Konten Media Partner
5.000-an Pesepeda Keliling Jogja di JLFR, Polisi: Biasanya Hanya Ratusan Orang
27 September 2025 12:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
5.000-an Pesepeda Keliling Jogja di JLFR, Polisi: Biasanya Hanya Ratusan Orang
Satlantas Polresta Yogyakarta memperkirakan peserta Jogja Last Friday Ride pada Jumat malam mencapai 5.000-an orang, biasanya hanya ratusan orang. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Sekitar 5.000 pesepeda meramaikan agenda Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang digelar Jumat (26/9/2025) malam. Acara bersepeda keliling Kota Yogyakarta yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan ini menjadi edisi ke-185.
Ribuan peserta terlihat memenuhi sejumlah ruas jalan kota. Satlantas Polresta Yogyakarta menyebut jumlah peserta kali ini melonjak signifikan dibanding bulan sebelumnya yang hanya ratusan orang.
Salah satu peserta asal Banguntapan, Bantul, Hajjit (22), mengatakan dirinya sudah rutin mengikuti JLFR sejak masih duduk di bangku SMP. Menurutnya, setelah sempat vakum saat pandemi, antusiasme peserta kini kembali meningkat.
“Dari dulu udah mulai rame. Terus gara-gara corona kan mungkin agak dibatasi terus pada vakum kan. Sekarang baru kayak rame lagi hype-nya,” kata Hajjit kepada Pandangan Jogja.
Peserta lain asal Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Budi Santoso (30), menilai kegiatan ini positif untuk menumbuhkan minat olahraga. Ia baru pertama kali mengikuti JLFR dan berencana untuk kembali ikut di bulan berikutnya.
“Aku lebih ke penasaran aja sih, pengen berbaur aja sama teman-teman, luar biasa sekali. Antusiasnya ini full, besok sepertinya mau ikut lagi,” ujarnya.
“Terus menumbuhkan cinta olahraga. Daripada keluyuran gak jelas. Kebanyakan kan di sini anak-anak, kalau gak ada acara gini, belum tentu mau,” tambah Budi.
Namun, Budi juga berharap ada evaluasi agar pelaksanaan JLFR lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan. Dari pantauan Pandangan Jogja, arus lalu lintas di titik start sempat tersendat hingga lebih dari satu jam.
“Mungkin ke depannya lebih ditata lagi biar gak ada yang dirugikan. Kalau terlalu banyak dan nggak ada yang mengkoordinasi kasian masyarakat lainnya sih,” kata Budi.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengatakan pihaknya menerapkan sistem buka tutup jalan dan pengalihan arus untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
“Estimasinya bisa sampai kurang lebih 5 ribuan. Bulan sebelumnya rata-rata masih di angka ratusan,” kata Alvian, Sabtu (27/9).
“Personel sudah kita terjunkan secara menyeluruh bersama dengan polsek jajaran. Tidak ada jalan yang tutup total, sifatnya buka tutup sementara dan pengalihan arus guna memperlancar arus yang sedang padat. Alhamdulillah jam 23.00 WIB lewat sedikit semua sudah normal kembali,” lanjutnya.
Menurut Alvian, JLFR kali ini tidak memiliki izin maupun pemberitahuan ke kepolisian. Ia berharap ada komunikasi dengan pihak terkait untuk pelaksanaan selanjutnya.
“Untuk kegiatan tersebut tidak memiliki izin ataupun pemberitahuan ke para instansi terkait, dan ini akan menjadi evaluasi bersama. Saya harap kepada pemangku kegiatan JLFR nanti dapat duduk bersama dengan kami dan juga pihak pemkot melalui Dishub untuk melakukan evaluasi bersama. Sehingga marwah kegiatan JLFR yang seyogyanya positif bisa tetap terjaga. Tanpa harus mengganggu saudara-saudara kita yang lain, yang juga memiliki hak sama di jalan raya,” tegas Alvian.
