Konten Media Partner

87 Persen Lulusan STSRD VISI Tahun Ini Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

2 Desember 2025 17:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
87 Persen Lulusan STSRD VISI Tahun Ini Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
STSRD VISI Yogyakarta mewisuda 102 lulusan tahun akademik 2025/2026, dengan 87,37 persen di antaranya telah bekerja sebelum hari wisuda. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Dokumentasi benchmarking kurikulum STSRD VISI ke industri di DossGuava: New Media. Foto: Dok. STSRD VISI
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi benchmarking kurikulum STSRD VISI ke industri di DossGuava: New Media. Foto: Dok. STSRD VISI
Sebanyak 87,37 persen lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain (STSRD) VISI Yogyakarta tahun akademik 2025/2026 tercatat telah memperoleh pekerjaan pertama sebelum hari wisuda. Angka tersebut bersumber dari tracer study 2025 dan diumumkan dalam prosesi wisuda Sarjana dan Diploma pada Selasa (21/10). Total 102 lulusan diwisuda pada tahun ini.
Ketua STSRD VISI Yogyakarta, Wahju Tri Widadijo, mengatakan bahwa data ini menunjukkan tingkat keterserapan lulusan yang dapat diverifikasi serta menjadi indikator transparan kualitas pembelajaran kampus dalam menyiapkan lulusan untuk memasuki industri kreatif.
Ia juga mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan hasil dari proses akademik yang dibangun kampus. “Angka ini menunjukkan bahwa proses yang kami bangun berjalan pada arah yang tepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Pandangan Jogja, Selasa (2/12).
Gedung STSRD VISI yang berada di Jalan Taman Siswa No.150 B, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta. Foto: Dok. STSRD VISI
Ia menambahkan bahwa seluruh pembelajaran bertumpu pada visi “Creativity for Positive Change”, yaitu menempatkan proses berkarya sebagai sarana memberi solusi dan dampak positif bagi masyarakat.
Kurikulum Aplikatif dan Terhubung dengan Industri
Lebih lanjut, Kurikulum STSRD VISI menurut Wahju disusun agar aplikatif dan diperbarui mengikuti perkembangan industri kreatif. Pendekatan ini memastikan mahasiswa memperoleh kombinasi hard skill, soft skill, serta attitude skill yang relevan dengan persyaratan kerja profesional.
Wahju menjelaskan bahwa mahasiswa dibiasakan belajar melalui standar produksi yang sama dengan dunia industri.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi dibiasakan bekerja dengan standar dan ritme yang sama dengan industri,” katanya.
Keterlibatan industri menjadi salah satu komponen utama pembelajaran. Setiap semester, satu mata kuliah unggulan—DKV 1 hingga DKV 5—mengintegrasikan seluruh luaran mata kuliah melalui proyek yang menggandeng klien nyata.
Model ini memberi mahasiswa pengalaman problem solving langsung di lapangan, sekaligus mempraktikkan kemampuan eksekusi ide secara profesional.
Dokumentasi benchmarking kurikulum STSRD VISI ke industri di Ultima Asia Network. Foto: Dok. STSRD VISI
Menurut Wahju, pendekatan tersebut membuka ruang interaksi intensif antara mahasiswa dan dunia industri. “Kolaborasi dengan industri membantu mahasiswa memahami bagaimana mengeksekusi ide secara konkret,” ujarnya.
Kombinasi kurikulum yang dinamis, jejaring industri, serta pengalaman proyek terintegrasi mendorong lulusan STSRD VISI memiliki kompetensi visual, profesionalitas kerja, dan kemampuan menyelesaikan masalah yang dibutuhkan di sektor kreatif.
Bagi lulusan, angka serapan kerja 87,37 persen menjadi bukti bahwa pembelajaran yang dijalani relevan dengan kebutuhan pasar. Bagi masyarakat dan calon mahasiswa, data ini memberi gambaran mengenai peluang masa tunggu kerja yang lebih pendek serta transparansi indikator mutu pendidikan tinggi berbasis tracer study yang terukur.
Trending Now