Konten dari Pengguna
Di Antara Harapan dan Kenyataan
25 November 2025 7:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Di Antara Harapan dan Kenyataan
bagimana menerima kenyataan yang tidak sejalan sesuai harapan dan bagimana proses itu membentuk ketangguhan diriNur Safia
Tulisan dari Nur Safia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan, kita sering menaruh sebuah harapan besar tentang keinginan untuk mencapai kehidupan di masa depan, kita telah membuat sebuah rencana dengan matang selalu sedia menyiapkan segala sesuatu kita seringkali selalu membayangkan mendapatkan hasil pencapaian yang terbaik sesuai keinginan yang kita mau, namun kenyataan sebaliknya tidak selaras dengan harapan tersebut, ada kala saatnya yang kita inginkan tidak sesuai berbeda dengan apa yang selama ini diinginkan. sering bertolak belakang tak jarang kita sering mengalami rasa terjatuh terpuruk di situlah timbul rasa mulai meragukan terhadap diri sendiri.
perasaan kecewa mulai muncul terhadap diri sendiri itu merupakan hal yang sangat manusiawi tidak ada siapa pun yang siap menerima hasil dari kegagalan, walaupun demikian, di situlah kita sering di uji bukan sekadar dari sisi kemampuan, tapi kekuatan mental yang di hadapi diri. dan sisi kedewasaan yang mampu memahami kenyataan yang tidak selalu sesuai. hidup yang kita jalani bukan hanya terus menerus apa yang harus kita inginkan. dari kegagalan kita belajar bahwasanya untuk senantiasa terus bertumbuh.
Menerima keadaan yang sedang terjadi bukan berarti kita ada rasa ingin menyerah tanpa melakukan usaha-usaha apa pun, penerimaan diri memiliki rasa kesadaran bahwa semua yang terjadi di luar jangkauan diri. kita bisa mengatur perilaku tapi tidak dengan menentukan hasil pencapaian sepenuhnya. dari sinilah kita mulai terbiasa untuk menerima serta berikan kesempatan diri mengontrol emosi, kecewa yang berlebih-lebihan.
Pada akhirnya kita bisa menerima sebuah kenyataan bahwa tidak selamanya harapan itu harus sesuai. hal terpenting dari proses bertumbuh dewasa, kehidupan yang kita jalani sekarang merupakan proses dari bagian kehidupan. kita harus bangkit dari rasa kegagalan, setiap hal kita lakukan hargai sekecil apapun.
Penelitian oleh Tugade & Fredrickson (2020) dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa kekecewaan adalah bagian dari proses adaptasi manusia, dan emosi negatif dapat memicu perkembangan resiliensi.
Menurut International Journal of Behavioral Medicine (2024), ketangguhan (resilience) terbentuk dari upaya berulang untuk bangkit setelah kegagalan, bukan dari keberhasilan yang didapat secara instan.

