saja tapi tidak bisa karena pikiran akan tetap ke keluarga dan rumah. Libur jadi IRT tidak bisa apalagi resign hmm sungguh tidak mungkin. Lelah, jenuh, penat sepertinya berat sekali dikepala dan pundakku dan juga Suamiku yang sedang super sibuk membuat jenuhku semakin menumpuk.
Sampai pada awal Juni 2022 Suamiku meminta dipesankan koper, lalu aku pesan secara online. Aku sempat berpikir Suamiku akan ke luar kota sebentar lagi karena ingin koper baru, sebab sebelumnya pernah bilang seperti itu.
Aku ingat tanggal ulang tahun ku tapi aku sudah pasrah kalaupun Suamiku tidak sempat meluangkan waktu di ulang tahun ku ya tidak masalah. Sampailah koper baru didepan rumahku, lalu Suamiku meminta untuk packing barang-barang kami.
Wah aku senang bukan main berarti Suamiku akan mengajak Aku dan anakku traveling. Namun masih belum ada kejelasan pasti jadi atau tidak jadi. Tepat H-1 ulang tahunku yaitu tanggal 3 juni Suamiku masih bekerja padahal sudah janji jika jadi maka berangkat H-1.
Suamiku justru memberikan jawaban, "Jika pekerjaan sudah selesai kita berangkat". Bagaimana ini "jika" berarti masih fiktif dong yasudahlah aku menunggu saja dan jangan terlalu berharap karena takut kecewa. Dari pagi sampai siang aku dan anakku sudah rapi semua dan menunggu kabar dari Suamiku. Rasanya harap-harap cemas, sudah siang Suamiku masih ditempat pekerjaannya.
Tepat pukul 12 siang Suamiku memberi kabar pekerjaan sudah selesai dan sedang menuju rumah. Suamiku memintaku untuk pesan tiket perjalanan ke Bandung. Alhamdulillah bahagia sekali hari itu benar-benar rezeki di hari ulang tahunku. Padahal semalam packing barang-barang masih ada rasa ragu karena khawatir seandainya tidak jadi berangkat pasti kecewa.
Tapi jika tidak jadi pun yasudahlah aku bisa apa. Masih belum ada kejelasan juga jadi berangkat atau tidak karena memesan tiket perjalanan secara mendadak sering kehabisan. Aku pun tidak menemukan tiketnya untuk jadwal perjalanan 2 jam kedepan.
Tibalah Suamiku dirumah lalu kami makan dahulu akhirnya Suamiku yang memesan dan berhasil mendapatkan tiketnya. Aku bahagia luar biasa, keraguan dan kecemasan dari semalam akhirnya terbayarkan.
Sore itu kami bertiga, Aku, Suamiku, dan Anakku berangkat ke Bandung tiba di Bandung Suamiku langsung memesan hotel secara online selama 4 malam. Lokasi hotel pun sangat bagus daerah Ciumbuleuit dekat dengan kawasan wisata yang sedang viral yaitu Dago Bakery Punclut, Mercusuar Cafe, Sarae Hills.
keluargaku di Mercusuar Cafe. Foto: dokumentasi pribadi
Selama di Bandung Suamiku menyewa sepeda motor agar kami lebih mudah dan cepat di perjalanan menuju kawasan wisata tersebut. Menyenangkan sekali traveling di Bandung aku bebas memilih menu makanan, tempat makan, dan tempat wisata pun aku yang rekomendasikan.
Ketika malam kami segera menuju tempat wisata kuliner malam. Suamiku mengabulkan semua keinginanku sebagai hadiah menjadi seorang ibu dan acara ulang tahun ku. Tidak menyangka ulang tahun ku tahun 2022 di rayakan dengan traveling ke Bandung bersama keluarga kecilku.
Alhamdulillah rezeki luar biasa tidak menyangka Suamiku yang sedang sibuk masih sempat merencanakan traveling kami ke Bandung tepat di hari ulang tahunku.
keluargaku di Sarae Hills
Lelahku jenuhku terbayarkanengan rencana traveling Suamiku. Setelah bersusah payah dengan keseharian IRT akhirnya terobati dengan traveling, orang bilang itu namanya "healing dengan traveling".
Sebenarnya bukan tempat yang menjadi poin utama untuk menghibur kami tapi kebersamaanlah yang menjadi kenyamanan kami. Tempat wisata hanyalah salah satu cara untuk menenangkan kami. Menjadi IRT bukanlah beban bagi seorang perempuan, dan tidak selalu harus dengan traveling untuk mengobati healing.
Lelah dan jenuh sebagai ibu bisa hilang ketika melihat si kecil sehat, aktif dan ceria. Begitu pun lelah seorang istri dan suami bisa hilang dengan waktu kebersamaan karena sekian banyak tugas tetap dilakukan dengan lapang dada.
Bagaimanapun takdir perempuan adalah IRT, sehebat apapun karir perempuan diluar rumah ketika sudah menikah tetaplah IRT. Berkarir diluar rumah itu hanyalah sampingan, sejatinya status perempuan yang sudah menikah tetaplah IRT.
Trending Now