Konten dari Pengguna
Upskilling: Cara Driver Online Naik Kelas di Era Gig Economy
13 November 2025 19:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Upskilling: Cara Driver Online Naik Kelas di Era Gig Economy
Upskilling membuat driver online tidak hanya menunggu order, tetapi dipilih pelanggan. Skill membuka peluang pendapatan lebih stabil dan memberi arah karier jangka panjang dalam gig economyPutu Dyah Permatha Korry
Tulisan dari Putu Dyah Permatha Korry tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Driver Online menghadapi persaingan ketat di era Gig Economy. Dengan Upskilling, mereka tidak lagi hanya menunggu order, tetapi dipilih pelanggan.
Setiap hari, ribuan driver online berpacu dengan waktu demi mendapatkan pendapatan harian. Siapa yang memperoleh orderan paling banyak, dialah pemenangnya. Pendapatan harian mereka ditentukan oleh 3 hal yang berada diluar kendali mereka sepenuhnya: rating, permintaan pelanggan dan algoritma aplikasi.
Masalah yang timbul saat ini sederhana, tetapi dampaknya besar bagi para driver: jumlah driver bertambah jauh lebih cepat daripada jumlah order yang tersedia.
Dalam situasi seperti ini, mereka bukan hanya bersaing soal kemampuan mengemudi, tetapi juga bagaimana keahliannya dalam membuat pelanggan lebih memilih mereka dibandingkan driver lainnya. Karena bagi mereka, pekerjaan ini bukan hanya soal jarak, tetapi juga keberlanjutan pendapatan.
Tidak mengherankan, banyak dari mereka mulai berpikir ke depan, bahwa yang dibutuhkan bukan hanya soal bertahan tetapi "Mereka ingin naik kelas"
Dari temuan penelitian yang dilakukan dengan metode Focus Group Discussion yang dilakukan di Jakarta, Yogyakarta dan Bali memunculkan pola yang serupa. Para driver tidak melihat bahwa profesi ini merupakan tujuan akhir mereka
" Di usia tertentu, fisik kami tidak lagi kuat membawa motor seharian", kata seorang pengemudi di Bali. Mereka menyadari bahwa penting untuk mempersiapkan masa depan, bukan karena pekerjaan ini tidak layak tetapi karena semakin lama ketidakpastian pendapatan semakin terasa.
Dua Arah Upskilling yang Dibutuhkan Driver Online
Kelompok pertama berkeinginan untuk tetap berada di dalam ekosistem platform, akan tetapi dengan daya tawar yang lebih kuat. mereka ingin naik kelas, dari pengemudi motor menjadi mobil atau bahkan beralih ke layanan premium. Jenis pelatihan seperti pelatihan bahasa asing, cara melayani pelanggan dan juga grooming dan penampilan profesional dirasa tepat. pelatihan sederhana yang berdampak langsung pada pendapatan karena akan berdampak pada peningkatan rating dan loyalitas pelanggan.
"Kalau bisa jelasin rute ke turis pakai bahasa inggris, biasanya mereka repeat order atau kasih tip" ujar driver di Yogyakarta dalam FGD.
Skill kecil yang membuat rating dan orderan naik sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan. Ini bukan konsep tetapi kejadian nyata di lapangan
Kelompok kedua melihat bahwa pekerjaan ini adalah sementara dan mereka mempersiapkan jalan keluar dengan keterampilan yang bisa digunakan di sektor lain atau membuka usaha sendiri.
Jenis pelatihan yang mereka harapkan antara lain: pelatihan digital marketing, kewirausahaan dan juga keahlian vokasional seperti desain, admin media sosial, dan lain-lain).
Namun satu hal yang mereka tekankan adalah, mereka menginginkan pelatihan yang bisa diakui secara resmi dan bukan hanya sekadar pelatihan formal.
Hal ini menegaskan bahwa pentingnya micro-credential berupa pelatihan singkat, sertifikasi resmi yang fokus dan diakui oleh industri
Upskilling tidak berarti harus pindah ke sektor formal
munculnya miskonsepsi yang menyatakan bahwa kegiatan pelatihan bertujuan untuk mengarahkan driver kembali ke pekerjaan kantoran atau pekerjaan formal. Padahal sebagian besar driver justru merasa fleksibilitas di sektor ini adalah salah satu daya tarik utamanya sehingga mereka ingin tetap berada di gig economy ini, akan tetapi dalam posisi yang lebih aman dan pendapatan yang lebih stabil. upskilling ini akan membantu mereka bertahan dan menang di sektor gig economy
"Kalau bisa bahasa inggris, biasanya lebih sering dipilih oleh turis" ujar driver di Yogyakarta
Driver juga mengatakan bahwa rating menjadi lebih tinggi jika mampu memberikan layanan pelanggan yang baik, sehingga kesempatan naik kelas ke sektor premium lebih terbuka.
Dengan skill tambahan, mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada algoritma aplikasi, tetapi bisa menciptakan peluangnya sendiri.
Skill sebagai perlindungan sosial baru
Selama ini, perlindungan sosial dipahami sebagai bantuan tunai, asuransi kesehatan atau subsidi, namun dalam dunia kerja modern, pelatihan dan peningkatan keterampilan menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial baru.
Melalui pelatihan, maka pengemudi bisa meningkatkan pendapatannya hari ini dan juga memiliki pilihan karier untuk esok hari.
Pendapatan bisa naik turun, algoritma aplikasi bisa berubah, tetapi skill akan tetap melekat pada orangnya.
Butuh kolaborasi multi-aktor
Upskilling sering kali dianggap sebagai tanggung jawab platform semata, seolah-olah keterampilan driver hanya tanggung jawab satu pihak. Padahal ekosistem gig economy jauh lebih kompleks dan melibatkan banyak aktor.
Pihak platform bisa memberikan pelatihan yang berdampak langsung pada peningkatan rating dan peluang pelanggan memilih mereka seperti cara menyapa pelanggan, pelatihan bahasa asing maupun penampilan.
Namun pelatihan ini saja tidak cukup, driver juga membutuhkan pelatihan yang bisa diakui secara resmi di dunia industri seperti sertifikasi resmi. Pihak pemerintah bisa merancang mekanisme micro-credential atau sertifikasi yang berlaku lintas industri. Banyak Driver Online dan Ojek Online mengikuti pelatihan Microcredential untuk mempersiapkan pivot karier ke sektor lain atau membuka usaha baru.
Universitas dan lembaga pelatihan juga berperan dalam menyediakan modul dan pelatihan bagi para driver
Sedangkan industri dan UMKM dapat berperan sebagai ruang praktik, magang dan peluang usaha baru bagi pengemudi.
Pelatihan tidak bisa hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus mampu membuka pintu pada kesempatan ekonomi yang nyata.
Pada akhirnya, para driver online adalah wajah nyata dari ekonomi digital yang fleksibel, dinamis namun juga rentan. Upskilling dapat memberikan mereka sesuatu yang tidak diberikan oleh algoritma atau promo insentif yaitu: kendali atas masa depan.
Melalui keterampilan baru, peningkatan pendapatan bukan karena menunggu order, tetapi pelanggan yang memilih mereka. Bahkan dengan keterampilan baru mereka bisa membuka jalan menuju peluang baru dan karier baru. Skill bukan hanya kemampuan teknis, ketika driver memiliki skill maka ia memiliki pilihan. Dan pilihan adalah kebebasan

