Konten dari Pengguna
Pengaruh Game Online terhadap Kemampuan Problem Solving Remaja
2 Desember 2025 14:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Pengaruh Game Online terhadap Kemampuan Problem Solving Remaja
Game online bisa melatih problem solving remaja jika dimainkan tepat dan seimbang. Strategi, logika, dan kerja tim jadi kunci.Nanda Khurril Ariqoh
Tulisan dari Nanda Khurril Ariqoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital saat ini, game online telah menjadi salah satu aktivitas utama remaja. Dari game strategi hingga battle royale, remaja menghabiskan jam demi jam di depan layar. Banyak yang menilai game online hanya membuang waktu, tapi penelitian menunjukkan bahwa jenis game tertentu ternyata dapat membantu melatih kemampuan problem solving (Griffiths, 2019).
Game Online dan Problem Solving
Problem solving adalah kemampuan untuk mengenali masalah, menganalisis situasi, merencanakan solusi, dan mengambil keputusan yang tepat. Game strategi atau puzzle, misalnya, menuntut pemain berpikir kritis dan membuat keputusan cepat. Saat bermain, remaja harus merencanakan langkah-langkah, memprediksi konsekuensi, dan menyesuaikan strategi ketika rencana awal gagal (AmericanPsychological Association, 2021).
Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa remaja yang bermain game strategi setidaknya 3 jam seminggu mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan koordinasi mata-tangan dibandingkan yang tidak bermain (APA, 2021). Selain itu, game yang membutuhkan kerja sama tim seperti MobileLegends atau League of Legends juga mengajarkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan bersama (Griffiths, 2019).
Potensi Dampak Negatif
Meski demikian, terlalu banyak bermain game, terutama yang bersifat kompetitif tanpa strategi, dapat menimbulkan efek negatif. Remaja bisa menjadi terbiasa dengan solusi instan, mengalami gangguan fokus, atau kurang mampu menyelesaikan masalah dunia nyata secara sistematis (Journal of Adolescent Health, 2020). Penelitian dari Journalof Adolescent Health menyebutkan bahwa remaja yang bermain lebih dari 4–5 jam sehari berisiko mengalami penurunan konsentrasi dan kualitas belajar di sekolah (JAH, 2020).
Bagaimana Orang Tua dan Guru Bisa Membantu
Peran orang tua dan guru sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat game online. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:
1. Pilih Game yang Edukatif: Game strategi, puzzle, dan simulasi lebih baik daripada game hanya kompetitif tanpa pemikiran strategis (APA, 2021).
2. Batasi Waktu Bermain: Tentukan durasi yang seimbang antara belajar, aktivitas fisik, dan bermain game (JAH, 2020).
3. Dorong Refleksi: Ajak remaja menganalisis langkah-langkah yang diambil dalam game dan hubungkan dengan kehidupan nyata (Griffiths, 2019).
4. Libatkan Diskusi dan Kolaborasi: Bermain bersama teman atau keluarga bisa meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi (Griffiths, 2019).
Kesimpulan
Game online bukan sekadar hiburan; jika digunakan dengan tepat, game dapat menjadi sarana melatih kemampuan problem solving remaja. Kuncinya adalah pemilihan jenis game yang tepat, pengaturan waktu, dan bimbingan dari orang dewasa. Dengan pendekatan ini, remaja tidak hanya bermain, tetapi juga belajar strategi, berpikir kritis, dan mengasah kemampuan menyelesaikan masalah yang bermanfaat dalam kehidupan nyata (APA, 2021; Griffiths, 2019; JAH, 2020).

