Konten dari Pengguna
Butterfly in My Stomach, Tak Melulu Perihal Percintaan Saja
3 Desember 2025 21:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Butterfly in My Stomach, Tak Melulu Perihal Percintaan Saja
Butterfly in my stomach tak selalu soal percintaanmu saja. Sebab sensasi "kupu-kupu" di perut itu sering hadir ketika kegugupan, kecemasan, dan momen genting yang lain diam-diam mengetuk keberanian.Muhammad Ilham Akbar B
Tulisan dari Muhammad Ilham Akbar B tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adakalanya dada ini terasa sempit, langkah terasa berat, dan perut seolah menampung kupu-kupu yang baru belajar mengepak sayap dalam ruang tubuh yang rapuh. Banyak orang bilang, sensasi macam ini adalah bahasa pertama dari jatuh cinta. Istilah baratnya butterfly in my stomach.
Barangkali hampir semua orang pernah merasakan sensasi ini. Sebuah isyarat halus bahwa ada seseorang yang mulai berarti di hidup kita. Sensasi ini muncul sebelum mata sempat bertukar tatap, sebelum kata-kata melantunkan kejujurannya, bahkan sebelum benak kita berani mengakui apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Namun, sensasi macam ini ternyata bukan hanya milik cinta-cintaan. Ada perkara lain yang jauh lebih luas, yang dalam senyap membuat kupu-kupu itu berterbangan pada setiap momen yang justru tidak ada hubungannya dengan cinta.
Butterfly in my stomach adalah mekanisme alami tubuh kita
Butterfly in my stomach bisa terjadi kapan saja. Misalnya saat kita menunggu giliran wawancara kerja, saat ingin presentasi di kelas, atau saat ingin pertama kali memberi pidato di khalayak umum. Tubuh kita merespons semua situasi ini dengan cara yang mirip. Gugup.
Sebagian lainnya bahkan yang merasakan detak jantung meningkat, kaki lemas, mulut kering, dan tangan berkeringat.
Sejatinya fenomena ini bisa dijelaskan melalui kerja sistem saraf otonom. Menukil Bradley Elliott peneliti dari University of Westminster dalam tulisannya Explainer: why do we get butterflies in our stomachs? Tubuh manusia dilengkapi sistem yang pintar mengatur detak jantung, aliran darah, dan pencernaan.
Salah satu cabangnya, sistem simpatik, aktif saat tubuh mendeteksi situasi menegangkan. Darah dialihkan dari perut ke otot-otot lengan dan kaki, adrenalin dilepaskan, detak jantung meningkat, dan glukosa dari hati dilepas untuk memberi energi ekstra. Akibatnya, pencernaan melambat, otot perut menegang, dan sensasi aneh yang kita kenal sebagai “kupu-kupu” muncul di perut. Fenomena ini adalah bukti bagaimana tubuh kita menyiapkan diri menghadapi tekanan.
Menariknya, tubuh manusia selalu seimbang. Ada cabang lain dari sistem saraf otonom yang disebut parasimpatik. Sistem saraf bertugas menenangkan tubuh setelah ketegangan lewat. Setelah situasi menegangkan berlalu, sistem inilah yang membuat detak jantung melambat, pencernaan kembali lancar, dan membuat tubuh kita terasa lega.
Maka dari itu “kupu-kupu” dalam konteks ini bukan sekadar romantisme. Ia adalah alarm internal manusia untuk menyesuaikan diri agar siap bertindak. Teman setia setiap kali kita berhadapan dengan ketidakpastian, tantangan, atau momen penting dalam hidup.
Menghadapi butterfly in my stomach
Meski sensasi ini normal dan bahkan bermanfaat, kadang kita ingin menenangkan perasaan gelisah atau gugup. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:
1. Tarik napas secara perlahan dan dalam
Pernapasan yang tenang membantu menenangkan sistem saraf simpatik, sehingga detak jantung melambat dan otot perut sedikit rileks. Teknik pernapasan 4-7-8 (tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, embuskan 8 detik) cukup efektif.
2. Alihkan fokus dari diri sendiri
Kita cenderung terlalu memikirkan kemungkinan gagal saat gugup datang. Cobalah alihkan perhatian pada hal-hal eksternal, seperti mendengarkan suara orang di sekitar, mengamati ruangan, atau fokus pada tugas yang akan dilakukan.
3. Gerakan fisik ringan
Menggoyangkan tangan, menggerakkan kaki, atau berjalan sebentar dapat membantu mengalirkan energi yang menumpuk akibat adrenalin, sehingga perut terasa lebih nyaman.
4. Terima sensasi itu
Cobalah menerima sensasi ini lebih rileks. Menyadari bahwa butterfly in my stomach adalah reaksi normal dari tubuh dapat membantu mengurangi kecemasan tambahan. Alih-alih melawan, cobalah menganggapnya sebagai teman kecil yang mengingatkan bahwa tubuh Anda siap menghadapi tantangan.
Sesungguhnya “kupu-kupu” ini seperti ingin mengajarkan kita tentang kesadaran diri dan bagaimana tubuh merespons kehidupan. Maka dari itu, dengan beberapa langkah sederhana ini, butterfly in my stomach bukan lagi sesuatu yang mesti dikhawatirkan.

