Konten dari Pengguna

Bulan Rajab dan Keistimewaannya

Muhammad Owen Maulana
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). "Orang bodoh yang tak kunjung pintar".
2 Maret 2021 8:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Bulan Rajab dan Keistimewaannya
Bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan yang mulia dalam penanggalan hijriah. Allah masukan Bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan di luar Bulan Ramadan. #userstory
Muhammad Owen Maulana
Tulisan dari Muhammad Owen Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pexels.com
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang mulia dalam penanggalan hijriah. Allah memasukkan Bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan di luar Bulan Ramadan. Ini senada dengan firman Allah dalam Surah At-taubah ayat 36.
β€œSesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. Attaubah: 36)
Selain Rajab, bulan haram lainnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Disebut bulan haram karena di bulan itu umat Islam dilarang melakukan perang. Selain itu, di Bulan Rajab pula umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa.
Ulama karismatik asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Al-maghfurlah KH. Maimoen Zubair pernah menjelaskan tentang keutamaan puasa di Bulan Rajab. Ia menjelaskan bahwa hari terbaik melakukan puasa Rajab adalah di sepuluh hari pertama di Bulan Rajab. Namun jika tidak kuat boleh dilakukan di tanggal 1 dan 10 atau tanggal 10 saja.
KH. Maimoen Zubair juga menjelaskan bahwa hikmah disunnahkan melakukan puasa Rajab adalah karena di Malam Jumat tanggal 10 Rajab ditiupkannya nur Muhammad SAW ke rahim Siti Aminah, sehingga kelak Nabi dilahirkan pada Bulan Rabiul Awal.
Selain itu, keistimewaan lainnya di Bulan Rajab adalah terjadinya peristiwa Isra Miraj. Isra Miraj adalah sebuah peristiwa yang menjadi sejarah bagi umat Islam dan diperingati setiap tahunnya. Peristiwa yang terjadi di Malam Senin tanggal 27 Rajab itu merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso di Palestina, kemudian menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah dan menjemput langsung perintah Salat.
Peristiwa itu juga merupakan ujian keimanan bagi umat Islam. Bagaimana tidak, perjalanan Isra Miraj yang dilakukan nabi itu hanya berlangsung dalam satu malam. Secara akal dan logika manusia mungkin peristiwa itu tidak mungkin dilakukan, namun menurut Pengasuh Pondok Pesantren API, Tegalrejo, Magelang KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), iman itu tidak di batok kepala, melainkan di dada. Dan kekuasaan Allah tidak perlu dimasukkan logika, yang penting iman (yakin).
Pria kelahiran Magelang itu juga menjelaskan, karena hanya mengandalkan otak dan retorika akal itulah yang membuat sahabat nabi kala itu murtad setelah mendengar nabi mengisahkan perjalanan Isra Mirajnya. Bagi sahabat yang terpilih dan memiliki keimanan, lanjut Gus Yusuf, mereka justru semakin percaya dan yakin kepada nabi. Keimanan para sahabat tak tergoyahkan karena mereka yakin jika Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin.
Tidak hanya peristiwa Isra Miraj yang terjadi di Bulan Rajab, melainkan banyak peristiwa yang terjadi di bulan mulia ini. Di antaranya, peristiwa perang Tabuk yang terjadi di hari ke sepuluh Bulan Rajab tahun 9 H, wafatnya Raja An-Najasyi (Raja Habsyah) dalam keadaan muslim di tahun 9 H, wafatnya Imam Syafii di tahun 204 H dalam usia 54 tahun, wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz di tahun 101 H pada usia 39 tahun, pembebasan Baitul Maqdis, Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada tanggal 27 Rajab 583 H, berdirinya ormas Islam terbesar di dunia Nahdlatul Ulama pada tanggal 16 Rajab 1344 H.
Trending Now