Indofood Bagi-bagi Dana Riset buat Mahasiswa S1 yang Lagi Skripsi

1 Juli 2020 11:11 WIB
clock
Diperbarui 21 Januari 2021 11:06 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indofood Bagi-bagi Dana Riset buat Mahasiswa S1 yang Lagi Skripsi
PT Indofood Sukses Makmur, kembali membagikan dana riset bagi mahasiswa melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN). #kumparanMillennial
Millennial
Webinar Indofood Riset Nugraha 2020: Hibah Prestasi untuk Penelitian Skripsi dok YouTube kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Webinar Indofood Riset Nugraha 2020: Hibah Prestasi untuk Penelitian Skripsi dok YouTube kumparan
Salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur, kembali membagikan dana riset melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN). Program ini dapat diikuti mahasiswa S1 yang sedang mengerjakan skripsi.
Berawal pada 1998. IRN pertama kali muncul dengan nama Bogasari Nugraha. Program ini berupaya membantu mahasiswa yang melakukan penelitian meliputi teknologi pangan, gizi dan kesehatan masyarakat, budidaya pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, serta sosial ekonomi dan budaya.
Axton Salim selaku Direktur Indofood mengatakan, selama 22 tahun IRN senantiasa berkembang mengikuti kebutuhan diversifikasi pangan untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. IRN bertujuan untuk membantu pencapaian ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan, melalui eksplorasi sumber daya pangan nasional yang beraneka ragam.
โ€œIndofood berterima kasih bisa bekerja sama dengan para pakar, guru besar, dan peneliti dari universitas terkemuka. Kami berupaya membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dan mencetak peneliti unggul. Sejak awal program hingga kini, Indofood telah mendukung lebih dari 800 orang mahasiswa melalui program IRN,โ€ jelasnya, dalam Webinar IRN 2020: Hibah Prestasi untuk Penelitian Skripsi yang tayang secara virtual di YouTube kumparan dan dihadiri mahasiswa dari 55 universitas.
Selama 22 tahun, Axton menyebut IRN telah diadakan dalam tiga tahap, yaitu:
Tahap 1: Berawal dari Bogasari Nugraha bertemakan diversifikasi pangan berbasis sumber karbohidrat.
Tahap 2: Diadopsi menjadi IRN dan bertemakan diversifikasi pangan berbasis 10 komoditi yang berasal dari pertanian darat dan kelautan untuk mencerdaskan bangsa.
Tahap 3: Bertemakan pengembangan sistem pangan berkelanjutan berbasis potensi dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan prestasi bangsa. Saat ini terjaring 63 peserta program.
IRN merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Indofood pada pilar Building Human Capital. Indofood sebagai Total Food Solution Company dengan kegiatan usahanya meliputi industri penggilingan gandum menjadi tepung terigu, berbagai makanan olahan bermerek, industri agribisnis kelapa sawit dan tanaman lain serta distribusi, telah menjadikan Indofood sebagai bagian dari Sistem Pangan Nasional.
Axton Salim selaku Direktur Indofood dok YouTube kumparan
Axton mengatakan, untuk menjalankan bisnis sebagai penyedia kebutuhan pangan berkelanjutan pihaknya berupaya bertumbuh untuk meningkatkan nilai para stakeholder, seperti karyawan, masyarakat luas, dan pelestarian lingkungan.
Program ini juga fokus membiayai riset mahasiswa di bidang pangan, sebab Axton melihat kondisi perbaikan food security (keamanan pangan) yang belum ditingkatkan dengan lebih signifikan. Apalagi adanya pandemi seperti sekarang yang dampaknya berkembang dari isu kesehatan ke sosial dan ke arah krisis ekonomi sehingga menambah angka kemiskinan serta kerawanan pangan di Indonesia.
โ€œTersedianya pangan yang cukup, kualitas gizi, dan harga yang terjangkau, diperkirakan akan terdampak. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain, akan terganggu perekonomian negara, masyarakat vulnerable(rapuh) akan semakin berisiko, serta risiko produksi dan dampak kenaikan harga akibat adanya kebijakan negara pengekspor pangan untuk berhenti mengekspor,โ€ jelas Axton.
Axton menambahkan, intervensi sains dan teknologi dapat dilakukan di sepanjang rantai pangan. Mulai dari persiapan bibit dan pertanian yang baik, breeding, genetic improvement, modern farming, dan mengurangi food loss melalui post harvest technology storage.
Indonesia sendiri memiliki 145 juta pengguna smartphone. Axton menilai, di sinilah adanya kesempatan untuk memakai teknologi yang fokus dalam mempercepat modernisasi petani di desa. Inovasi kemasan juga membantu dalam memberikan nilai-nilai tambah.
Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M. Sc selaku guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Panelis Indofood Riset Nugraha dok YouTube kumparan
Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M. Sc selaku guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Panelis IRN mengatakan, mahasiswa masih bisa melakukan penelitian meski kini berada di tengah pandemi COVID-19.
Meski ruang gerak terbatas, tapi masih banyak penelitian yang bisa dilakukan. Bustanul menyebut misalnya, meneliti tentang dampak COVID-19 terhadap produk pertanian, perubahan pola konsumsi masyarakat, sampai digitalisasi pertanian. Enggak cuma itu, bisa juga membahas soal perkebunan, perikanan, dan lingkungan hidup.
โ€œMeneliti di tengah pandemi bisa dilakukan. Kalau enggak mungkin ke lapangan, ya, gunakan cara online. Mengirim kuesioner itu boleh. Jangan berkecil hati di kondisi sekarang karena kesempatan terbuka. Apapun yang anda lakukan jangan lupa jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker,โ€ jelasnya di kesempatan yang sama.
Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar IPB dan Ketua Panelis Indofood Riset Nugraha dok YouTube kumparan
Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti program ini harus mengirimkan proposal penelitian sesuai ketentuan. Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar IPB dan Ketua Panelis IRN memaparkan, proposal wajib ditulis dengan susunan sebagai berikut:
โ€œIRN menjadi kesempatan mahasiswa milenial menjawab tantangan pangan di era kenormalan baru. Mahasiswa selalu berani dan punya banyak ide kreatif. Kalau menemukan hambatan, ya, namanya juga penelitian dalam perjalanannya tidak mulus. Kalau mulus peneliti bosen juga. Maka itu namanya riset. Enggak ketemu, research lagi,โ€ ungkap Purwiyatno.
Proposal penelitian IRN bisa dikirim melalui alamat email indofoodrisetnugraha@indofood.co.id atau unggah ke laman www.indofoodrisetnugraha.com/kirim-proposal. Batas akhir pengiriman yaitu 30 Juli 2020.
Trending Now