Konten dari Pengguna

Mungkin yang Kita Butuhkan Bukan Liburan, Tapi Diri Kita Sendiri

Muhammad Haikal
Mahasiswa Prodi Ilmu Al- Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
9 Juli 2025 14:47 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mungkin yang Kita Butuhkan Bukan Liburan, Tapi Diri Kita Sendiri
Kita sering baru mencari diri sendiri saat sudah kelelahan, kehilangan arah, atau merasa hampa. Tapi sesungguhnya, pertemuan dengan diri bukan hal yang harus ditunda.
Muhammad Haikal
Tulisan dari Muhammad Haikal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sendiri (sumber: Pixabay. com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sendiri (sumber: Pixabay. com)
Kita pernah merasa begitu lelah, padahal tubuh kita baik-baik saja? Atau merasa kosong, walau sekeliling kita ramai? Itu mungkin bukan karena kita kurang tidur, bukan juga karena pekerjaan kita terlalu berat. Bisa jadi… karena kita sudah terlalu lama menjauh dari satu sosok penting dalam hidupmu: diri kita sendiri.
Di Antara Keramaian, Kita Bisa Kehilangan Diri Sendiri
Kita hidup di zaman yang serba cepat. Jadwal padat, notifikasi tak pernah berhenti, dan standar pencapaian yang terus naik membuat kita sibuk menjadi versi terbaik menurut orang lain. Kita lupa bahwa menjadi sibuk bukan selalu berarti hidup. Bahwa bergerak terus-menerus bukan selalu berarti maju.
Tanpa disadari, kita mulai hidup otomatis: bangun, bekerja, bersosialisasi, lalu tidur. Siklus itu berulang hari demi hari. Kita begitu fokus “menjadi sesuatu” di mata dunia, hingga lupa menjadi seseorang yang utuh bagi diri sendiri.
Kita kehilangan keintiman dengan diri kita. Padahal, siapa yang lebih mengenal dirimu jika bukan kamu sendiri?
Menemui Diri Sendiri: Sebuah Praktik yang Terlupakan
Menemui diri sendiri bukan hal mistis, bukan pula bentuk egoisme. Ini tentang melihat ke dalam, bukan hanya ke luar. Ini tentang memberi ruang untuk merasa tanpa tergesa, berpikir tanpa gangguan, dan bernapas tanpa beban.
Banyak dari kita terbiasa berpura-pura kuat, terus tersenyum, menampakkan versi terbaik ke dunia. Tapi di balik itu semua, ada hati yang lelah, ada batin yang rindu untuk dipeluk—oleh diri sendiri.
Pertanyaannya: kapan terakhir kali kamu benar-benar hadir untuk dirimu sendiri? Bukan hadir sebagai pekerja, teman, anak, pasangan, atau orang tua. Tapi hadir sebagai manusia, yang punya hak untuk merasa, diam, bertanya, dan menjawab dirinya sendiri.
Tanda Kamu Butuh Bertemu Diri Sendiri
Coba renungkan—apakah kamu mengalami hal-hal ini?
• Merasa hampa meski banyak hal tercapai
• Sulit tidur meski tubuh lelah
• Sering merasa "asing" dengan pilihan hidup sendiri
• Tidak bisa menjawab dengan jujur saat ditanya, “Apa kabar?”
• Merasa kehilangan arah, tapi tak tahu kenapa
Jika iya, itu bukan hal yang harus ditakuti. Itu justru undangan lembut dari jiwamu untuk duduk dan berbicara dengannya sejenak.
Bagaimana Cara Menemui Diri Sendiri?
Kamu tidak perlu naik gunung, pergi ke tempat sunyi, atau mematikan semua media sosial (meski itu bisa membantu). Bertemu diri sendiri bisa dilakukan lewat hal-hal sederhana yang sering kita abaikan:
1. Diam Sejenak
Luangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk duduk tanpa melakukan apa pun. Tidak perlu meditasi sempurna. Cukup diam dan perhatikan perasaan yang muncul. Biarkan pikiran berjalan tanpa dihakimi. Kadang, dalam keheningan, suara hati paling jujur akan terdengar.
2. Menulis Tanpa Sensor
Ambil buku atau buka aplikasi catatan. Tulis apa pun yang kamu rasakan. Tidak perlu rapi, tidak perlu puitis. Tulis dengan jujur, mentah, dan apa adanya. Kamu akan kaget betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kamu sampaikan pada dirimu sendiri.
3. Berjalan Tanpa Tujuan
Keluar rumah, berjalan sendiri tanpa arah jelas. Amati langit, hirup udara, perhatikan langkahmu. Aktivitas ini membantu kamu "turun dari kepala", dan kembali terhubung dengan tubuh serta perasaanmu.
4. Bertanya pada Diri Sendiri
Tanyakan hal-hal sederhana namun bermakna, seperti:
• “Apa yang sebenarnya aku butuhkan hari ini?”
• “Apa yang sedang aku rasakan, dan kenapa?”
• “Apa aku masih hidup dengan nilai-nilai yang aku yakini?”
Tidak semua pertanyaan harus dijawab saat itu juga. Tapi memberi ruang untuk bertanya adalah langkah awal untuk pulang.
Apa yang Akan Kamu Temukan di Dalam Dirimu?
Mungkin kamu akan menemukan luka lama yang belum selesai. Mungkin kamu akan menangis, atau malah tertawa kecil karena baru sadar ada hal-hal yang selama ini kamu abaikan. Bisa jadi kamu menemukan impian yang sempat hilang, atau rasa damai yang selama ini kamu kejar di luar, padahal tersembunyi di dalam dirimu sendiri.
Menemui diri sendiri bisa menyembuhkan. Tidak secara ajaib, tapi perlahan dan nyata.
Jangan Menunggu Lelah untuk Pulang
Kita sering baru mencari diri sendiri saat sudah kelelahan, kehilangan arah, atau merasa hampa. Tapi sesungguhnya, pertemuan dengan diri bukan hal yang harus ditunda. Ia seharusnya menjadi bagian dari hidup, seperti makan atau tidur.
Temui dirimu di sela aktivitas, bukan hanya di saat krisis. Karena semakin sering kamu bertemu dirimu, semakin kuat koneksi batin yang terbangun. Dan dari situlah lahir keberanian untuk hidup lebih otentik, lebih utuh.
Penutup: Dunia Bisa Menunggu, Tapi Hatimu Tidak
Di antara kesibukan dan tuntutan dunia, ingatlah: kamu tetap manusia. Dan manusia butuh ruang untuk merasa, untuk bertanya, dan untuk kembali ke rumah yang paling pertama: diri sendiri.
Jadi, sesekali, jauhkan diri dari keramaian. Tutup laptopmu. Matikan notifikasi. Dan duduklah bersama dirimu. Dengarkan. Peluk. Maafkan. Dan katakan, “Aku di sini. Aku bersamamu.”
Karena ketika kita bersahabat dengan diri sendiri, kita tidak pernah benar-benar sendirian.
Trending Now