Konten dari Pengguna

Manajemen Keuangan Anak Kos: Ilmu Bertahan Hidup yang Tak Diajarkan di Kampus

Muhammad Raihan Al farezzi
Mahasiswa aktif UIN Jakarta
3 Juli 2025 13:55 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Manajemen Keuangan Anak Kos: Ilmu Bertahan Hidup yang Tak Diajarkan di Kampus
Artikel ini membahas cara cara cerdas dalam mengelola keuangan dengan gaya ringan dan praktis.
Muhammad Raihan Al farezzi
Tulisan dari Muhammad Raihan Al farezzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi keuangan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keuangan. Foto: Shutter Stock
Menjadi anak kosan seringkali identik dengan hidup serba terbatas. Uang bulanan yang pas-pasan, tagihan yang datang tanpa permisi, dan kebutuhan yang seolah tidak ada habisnya menjadi tantangan tersendiri.
Namun, bukan berarti hidup hemat harus menyiksa. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa tetap nyaman, produktif, bahkan tetap eksis meski hidup ala anak kosan. Berikut beberapa tips menghemat yang bisa kamu praktikkan tanpa harus kehilangan gaya
Foto oleh dokumen pribadi

1. Buat Anggaran Bulanan, Jangan Asal Pakai

Langkah pertama untuk hidup hemat adalah membuat anggaran. Catat pengeluaran wajib seperti uang kos, listrik, air, kuota internet, hingga makan harian. Dari situ, sisihkan untuk kebutuhan tambahan seperti laundry, transportasi, atau nongkrong sesekali. Dengan memiliki batasan anggaran, kamu bisa menghindari kebiasaan β€œbesar pasak daripada tiang”.

2. Masak Sendiri, Lebih Hemat dan Sehat

Makan di luar terus-terusan bukan hanya bikin dompet menipis, tapi juga kesehatan terganggu. Sebagai alternatif, cobalah memasak sendiri. Tidak perlu menu rumit, cukup yang sederhana seperti nasi goreng, tumis sayur, atau mi instan yang dimodifikasi dengan tambahan telur dan sayuran.
Belanja mingguan di pasar tradisional atau toko sayur online bisa jauh lebih hemat dibanding beli lauk matang setiap hari. Selain itu, kamu juga bisa mengontrol bahan makanan yang kamu konsumsi.

3. Cari Promo dan Diskon, Tapi Jangan Kalap

Anak kosan harus jeli melihat peluang hemat. Manfaatkan promo dari aplikasi ojek online, diskon supermarket, atau cashback dari dompet digital. Tapi ingat, jangan kalap belanja hanya karena tergiur diskon. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

4. Gunakan Transportasi Publik atau Patungan

Daripada naik ojek online setiap hari, cobalah transportasi umum seperti bus, KRL, atau angkot yang biayanya lebih murah. Jika jaraknya memungkinkan, naik sepeda atau jalan kaki juga bisa jadi pilihan hemat sekaligus menyehatkan.
Kalau memang harus naik ojek atau taksi online, cobalah ajak teman untuk patungan biaya. Selain irit, perjalanan juga bisa lebih seru karena ada teman ngobrol.

5. Manfaatkan WiFi Gratis dan Hemat Kuota

Kuota internet adalah kebutuhan utama anak kos zaman sekarang. Tapi jangan sampai boros, gunakan WiFi gratis di kampus, kafe, atau perpustakaan. Di kosan pun, jika memungkinkan, patungan dengan teman sekamar untuk langganan WiFi.
Kurangi streaming video dengan kualitas tinggi saat pakai kuota pribadi. Download konten saat ada WiFi, dan aktifkan mode hemat data di aplikasi-aplikasi yang menyedot kuota.

6. Beli Barang Bekas atau Preloved

Tidak semua barang harus baru. Banyak perlengkapan kos, buku kuliah, hingga pakaian yang bisa kamu beli dalam kondisi bekas tapi masih layak pakai. Selain lebih murah, ini juga ramah lingkungan.
Coba cek marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau forum-forum jual beli mahasiswa. Kamu bisa menemukan banyak barang bagus dengan harga miring.

7. Hindari Utang Konsumtif

Godaan paylater dan pinjol bisa sangat menggoda, terutama saat tanggal tua. Tapi hati-hati, jika tidak dikontrol, bisa bikin kamu terjebak utang yang menumpuk. Jika harus berutang, pastikan untuk hal produktif atau mendesak, bukan untuk beli barang keinginan sesaat.
Lebih baik sisihkan sedikit demi sedikit uang untuk dana darurat. Dengan begitu, kamu tidak mudah panik saat ada kebutuhan mendadak.

Kesimpulan

Dengan perencanaan sederhana seperti membuat anggaran bulanan, memasak sendiri, memanfaatkan promo, hingga patungan WiFi atau transportasi, kamu bisa mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan kenyamanan hidup. Kebiasaan kecil seperti mencatat pengeluaran dan menahan diri dari belanja impulsif juga akan sangat membantu dalam jangka panjang.
Intinya, kunci dari hidup hemat adalah kesadaran dan konsistensi. Kamu tidak perlu hidup serba kekurangan, cukup lebih bijak dalam mengatur kebutuhan dan gaya hidup. Kalau kamu bisa mengelola uang dengan baik sejak jadi anak kos, itu jadi bekal berharga untuk kehidupan setelah lulus nanti. Jadi, yuk mulai hemat dari sekarang dan buktikan bahwa anak kos pun bisa tetap keren meski hidup pas-pasan!
Trending Now