Konten Media Partner
52 Ton Sampah Belum Tertangani, DLH Yogya Akui Masih Bergantung ke TPA Piyungan
14 November 2025 11:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
52 Ton Sampah Belum Tertangani, DLH Yogya Akui Masih Bergantung ke TPA Piyungan
DLH Kota Yogya mencatat timbulan sampah harian di Kota Yogya mencapai 332,48 ton, namun 52,98 ton belum dapat dikelola. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat timbulan sampah harian mencapai 332,48 ton. Dari jumlah tersebut, 52,98 ton belum mampu ditangani oleh fasilitas pengolahan yang ada.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menjelaskan kondisi tersebut dalam agenda Forum Wartawan di Gedung DPRD DIY, Kamis (13/11).
βUnit-unit pengolahan sampah baru sampai 200-an ton per hari yang bisa dikelola. Dari 300-an ton ini masih ada sisa 52,98 ton yang belum tertangani,β kata Haryoko.
Menurutnya, penanganan sampah Kota Yogya masih ditopang oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan. DLH rutin mengajukan kuota pembuangan mingguan.
βKami juga masih bergantung dengan keberadaan TPA Piyungan yang mudah-mudahan masih dapat menerima kami,β ujarnya.
Haryoko menambahkan, salah satu kendala pengolahan adalah keterbatasan kemampuan mesin. Perangkat pengolah sampah rentan mengalami keausan dan korosi.
βJadi menyisakan 10-15 ton sehari tapi karena memang yang namanya mesin pengolah, gampang aus, kena sampah gampang korosi,β ucapnya.
βSetiap ada kerusakan pasti istirahat dulu,β sambungnya.
Saat ini, DLH bersama Pemda DIY dan pemerintah kabupaten/kota lain tengah menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Perencanaan telah memasuki tahap penyusunan perjanjian kerja sama (PKS).
βTadi kami baru saja melaksanakan rapat terkait dengan penyusunan perjanjian kerjasama terkait PKS ini dan kami memang ditargetkan selesai di November ini. Untuk pembuatan PKS bekerja sama bertiga, dengan Pemerintah DIY, yang ada di desa, dusun Ngablak Piyungan,β ujarnya.
