Konten dari Pengguna
PPN Kejawanan, Pelabuhan Perikanan yang Menyatu dengan Wisata dan Ekosistem
23 Juni 2025 13:05 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
PPN Kejawanan, Pelabuhan Perikanan yang Menyatu dengan Wisata dan Ekosistem
Tulisan ini mengulas transformasi Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan di Cirebon yang tidak hanya berperan sebagai pelabuhan perikanan, tetapi juga menjadi pusat wisata, konservasi ekosistem, dan NURANI KHOERUNNISA
Tulisan dari NURANI KHOERUNNISA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Transformasi Pelabuhan Kejawanan: Sinergi Perikanan, Ekowisata, dan Konservasi untuk Masa Depan Pesisir Berkelanjutan

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon menyimpan potensi besar yang layak disorot lebih luas, tersembunyi di balik geliat aktivitas nelayan dan hiruk-pikuk bongkar muat hasil laut. Bukan hanya sebagai simpul penting perikanan tangkap di pesisir utara Jawa, PPN Kejawanan telah bertransformasi menjadi kawasan yang mengintegrasikan sektor perikanan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata berbasis ekosistem.
Kawasan ini tak hanya menjalankan fungsi utamanya sebagai pelabuhan perikanan, melainkan juga berhasil membangun daya tarik wisata bahari yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Melalui program penghijauan pesisir, kawasan mangrove yang dulunya sempit kini tumbuh menjadi hutan mangrove yang asri dan edukatif. Hutan ini bukan hanya penyangga ekologis, tetapi juga ruang belajar terbuka tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Menariknya, upaya konservasi ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah setempat bersama masyarakat dan pelaku usaha, membentuk Wisata Bahari Kejawanan (WBK)—sebuah kawasan yang memadukan rekreasi, edukasi, dan pelestarian alam. Di WBK, pengunjung bisa menikmati wahana permainan pantai, menjelajah hutan mangrove, hingga merasakan terapi lumpur yang unik dan menyehatkan. Sambil bersantai, mereka juga dapat mencicipi kuliner khas laut di pujasera yang ramai dikunjungi wisatawan, khususnya di akhir pekan.
Transformasi Kejawanan menjadi pelabuhan multifungsi ini menciptakan multiplier effect yang signifikan. Masyarakat pesisir tidak lagi hanya bergantung pada hasil tangkapan laut. Dengan bertumbuhnya aktivitas wisata dan layanan pelabuhan yang terus dikembangkan, lapangan kerja bertambah, pendapatan masyarakat meningkat, dan perekonomian lokal pun menggeliat. Ini adalah contoh nyata bagaimana sektor perikanan, jika dikelola secara inklusif dan berkelanjutan, mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah.
Lebih jauh lagi, PPN Kejawanan juga menunjukkan model tata kelola pelabuhan yang berpihak pada ekosistem. Pemerintah pelabuhan hadir bukan hanya sebagai regulator dan fasilitator pengusahaan, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci sukses pengembangan kawasan ini.
PPN Kejawanan mengajarkan kita bahwa pelabuhan perikanan tidak harus kaku dan semata-mata industrial. Dengan sentuhan inovasi dan kepedulian terhadap alam serta masyarakat sekitar, pelabuhan bisa menjelma menjadi ruang hidup bersama yang produktif, lestari, dan menginspirasi. Sudah saatnya model Kejawanan direplikasi di pelabuhan-pelabuhan perikanan lainnya di Indonesia.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Kejawanan juga berpotensi menjadi laboratorium alam bagi pendidikan dan penelitian pesisir. Kawasan ini dapat menjadi ruang praktik lapangan bagi siswa, mahasiswa, dan peneliti yang ingin memahami ekologi mangrove, sistem perikanan tangkap, hingga dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Kolaborasi antara pelabuhan, institusi pendidikan, dan komunitas lokal bisa mendorong terciptanya inovasi berbasis kearifan lokal dan sains terapan. Dengan pendekatan ini, Kejawanan tak hanya menggerakkan ekonomi dan menjaga ekosistem, tetapi juga mencetak generasi yang peduli dan berpengetahuan tentang masa depan laut Indonesia.

