Konten Media Partner
400 Pengusaha Tekstil Dunia Berkumpul di Jogja, Bahas Persaingan Industri Global
24 Oktober 2025 20:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
400 Pengusaha Tekstil Dunia Berkumpul di Jogja, Bahas Persaingan Industri Global
400 pelaku industri tekstil dari 45 negara menghadiri ITMF Annual Conference dan IAF World Fashion Convention 2025 di Hotel Marriott, Yogyakarta, pada 24-25 Oktober. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Sekitar 400 pelaku industri tekstil dan fashion dari 45 negara menghadiri ITMF Annual Conference dan IAF World Fashion Convention 2025 di Hotel Marriott, Yogyakarta, Jumat (24/10). Acara ini digelar oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan menjadi forum strategis untuk membahas masa depan industri tekstil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan forum internasional ini harus memberikan hasil nyata bagi kepentingan nasional.
โPenyelenggaraan yang baik saja tidak cukup. Output yang dihasilkan harus menguntungkan Indonesia,โ ujarnya kepada awak media seusai sesi pembukaan.
Agus menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
โKalau ada kaitannya dengan kompetisi, kita harus one step ahead dalam menyiapkan segala macam,โ katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tekstil dan produk tekstil tumbuh 5,39 persen dalam satu tahun terakhir. Industri ini menyumbang 0,98 persen terhadap PDB nasional dan mempekerjakan 3,76 juta orang atau sekitar 19,18 persen dari tenaga kerja manufaktur di Indonesia.
Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, menyebut konferensi ini menjadi ajang kolaborasi global dan momentum untuk memperkuat posisi industri tekstil Indonesia.
โForum ini menjadi tempat berbagi inovasi dan membangun kemitraan lintas negara. Dengan dukungan regulasi pemerintah, posisi industri tekstil Indonesia akan lebih kuat menghadapi persaingan,โ katanya.
Jemmy menambahkan, API tengah bekerja bersama pemerintah dalam penyusunan regulasi untuk menjaga industri padat karya, rantai pasok, dan keberlanjutan usaha di tengah perubahan global.
API juga menjelaskan alasan pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah konferensi ini, karena kota ini dikenal sebagai pusat budaya, pendidikan, dan kreativitas tekstil, termasuk batik dan kerajinan yang berpadu dengan inovasi.
โJogja menjadi simbol pertemuan antara tradisi dan teknologi dalam industri kreatif modern sektor tekstil dan garmen,โ bunyi keterangan tertulis API.
Konferensi yang berlangsung pada 24โ25 Oktober ini menghadirkan lebih dari 20 pembicara internasional yang membahas isu-isu utama industri, mulai dari teknologi tekstil, dekarbonisasi, keberlanjutan, hingga masa depan kapas dan serat dunia.
