Konten dari Pengguna

Media dan Kehidupan Sosial: Antara Edukasi, Hiburan, dan Propaganda

Mirza Azkia Muhammad Adiba
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
17 Agustus 2025 8:01 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Media dan Kehidupan Sosial: Antara Edukasi, Hiburan, dan Propaganda
Media kini bukan sekadar penyampai berita, tapi juga penggerak opini, pembentuk budaya, dan agen perubahan sosial. Dari edukasi publik, hiburan yang membentuk tren, hingga propaganda yang memengaruhi
Mirza Azkia Muhammad Adiba
Tulisan dari Mirza Azkia Muhammad Adiba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Chat GpT
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Chat GpT
Media massa tidak sebatas penyampai informasi saja tetapi saat ini sudah menjadi salah satu penggerak utama dalam membentuk cara berpikir masyarakat. Dengan memberikan informasi melalui berita, program dan konten, media bisa mempengaruhi cara manusia memahami peristiwa, menilai suatu isu hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemudahan yang ada menjadikan setiap media bagian dari rutinitas sehari-hari, baik saat membaca berita, menonton televisi maupun ketika menggunakan media sosial.
Media juga memiliki peran dalam membangun budaya, identitas sosial, gaya berpakaian, tren musik hingga interaksi sosial. Kondisi ini memperlihatkan bahwa media tidak hanya mengikuti selera publik saja, tetapi turut ikut membentuk selera publik. Akibatnya, generasi yang tumbuh di era digital tumbuh dengan nilai dan kebiasaan yang sangat dipengaruhi oleh arus informasi dan hiburan dari berbagai platform media.
Kekuatan media sebagai pilar sosial juga dilihat dari kemampuannya sebagai penghubung berbagai kelompok masyarakat. Informasi yang disebarkan media dapat menyatukan persepsi, membangun empati serta menggerakkan aksi baik dalam aspek sosial, politik, kampanye, hingga partisipasi politik. Media merupakan kekuatan sosial yang mampu menghubungkan individu dalam masyarakat, membentuk pola pikir dan memengaruhi arah perubahan sosial.
Media tidak sebatas sebagai sumber informasi tetapi juga sebagai guru publik yang ada di masyarakat, lewat tayangan dokumenter, program edukasi, tulisan mendalam dan kampanye sosial. Melalui platform ini media mampu membantu masyarakat memahami isu-isu penting, seperti kesehatan, lingkungan, hak asasi manusia hingga pembangunan teknologi. Melalui cara ini, media memiliki peran untuk membuka wawasan yang mungkin tidak didapatkan dari pendidikan formal saja.
Peran edukatif juga dilihat dari kemampuannya mengubah perilaku masyarakat. Contohnya, kampanye tentang bahaya rokok, pentingnya mencuci tangan, dan keamanan data pribadi. Informasi yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami membuat pesan-pesan edukatif ini lebih mudah diingat dan diikuti.
Melalui kecanggihan teknologi memungkinkan fungsi edukasi bagi media bisa menjangkau audiens melalui saluran media sosial. Format yang dikemas juga sangat relevan bagi berbagai kelompok usia dan latar belakang. Oleh karena itu, media tidak sebatas sebagai penghibur saja, tetapi juga membentuk pengetahuan dan kesadaran kolektif masyarakat.
Media memiliki kekauatan untuk membentuk budaya populer lewat film, acara televisi, serial film hingga konten media sosial. Hiburan bukan saja menjadi pelepas penat saja tetapi memiliki pengaruh dalam cara berpakaian, selera musik hingga penggunaan bahasa. Apa yang viral di media menjadi acuan gaya hidup, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah arus informasi dan hiburan tanpa batas.
Media juga menjadi ruang bagi identitas dan tren budaya dibentuk secara kolektif, sebagai contoh drama korea, budaya fandom yang menjadi fenomena hasil dari konsumsi produk digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa hiburan bukan lagi sekadar konsumsi pasif, melainkan sebuah interaksi yang mempengaruhi preferensi, perilaku, bahkan aspirasi masyarakat.
Hiburan juga dapat menyatukan masyarakat lintas batas geografis, sosial, budaya, agama melalui acara olahraga dan aksi sosial. Dengan demikian, fungsi hiburan media tidak hanya membentuk selera individu, tetapi juga menjadi kekuatan yang membangun jejaring sosial dan memperkaya budaya global.
Selain itu, media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik lewat pemilihan isu, sudut pandang pemberitaan dan bagaimana media membingkai informasi. Melalui tayangan berita yang disiarkan dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat memandang suatu peristiwa atau tokoh. Contohnya saat memberitakan secara terus menerus tentang isu kesehatan yang dapat mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku lebih sehat. Dalam beberapa kasus, media juga sebagai penentu agenda yang bisa menentukan topik apa yang bisa menjadi perhatian publik.
Tidak hanya sekedar membentuk pandangan, media juga dapat melakukan mobilisasi dukungan massa melalui kampanye secara online, siaran langsung hingga gerakan hastag di media sosial, masyarakat diajak terlibat langsung dalam suatu gerakan. Fenomena ini dapat dilihat pada gerakan sosial global yang berkembang pesat karena penyebaran informasi melalui platform digital.
Pengaruh media juga mempunyai potensi untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan. Dengan liputan yang masif dan viral maupun mengunggah simpati, menekan pengambil kebijakan hingga mengubah regulasi. Dengan kekuatan ini, media tidak hanya sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan massa untuk bertindak dalam skala luas.
Trending Now