Konten dari Pengguna

Manusia dan Ikan Cupang: Dua Makhluk yang Sama-Sama Kehilangan Irama Hidupnya

Monica Theresia Luin
Mahasiswa Psikologi, Universitas Airlangga 2025
3 Desember 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Manusia dan Ikan Cupang: Dua Makhluk yang Sama-Sama Kehilangan Irama Hidupnya
Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang tanpa terkena paparan cahaya handphone? Sulit untuk membedakan siang dan malam ketika terpapar dengan cahaya yang selalu terpancar. Cahaya yang dulunya a
Monica Theresia Luin
Tulisan dari Monica Theresia Luin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi ikan cupang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan cupang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang tanpa terkena paparan cahaya handphone? Sulit untuk membedakan siang dan malam ketika terpapar dengan cahaya yang selalu terpancar. Cahaya yang dulunya ada sebagai pengatur jam alami di dalam tubuh kini menjadi salah satu penyebab mengacaukan irama hidup kita, jam yang sama juga dimiliki ikan cupang.

Cahaya: Pengatur Irama Tak Kasat Mata

Dalam hidup manusia, terdapat jam alami yang mengarahkan siklus tubuh. Sebuah ritme yang mengatur siklus di dalam tubuh manusia, seperti kapan kita mengantuk, lapar, dan bahkan saat kita bahagia. Menurut Milosavljevic (2019) dalam jurnal "How Does Light Regulate Mood and Behavioral State?" sistem yang disebut ritme sirkadian ini bekerja berdasarkan siklus terang dan gelap, dan pusat kendali utamanya terletak di otak, tepatnya pada struktur kecil bernama suprachiasmatic nucleus (SCN) di hipotalamus.
SCN menerima informasi tentang cahaya dari mata melalui jalur khusus yang disebut retinohypothalamic tract (RHT). Pada mata, cahaya tidak hanya ditangkap oleh sel batang dan kerucut yang membantu kita melihat, tetapi juga oleh sel unik bernama intrinsically photosensitive retinal ganglion cells (ipRGCs) yang mengandung pigmen melanopsin. Sel inilah yang menerjemahkan cahaya menjadi sinyal penanda waktu bagi otak manusia.
Begadang untuk belajar, scrolling media sosial, serta tidur dengan lampu yang menyala merupakan beberapa contoh aktivitas yang memberikan dampak negatif pada tubuh kita.Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Blume et al. (2019) dalam jurnal Somnologie, paparan cahaya biru dari handphone atau lampu LED dalam jangka waktu lama dapat mengacaukan jam biologis tubuh.
Cahaya biru ini memberi sinyal palsu ke otak seolah hari masih berlangsung, sehingga ritme sirkadian menjadi terganggu antara siang dan malam. Akibatnya, produksi hormon melatonin terganggu, membuat tubuh sulit merasa mengantuk meski waktu tidur telah tiba, tubuh mengalami keterlambatan fase tidur, meningkatnya kewaspadaan malam hari, dan penurunan kualitas istirahat.
Keseimbangan cahaya alami berperan penting dalam menjaga kestabilan sistem saraf dan hormonal. Gangguan terhadap pola ini tidak hanya memengaruhi tidur, tetapi juga berdampak pada sistem neurotransmiter seperti serotonin, yang mengatur suasana hati dan emosi. Ketika ritme sirkadian terganggu dapat menyebabkan kadar serotonin menurun, peningkatan stres, penurunan stabilitas emosi, dan peningkatan risiko lebih tinggi mengalami depresi.

Ketika Cupang Pun Kehilangan Irama

Seekor ikan cupang di dalam akuarium mengalami hal serupa ketika cahaya dibiarkan menyala tanpa henti. Dalam kondisi pencahayaan yang berlebih, ikan tersebut menjadi lebih gelisah dan kehilangan kemampuan untuk menahan diri dari impuls agresifnya. Sementara itu, ikan yang diberi waktu untuk beristirahat dalam gelap menunjukkan perilaku yang lebih tenang dan terkendali.
Penelitian yang dilakukan oleh The University of Montana (2019) menunjukkan bahwa durasi dan intensitas cahaya berpengaruh langsung terhadap kemampuan self-control ikan cupang dengan paparan cahaya. Semakin lama paparan cahaya, semakin rendah kemampuan pengendalian dirinya. Sebaliknya, ikan yang hidup dalam siklus cahaya yang seimbang waktu terang dan gelap, menunjukkan kondisi fisiologis dan perilaku yang lebih stabil. Mereka lebih aktif di siang hari, lebih tenang di malam hari, dan memperlihatkan respons alami yang menandakan ritme biologisnya berjalan dengan baik.

Satu Matahari, Dua Nasib

Baik manusia maupun ikan cupang, semuanya dikendalikan oleh sistem tubuh yang sensitif terhadap cahaya. Hanya saja, manusia dalam era perkembangan iptek sering mengabaikan pentingnya istirahat dengan tidak adanya cahaya. Kita memperlama waktu siang dengan layar, lampu malam, dan hiburan digital, sama halnya dengan ikan cupang di akuarium rumah sering dibiarkan tanpa siklus malam yang jelas. Padahal keduanya adalah makhluk hidup yang membutuhkan ritme yang teratur antara terang dan gelap agar sistem serotonin, melatonin berjalan dengan baik.
Dengan dua hormon itu, sanagat penting sehingga berdampak kepada mood dan ketenangan untuk tetap seimbang. Ketika siklus ini terganggu, efeknya manusia menjadi mudah gelisah dan lelah, sama halnya dengan ikan cupang yang menjadi lebih agresif dan stres.Dari dua makhluk ini, kita belajar bahwa gelap bukanlah musuh, melainkan bagian penting dari kehidupan, bagian dimana sebagai penanda bahwa itu waktu untuk istirahat.
Penerapan pencahayaan alami yang tepat waktu terbukti dapat menyeimbangkan suasana hati dan memperbaiki pola tidur. Hal yang sama berlaku pada ikan cupang yang diberi jeda waktu tanpa cahaya untuk beristirahat, sehingga mereka menunjukkan perilaku lebih tenang dan sehat. Mungkin, di tengah dunia yang serba terang ini, kita justru perlu belajar dari makhluk kecil dalam akuarium. Bahwa kehilangan kehilangan keseimbangan antara gelap dan terang berarti kehilangan siklus dan irama hidup.

Referensi

Blume, C., Garbazza, C., & Spitschan, M. (2019). Effects of light on human circadian rhythms, sleep and mood. In Somnologie (Vol. 23, Issue 3, pp. 147–156). Dr. Dietrich Steinkopff Verlag GmbH and Co. KG. https://doi.org/10.1007/s11818-019-00215-x
Lamp, K. G. (n.d.). The Effect of Photocycle on Self-Control in Betta splendens. https://scholarworks.umt.edu/etd/991
Milosavljevic, N. (2019). How Does Light Regulate Mood and Behavioral State? In Clocks and Sleep (Vol. 1, Issue 3, pp. 319–331). MDPI. https://doi.org/10.3390/clockssleep1030027
Trending Now