Alasan Orang Sulit Keluar dari Hubungan Toksik

10 Desember 2022 12:43 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alasan Orang Sulit Keluar dari Hubungan Toksik
Toxic relationship atau hubungan toksik bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dalam hubungan pertemanan, percintaan, bahkan keluarga.
Millennial
Ilustrasi pacar yang kasar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pacar yang kasar. Foto: Shutter Stock
Toxic relationshipatau hubungan toksik bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dalam hubungan pertemanan, percintaan, bahkan keluarga. Mereka yang terjebak sering kali tak sadar sedang mengalaminya.
Lantas, apa yang membuat orang tetap berada dalam lingkaran setan hubungan toksik?
Menurut Soeprapto, sosiolog alumni UGM, salah satu alasannya adalah ketergantungan yang tinggi dari salah satu pihak, mulai dari aspek ekonomi hingga seks. Alhasil, saat mendapat perlakuan seenaknya dari teman atau partner, para korban tidak bisa lepas begitu saja.
"Juga misalnya itu bisa terjadi karena memang ada ketergantungan-ketergantungan sosial atau psikis karena dia merasa terhibur. Sehingga dalam bahasa cost and reward itu dia menganggapnya bahwa partnernya itu tetap memiliki jasa tetap memiliki sesuatu yang merupakan reward bagi dia," kata Soeprapto kepada kumparan.
Ilustrasi toxic relationship Foto: Resty Pangestu/kumparan
Dia mencontohkan, dalam hubungan toksik bisa saja salah satu pihak merasa tenang dekat partnernya, namun dia tetap temperamental.
"Intinya, penyebabnya adalah karena tidak ada keseimbangan posisi tawar atau bargaining position," imbuhnya.
Soeprapto menjelaskan suatu hubungan bisa dianggap toksik jika perlakuan tak wajar itu terjadi berulang-ulang. Untuk membentuk hubungan yang sehat, menurutnya kedua belah pihak harus bisa saling mengisi dan memberi kenyamanan.
Intinya, sebuah hubungan harus berjalan secara sistemik, bukan berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, penting untuk saling menghargai dan menghormati, termasuk pada hubungan dengan keluarga. Soeprapto menyarankan untuk meninggalkan orang toksik jika perlu. Hal ini dinilai lebih baik, meskipun bisa ada ancaman.
"Kata kuncinya 'harus pisah'. Kalau terus bersama itu pasti akan akan terikat oleh partner yang sebetulnya dia adalah toksik," jelasnya.
Trending Now