Konten Media Partner
1.226 Lulusan Poltekkes Yogya Diwisuda, Wamenkes Harap Bisa Perkuat Nakes di 3T
23 September 2025 20:37 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
1.226 Lulusan Poltekkes Yogya Diwisuda, Wamenkes Harap Bisa Perkuat Nakes di 3T
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mewisuda 1.226 mahasiswa. Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono berharap para alumni bisa memperkuat kekurangan nakes di wilayah 3T. #publisherstory #pandanganjogjPandangan Jogja

Sebanyak 1.226 Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta resmi diwisuda pada Selasa (23/9). Prosesi wisuda ke-45 ini digelar di Sleman City Hall, Yogyakarta dan dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, bersama jajarannya serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Didik Wardaya
Dalam sambutannya, Dante menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia masih sangat besar. Ia menyebut peluang kerja bagi lulusan bidang kesehatan masih terbuka lebar, seiring dengan kondisi sumber daya kesehatan yang masih terkendala di berbagai wilayah.
โPenurunan SDM kesehatan yang masih terkendala di negara kita, dan diharapkan para lulusan ini nanti bisa langsung bekerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Serapannya masih sangat banyak untuk pekerjaan di bidang kesehatan,โ kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, pada Selasa, (23/9)
Ia menekankan bahwa para lulusan diharapkan mampu mendarmabaktikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah, juga tengah menyiapkan langkah khusus agar sebagian tenaga kesehatan baru bisa didorong ke daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga.
โ1.200 lulusan dan ini jadi SDM baru. Nah, bagaimana kemudian ini lulusan ini didorong untuk pemenuhan terutama di daerah daerah yang kekurangan tenaga kerja,โ ungkapnya.
โNanti ada beberapa insentif yang kita berikan untuk daerah di 3T. Insentif itu khusus diberikan kepada mereka yang bekerja di daerah 3T. Kita dorong mereka untuk penugasan-penugasan khusus,โ tambahnya
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penempatan tersebut akan diprioritaskan pada wilayah dengan fasilitas kesehatan yang masih kosong atau belum memenuhi standar. Hingga kini, tercatat masih puluhan puskesmas yang belum memiliki jumlah tenaga kesehatan memadai untuk menjalankan pelayanan sesuai standar.
Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menjelaskan bahwa lulusan tahun ini berasal dari berbagai program studi, mulai dari keperawatan, kebidanan, gizi, teknologi laboratorium medis, hingga rekam medis. Ia menegaskan bahwa para lulusan telah dibekali kompetensi akademik dan etika profesi yang sesuai standar nasional.
โKita juga mendorong siswa yang sudah lulus ini untuk kembali ke daerahnya untuk mengisi kekurangan-kekurangan SDM yang ada di sana.โ ungkap Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Iswanto, pada Selasa, (2/9).
Upaya pemenuhan tenaga kesehatan di daerah 3T juga menjadi perhatian. Poltekkes Yogyakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendorong sebagian lulusan berkontribusi di wilayah tersebut. Namun, kebijakan ini tetap mempertimbangkan kesiapan individu dan kebutuhan tenaga kesehatan secara proporsional.
โKemudian juga kita kebetulan di Direktorat Jenderal SDM Kesehatan juga di sana ada Direktorat yang berkaitan dengan pendayagunaan lulusan. Nah, ini tentunya antara pusat dan daerah juga dilakukan semacam kerja sama ya untuk mengidentifikasi kebutuhan dan lain sebagainya sehingga nanti urusan kita juga ikut bisa mengisi itu,โ tambahnya
Salah satu lulusan berprestasi, Arum Hasna Aghayu, turut membagikan pengalamannya. Lulus dengan IPK 3,9 dalam masa studi empat tahun, ia menceritakan proses panjang yang dijalaninya hingga tahap wisuda. Arum menceritakan pengalamannya, termasuk keraguan di awal kuliah hingga dukungan dari lingkungan kampus yang ia terima.
Arum menyampaikan pesan untuk calon mahasiswa. โJangan pernah ragu dengan Poltekkes Universitas Yogyakarta karena disana kita akan menemukan jati diri kita. Kita akan merasakan iklim yang baik, akademik yang menyenangkan, situasi teman yang sangat seru, bahkan dosen-dosen yang akan membuat kita kagum dan terinspirasi,โ ungkapnya.
Arum menambahkan bahwa ilmu laboratorium medis yang ia tekuni memiliki peran vital dalam diagnosis pasien. Baginya, hasil laboratorium adalah kunci dalam menentukan langkah penanganan medis. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengabdi di daerah 3T, sembari mempertimbangkan dukungan keluarga.
