Konten dari Pengguna

Hari Kemerdekaan dengan Beban Berat Sektor Pendidikan

Prince Clinton Damanik
Guru - Alumni Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Yogyakarta
18 Agustus 2022 14:48 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hari Kemerdekaan dengan Beban Berat Sektor Pendidikan
Hari Kemerdekaan dengan beban pada sektor pendidikan. Masih banyak persoalan dalam bidang pendidikan akibat learning loss pada masa pandemi yang belum terselesaikan.
Prince Clinton Damanik
Tulisan dari Prince Clinton Damanik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Logo HUT RI 77. Sumber: setneg.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Logo HUT RI 77. Sumber: setneg.go.id
Dirgahayu Republik Indonesia!
Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Temahari kemerdekaan yang digaungkan dalam memperingati hari kemerdekaan bangsa kita, merupakan kalimat yang memiliki makna sangat dalam dan luas bahkan orang awam sekalipun sangat mudah untuk memahami kalimat sederhana itu.
Sebuah pidato yang cukup lengkap disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 Republik Indonesia di Gedung Parlemen. Namun, jika kita telisik lebih dalam ternyata hanya ada dua kali penyebutan kata “pendidikan” dengan konteks yang tidak terlalu spesifik pembahasannya dibandingkan dengan kata “hukum” ataupun “politik” dengan penyebutan yang lebih intens dengan muatan lebih kompleks dalam pidato tersebut.
Penyebutan yang sangat sedikit itu sangat miris, mengingat sektor pendidikan merupakan salah satu beban berat bagi Indonesia akibat terjadinya learning lossyang diakui oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan sudah tidak terelakkan lagi, kita harus mengikhlaskan bahwa satu generasi 2020-2021 tidak mendapatkan pengetahuan yang maksimal serta memiliki pengalaman yang cukup minim dibandingkan generasi sebelumnya atau sesudahnya.
Ilustrasi Pendidikan. Foto. Shutterstock
Beban Berat Sektor Pendidikan
Kondisi tersebut menjadi beban berat bagi pemerintah mengingat para lulusan jalur covid ini cenderung banyak yang memiliki mental lemah bahkan mudah insecure, hal tersebut bisa kita lihat sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari bermedia sosial dengan betapa banyaknya unggahan remaja yang mudah mengeluh terhadap pembelajaran luring bahkan menginginkan untuk kembali kepada masa daring ketika belajar bisa sembari rebahan.
Beban berat yang menanti pemerintah bukan hanya mengurusi para siswa ataupun mahasiswa saat ini, namun juga menyelesaikan masalah lulusan angkatan pandemi corona yang sampai saat ini kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, ditambah citra yang sudah menjadi rahasia umum dalam dunia kerja bahwa sebagian besar lulusan angkatan pandemi corona dianggap belum memiliki skill yang mumpuni dengan banyaknya kemudahan yang diperoleh mereka dalam ketika menjalani masa pendidikan melalui daring.
Sebagai rakyat Indonesia kita tentu sadar beban berat di bidang pendidikan tak bisa diselesaikan oleh pemerintah itu sendiri, tentu dibutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat terkhusus para praktisi pendidikan berperan penting untuk menyadarkan dan menumbuhkan mental yang kuat bagi generasi saat ini untuk mewujudkan harapan pendiri bangsa kita ini.
Prince Clinton Damanik, Guru Honor Swasta dan mahasiswa Pascasarjana UNY
Trending Now