Konten dari Pengguna

Melihat Cara Partai Komunis China Gembleng Kader dan Menjaga Stabilitas Nasional

Muhammad Fadjar Hadi
masih hidup dan masih bertahan
2 Juni 2025 11:23 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Melihat Cara Partai Komunis China Gembleng Kader dan Menjaga Stabilitas Nasional
Menyusuri Sekolah CPC Shanghai: Dapur Gembleng Kader Komunis-Kunci Stabilitas Nasional
Muhammad Fadjar Hadi
Tulisan dari Muhammad Fadjar Hadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suasana di dalam sekolah partai komunis Shanghai
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di dalam sekolah partai komunis Shanghai
Komunis hingga saat ini, masih menjadi hal tabu dan telarang di Indonesia. Bahkan, baru mendengar kata komunis saja, bisa membuat beberapa pihak tersinggung.
Tentu bukan tanpa sebab. Masyarakat dan pemerintah Indonesia mempunyai hubungan dan sejarah kelam dengan Partai Komunis Indonesia besutan Semaun dkk.
Menariknya, beberapa negara dengan latar belakang ideologi komunis saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang. Salah satu contohnya adalah China. Pada era 1980 hingga 1990-an, negara tirai bambu ini menghadapi tantangan besar dalam pembangunan dan ekonominya, bahkan bisa dibilang masih tertinggal dibanding Indonesia pada masa itu.
Akan tetapi saat ini, kondisi China berubah 180 derajat. Hal itu terlihat jelas dari bagaimana kondisi di Shanghai, ibu kota Beijing dan beberapa kota lainnya jika dibanding dengan kondisi di Indonesia.
Majunya negara ini tidak lepas dari Partai Komunis China (PKC) yang berhasil membawa perubahan besar sejak mereka dibentuk pada 1921 oleh Zhou Enlai, Chen Duxio, Mao Zedong, dkk.
Meski sering digempur sanksi Barat hingga Amerika, bukan menjadikan pemerintahan China yang motori PKC jadi negara terbelakang. Justru berbagai tekanan ini disikapi dengan baik oleh pemerintah China sebagai motivasi untuk bangkit dan berinovasi.
Saya berkesempatan melihat salah satu sekolah Communist Party of China (CPC) di Shanghai yakni SPI/SAI atau Shanghai Party Insitute of CPC and Shanghai Administration Institute pada Jumat (23/5).
Bangunan SPI/SAI, jika dilihat dari luar, hampir mirip seperti hotel bertingkat. Bahkan bangunannya tidak terlihat seperti sekolah pada umumnya. Namun, begitu masuk ke dalam, kita akan melihat banyak remaja dan orang dewasa yang sibuk lalu lalang untuk belajar. Mereka menggunakan pakaian kemeja rapi disertai pin berwarna emas dengan logo bendera CPC. Mereka yang belajar di sini merupakan kader CPC dari beberapa wilayah di China.
Kunjungan ke SPI/SAI ini dalam rangkaian undangan Departemen Internasional CPC pada 19-27 Mei 2025. Puncak kegiatan acara berlangsung pada Senin (26/5) di Beijing, dengan agenda diskusi bersama Vice-minister of The International Departement of the CPC Mr Qian Hongsan.
Selain mengundang media, CPC mengundang perwakilan partai politik hingga lembaga Think-Tank untuk diskusi sekaligus mempererat hubungan dan meningkatkan kerja sama China dengan negara-negra Asia.
Pin yang biasa dipakai kader partai komunis

CPC Punya 99,18 juta kader

Selama berada di SPI/SAI, kumparan dan delegasi didampingi oleh wakil presiden SPI/SAI yakni Prof. Luo Feng. Prof. Luo menjelaskan, CPC merupakan partai dengan jumlah kader terbanyak nomor dua di dunia. Tercatat mereka memiliki kader mencapai 99,18 juta.
“Di akhir 2023, kami menerima 20,98 juta pendaftaran kader partai di mana 10,54 juta adalah kader aktif,” ucap Prof Luo.
Prof Luo menjelaskan, CPC mempunyai struktur yang jelas dan solid mulai dari tingkat bawah atau biasa disebut akar rumput atau grassroot. Di atas akar rumput partai, ada tiga struktur penting yakni grup partai, komite kerja partai dan kominte partai regional (daerah) atau seperti DPD.
“Organisasi yang longgar dan tidak terorganisir tidak dapat menyelesaikan sesuatu, juga tidak dapat berhasil dalam mencapai apa pun. Jika organisasi partai beroperasi seperti penginapan pinggir jalan atau pasar yang ramai di mana orang-orang datang dan pergi sesuka mereka, bagaimana mungkin itu bisa memiliki kekuatan inti?” kata Prof Luo.
Prof Luo kemudian mengutip pernyataan Presiden Xi Jinping. Xi mengatakan, jika partai dikelola dengan buruk dan tidak diatur secara ketat, sudah pasti akan muncul masalah menonjol dalam internal yang akan memicu amarah rakyat hingga berujung ketidakpercayaan.
“Jika rakyat sudah benci, masalah ini tidak akan bisa ditangani hingga akhirnya (partai) akan kehilangan status pemerintahannya dan pasti dihilangkan oleh sejarah,” ucap Prof Luo mengutip Xi.
Buku Saku yang diberikan Partai Komunis China

Materi yang diajarkan buat Kader Komunis

Prof Luo menjelaskan, ada banyal hal mendasar yang diajarkan kepada kader komunis sebagai calon pemimpin masa depan. Mulai dari 5 kunci disiplin dan 8 ketentuan utama.
Berikut 5 kunci disiplin yang diajarkan kepada kader:
Berikut 8 ketentuan yang diajarkan kepada kader:
Prof Luo bilang, 8 ketentuan ini disepakati berdasarkan hasil kongres nasional ke-18 CPC pada 2012 dan disusun oleh biro politik.
Prof Luo melanjutkan, setelah diterapkan bertahun-tahun, terbukti 8 poin bisa membawa CPC dan China semakin maju. Hal ini seperti disampaikan oleh Xi Jinping.
“Selama bertahun-tahun, peraturan 8 poin memang telah mendorong perubahan mendasar, membawa perubahan yang menyegarkan dalam perilaku. Banyak masalah yang sudah berlangsung lama dan mengakar sebagian besar telah dihilangkan,” kata Prof Luo mengutip Xi Jinping.

Sanksi Keras Buat Pelanggar Aturan

CPC pun membeberkan, tidak semua kader bisa mematuhi dan menjalankan 5 kuci disiplin dan 8 ketentuan utama. Jelas ada sanksi bagi kader yang melanggar.
“Pada 27 April 2025, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawas Nasional merilis ringkasan kasus sejak Maret 2025 yang melibatkan pelanggaran peraturan 8 poin,” kata Prof Luo.
“Ini menandai bulan ke-139 berturut-turut data bulanan yang dipublikasikan,” tambah dia.
Dari data yang kumparan terima, sejak Kongres Nasional ke-18 dan hingga akhir tahun 2024, total ada 1.059.359 kasus berkaitan dengan pelanggaran peraturan 8 poin dan telah diselidiki dan ditangani secara nasional.
Hanya saja, apa sanksi keras yang dijatuhkan kepada para pelanggar, CPC tidak memberikan data. Namun yang pasti, mereka semua sudah ditindak secara tegas.
“Meningkatkan perilaku partai adalah perjalanan yang tidak ada habisnya,” tutur Prof Luo.

Alasan CPC undang media luar

Pembatasan media jadi salah satu hal yang menarik dan mendapat sorotan bagi saya. Saya pun sempat mananyalan jika pemerintah CPC membatasi dan mengontrol penuh media, mengapa mereka sampai haeus mengundang media, bahkan dari luar.
Seorang pejabat dari biro internasional CPC menyebut, biar bagaimanapun peran media tetap diperlukan. Utamanya peran dari media luar. Tujuannya, untuk memperlihatkan kepada masyarakat dunia bagaimana kondisi pemerintah dan masyarakat China yang sebenarnya.
“Banyak media luar salah mengartikan bagaimana kondisi sebenarnya di sini, utamanya dari barat. Maka dari itu, kami mengundang rekan-rekan untuk meliput dan melihat secara langsung bagaimana kondisi kehidupan sebenarnya yang ada di sini,” ucap pejabat tersebut.
Trending Now