Konten dari Pengguna
Merayakan Gelar Juara Dunia Messi di Buenos Aires
20 Oktober 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Merayakan Gelar Juara Dunia Messi di Buenos Aires
Pengalaman seorang penggila bola merayakan kemenangan sang Juara Dunia. Bagaimana meriahnya perayaan warga Argentina pasca kemenangan Messi dkk?Muhammad Nuradi Akhsan
Tulisan dari Muhammad Nuradi Akhsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berakhir sudah perjuangan Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Sepertinya sudah habis kesempatan untuk menyaksikan pemain Timnas Indonesia melawan Messi di putaran final Piala Dunia. Sedih, namun tetap berbangga hati melihat Timnas Indonesia mampu bersaing hingga babak keempat.
Menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia membawa saya mengenang masa penugasan saya di Argentina. Saya beruntung dapat merasakan kemeriahan pagelaran pesta sepak bola terbesar di salah satu negara kiblat persepakbolaan dunia. Terlebih lagi, pemain idola saya, Lionel Messi berhasil membawa Timnas Argentina menjadi juara.

Saya bergabung bersama jutaan penggemar sepak bola Argentina yang turun ke jalan merayakan kemenangan dramatis melawan Prancis di final. Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia memenuhi jalanan di pusat kota Buenos Aires dan berkumpul di Obelisco, salah satu landmark ibukota Argentina.
Mereka menyanyikan lagu Muchachos yang telah diubah liriknya pasca memenangkan gelar juara yang ketiga, berdansa, dan sesekali mencemooh Timnas Prancis yang baru saja dikalahkan oleh Angel “fideo” Di Maria dan kawan-kawan.
Banyak hal menarik, namun yang ingin saya ceritakan adalah betapa para penggila bola dimanjakan dengan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kota Buenos Aires. Sejak pertandingan pertama, meskipun berakhir dengan kekalahan mengejutkan dari Saudi Arabia, pemerintah kota Buenos Aires menyediakan layar-layar raksasa di berbagai taman-taman di penjuru kota. Layar-layar ini disiapkan untuk menayangkan seluruh pertandingan Timnas Argentina. Para Hincha, sebutan bagi fans sepak bola Argentina, dapat menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa dipungut bayaran sepeser pun.
Hal ini cukup berbeda dengan sejumlah tempat di Jakarta. Pertandingan-pertandingan sepak bola yang berpotensi mendatangkan banyak penonton dikomersialisasi dengan menarik bayaran, tidak terkecuali dengan pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia. Bayaran ini dapat berupa tiket masuk atau biaya pesanan minimum (minimum charge) untuk agenda "Nonton Bareng" di bar atau kafe.
Perbedaan mendasar ini mengajarkan saya sebuah pelajaran yang sangat penting. Di Argentina, kegembiraan ini difasilitasi dan dijadikan hak sipil melalui layar-layar gratis. Kemenangan Argentina bukan hanya tentang trofi, namun juga kemenangan kebijakan publik yang menempatkan kegembiraan rakyat di atas keuntungan komersial.

