Konten dari Pengguna

Studi Bahasa Arab: Belajar di Jantung Dunia Islam

Murdiono
Murdiono adalah dosen dan peneliti di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki keahlian dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab
9 Oktober 2025 11:44 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Studi Bahasa Arab: Belajar di Jantung Dunia Islam
Mahasiswa Indonesia berkesempatan menempuh pendidikan doktoral di King Saud University, Riyadh. Tulisan ini mengisahkan pengalaman akademik dan budaya yang dialami, mulai dari proses adaptasi hingga m
Murdiono
Tulisan dari Murdiono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Studi Bahasa Arab di King Saud University membuka babak baru dalam hidup saya. Dari Malang ke Riyadh, langkah ini bukan sekadar menuntut ilmu, melainkan juga perjalanan penuh doa, pengorbanan, dan pengalaman lintas budaya. Baca juga tentang pendidikan internasional dan pengalaman mahasiswa Indonesia yang menginspirasi.
Dok. Punulis Belajar Bahasa Arab di King Saud University Riyadh
zoom-in-whitePerbesar
Dok. Punulis Belajar Bahasa Arab di King Saud University Riyadh
Motivasi Studi Belajar Bahasa Arab: Lebih dari Sekadar Akademik
Melanjutkan studi doktoral di Arab Saudi bagi saya bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga misi memperdalam bahasa Arab secara utuh. Saya ingin memahami linguistik, filologi, dan penggunaannya dalam pendidikan. Lingkungan akademik Arab Saudi memberi akses langsung ke sumber primer, sekaligus menghadirkan kesempatan spiritual luar biasa: beribadah di tanah suci, berhaji, dan berumrah kapan saja.
Dok Penulis Perjalanan S3 Belajar Bahasa Arab di Riyadh
King Saud University Belajar Bahasa Arab: Pusat Bahasa dan Ilmu
Saya memilih King Saud University di Riyadh karena reputasinya sebagai pusat keilmuan bahasa Arab. Fokus saya pada bidang al-Lughah wa Nahwu memungkinkan saya belajar langsung dari para pakar, mengakses manuskrip klasik, serta menyelami riset mutakhir. Riyadh sendiri menjadi laboratorium nyata, di mana bahasa Arab digunakan dalam setiap aspek kehidupan.
Proses Panjang Belajar Bahasa Arab: Dari Malang Menuju Riyadh
Sejak tahun 2021, saya mempersiapkan diri untuk mendaftar. Berulang kali saya menghubungi pihak universitas, melengkapi dokumen, dan memastikan setiap syarat terpenuhi. Pada Agustus 2024, saya akhirnya menerima Letter of Acceptance. Tahun itu ada empat belas mahasiswa Indonesia yang diterima di King Saud University, dan saya salah satunya yang berkesempatan menempuh studi doktoral.
Tantangan Belajar Bahasa Arab: Dari Bahasa hingga Budaya
Tantangan terbesar adalah meninggalkan keluarga. Rindu sering datang, terutama saat Ramadan dan hari-hari penting. Di Riyadh, cuaca ekstrem juga menguji fisik dan mental. Bahasa Arab sehari-hari menjadi tantangan lainβ€”dialek lokal berbeda dari bahasa Arab akademik yang saya kuasai. Awalnya sulit mengikuti perkuliahan karena penyampaian dosen begitu cepat dan mendalam. Namun, seiring waktu saya mulai terbiasa, membangun interaksi dengan mahasiswa lain, dan berani menyampaikan gagasan di kelas.
Sistem Belajar Bahasa Arab: Fokus dan Mendalam
Belajar di Riyadh terasa berbeda dari Indonesia. Kurikulumnya sangat fokus pada bidang yang dipilih. Jika mengambil al-Lughah, hampir seluruh mata kuliahnya berkaitan langsung dengan kajian bahasa: fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Ada juga Ikhtibar Syamil, ujian komprehensif yang menjadi tolok ukur penguasaan sebelum masuk tahap disertasi. Pendekatan ini menuntut kesungguhan, sekaligus melatih kedalaman berpikir.
Trending Now