Konten dari Pengguna
Universitas Kehidupan
25 Mei 2025 13:41 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Universitas Kehidupan
Pada setiap tikungan yang belum tertempuh, atau pun belokan yang terlewati, semua hanyalah samar-samar. Mungkin, inilah sebabnya hidup adalah perjudian.Minhajuddin
Tulisan dari Minhajuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aku memaknai setiap proses perjalanan sebagai pelajaran demi pelajaran yang tak berujung. Kehidupan adalah universitas yang tak dibatasi ruang dan waktu. Kita bisa memilih mana pelajaran yang baik untuk diri dan mana yang seharusnya ditanggalkan.
Aku, sama sekali tak pernah memahami keputusan mana yang benar-benar terbaik, atau memang setiap manusia selalu akan menyesali jejak-jejaknya, entahlah.
Aku menengok ke kiri dan yang terlihat pemandangan yang indah, lalu kualihkan pandanganku ke kanan, ada taman bunga yang menarik. Di depanku hanya pilu dan kesedihan.
Aku menangisi semuanya, bahkan tak ada satupun yang tersisa dari penderitaan yang kelalui. Selebihnya, hanya bayang-bayang kesalahan yang tertinggal di sudut kenangan, menyakitkan mengingat sejauh ini kakiku menjejak setapak yang tak jua mendatangkan ketenangan.
Atau mungkin aku sedang menuai semua, benih-benih kesalahan masa lalu.
Pada setiap tikungan yang belum tertempuh, atau pun belokan yang terlewati, semua hanyalah samar-samar. Mungkin, inilah sebabnya hidup adalah perjudian.
Aku memilih sebuah warung kopi di dekat kos, duduk sambil menikmati kopi hitam dan sepotong roti. Aku membayangkan semuanya hanya berjarak tidak lebih dari sejengkal antara nafsu, niat baik, dan ambisi yang memenuhi kepala. Sangat susah untuk dibedakan, mereka datang dalam rupa yang indah dan memperdayaku. Aku lemah, bahkan sangat rapuh di hadapan mereka.
Di persimpangan jalan kali ini. Aku membayangkan diri menatap jalan yang lebih lurus.
Adakah ketenangan kutemui di ujung jalan ini. Di sudut ketika keringat sudah bercucuran dalam memungut setiap makna kehidupan dari universitas yang tak berbatas.
Manusia sejatinya adalah pembelajar kehidupan yang tidak boleh berhenti bergerak. Kehidupan menawarkan materi-materi yang begitu luas sekaligus juga menawarkan jawabannya. Semesta akan menghadiahkan lezatnya hikmah kepada siapa saja yang tak kenal lelah dalam belajar.
Begitulah hidup mendidik manusia.

