Konten dari Pengguna
Menemukan Makna Kehidupan, Bahkan dalam Penderitaan
29 Oktober 2025 12:00 WIB
Ā·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Menemukan Makna Kehidupan, Bahkan dalam Penderitaan
Menemukan makna kehidupan, bahkan dalam penderitaan: Kemampuan manusia dalam menentukan sikap pada kondisi yang ia alami akan mengantarkannya pada makna hidup yang ia cari. #userstoryM. Bahrul Ulum
Tulisan dari M. Bahrul Ulum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

āHidup ini pada umumnya tidak bermakna. Apa pun makna kehidupan harus ditetapkan oleh individu itu sendiri,ā ungkap Psikolog, Alfred Adler, yang berarti bahwa makna hidup bukanlah bawaan lahir seseorang, melainkan diri sendirilah yang harus menemukan dan menetapkannya. Sebab, makna hidup bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain dan dapat berubah setiap waktu, situasi, maupun kondisi.
Makna hidup juga tidak bisa ditentukan dengan sesuatu yang umum. Sama halnya ketika seseorang ditanya, āApa teknik terbaik dalam bela diri?ā Tentu saja tidak ada teknik terbaik. Bahkan, tidak ada teknik yang baik tanpa memperhatikan situasi pertandingan dan kepribadian dari lawan kita. Begitu juga dengan hidup manusia, sebaiknya seseorang tidak mencari makna hidup yang abstrak karena setiap orang memiliki tugas khusus dalam kehidupan yang ia jalani. Lantas, bagaimana seseorang dapat menemukan sebuah makna dalam kehidupannya?
Viktor Frankl, dalam bukunya Man's Search For Meaning, menjelaskan bahwa makna hidup dapat ditemukan dalam tiga hal: melalui pencapaian atau keberhasilan, cinta, dan penderitaan.
Pencapaian atau keberhasilan merupakan hal yang sangat jelas. Ketika seseorang mampu untuk mengaktualisasikan potensi-potensi yang ia miliki, atau mendapat pengakuan dari orang lain atas pencapaian yang ia raih, ia akan merasa bahwa hidupnya berharga dan bermakna. Maka, tidak dapat dipungkiri bahwa pencapaian adalah sesuatu yang menjadikan seseorang dapat menemukan makna dalam hidupnya.
Demikian pula dengan cinta. Cinta merupakan cara manusia memahami manusia lain sampai sisi pribadi yang terdalam. Melalui cinta, seseorang dapat saling memahami antara satu dengan yang lain. Begitu pula mencintai dan dicintai merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.
Seseorang akan merasa bermakna tatkala ia dicintai oleh orang-orang disekitarnya. Sama halnya ia akan merasa takut untuk kehilangan sesuatu yang ia cintai. Terkadang, alasan seseorang masih ingin tetap hidup adalah demi sesuatu yang ia cintai, baik itu harta, takhta, maupun keluarga.
Kemudian yang terakhir adalah penderitaan. Mungkin terdengar aneh, tapi makna hidup juga dapat seseorang temukan ketika menghadapi keadaan yang tidak membawa harapan. Saat seseorang menghadapi situasi yang tidak dapat ia ubah, pada saat itulah ia dituntut untuk menemukan sebuah potensi manusia yang unik dalam kondisi yang terburuk; sesuatu yang mengubah kemalangan menjadi kemenangan.
Namun, perlu digaris bawahi bahwa penderitaan bukanlah sebuah syarat mutlak bagi seseorang untuk menemukan makna kehidupan. Artinya, seseorang dituntut untuk menemukan sebuah makna hidup dalam sebuah penderitaan ketika penderitaan tersebut sudah tidak dapat dihindari. Namun, ketika penderitaan itu masih dapat dihindari, hal yang harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab dari penderitaan tersebut.
Tentunya, bukan suatu hal yang mudah untuk menemukan sebuah makna dalam penderitaan. Terkadang, seseorang harus berjuang dalam waktu yang lama dan melewati berbagai fase, sampai pada suatu titik ia dapat menemukan sebuah jalan yang membawanya pada makna hidup dalam penderitaan yang ia alami.
Ada berbagai macam jalan untuk menemukan sebuah makna dalam penderitaan. Misalnya saja, dengan menyadari makna dari penderitaannya, seseorang dinilai bertanggung jawab dari tugas yang ia emban dalam kehidupan karena setiap manusia memiliki tugas yang berbeda-beda dalam kehidupan, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Jika dalam kehidupan seseorang memiliki tugas untuk mengurus negara, ia harus bertanggung jawab dengan tugas tersebut.
Demikian jugaādalam sebuah penderitaan yang tidak dapat dihindariāia harus menyadari bahwa tugasnya adalah menerima dan menanggung penderitaan itu. Mungkin terdengar tidak adil, tetapi banyak orang yang merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk mengemban tugas penderitaan dan mencoba untuk menghindarinya.
Namun, bukankah seharusnya seseorang merasa bangga jika ia mampu memikul penderitaan yang tidak semua orang sanggupi? Penderitaan dapat menjadi bukti bahwa ia kuat dan mampu bertanggung jawab atas kehidupan yang dijalani.
Contoh lain terkait "bagaimana makna dapat ditemukan dalam penderitaan" adalah dengan mengabaikan penderitaan tersebut, lalu berfokus mengembangkan potensi-potensi lain dalam diri. Ketika ia telah menemukan potensi baru dalam hidupnya yang dapat memberikan secercah harapan, di saat itulah ia akan menemukan makna baru dalam hidup, makna yang mengubah kekurangan menjadi kelebihan, yang mengubah keterpurukan menjadi kemenangan. Meskipun potensi itu mungkin tidak bersifat duniawi, tetapi justru bernilai spiritual.
Pada akhirnya dapat kita ketahui bahwa makna kehidupanādalam setiap waktu, situasi maupun kondisiādapat berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Baik melalui pencapaian, cinta, maupun penderitaan, makna hidup dapat ditemukan.
Kemampuan manusia dalam menentukan sikap pada kondisi yang ia alami akan mengantarkannya pada makna hidup yang ia cari. Ketika manusia tidak dapat lagi mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik, satu satunya hal yang dapat ia lakukan adalah mengubah cara pandang pada keadaan tersebut dan menemukan makna baru dalam hidupnya.

