Konten Media Partner

Ada 9.709 ODGJ Berat di DIY, Terdiri dari Skizofrenia dan Psikosis Akut

11 Desember 2025 19:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Ada 9.709 ODGJ Berat di DIY, Terdiri dari Skizofrenia dan Psikosis Akut
Dinkes DIY mencatat ada 9.709 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat pada tahun 2025, dengan kasus terbanyak berada di Sleman. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 9.709 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kategori berat pada tahun ini. Data tersebut mencakup kasus skizofrenia dan psikosis akut di lima kabupaten/kota.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah ODGJ berat tertinggi yakni 2.924 orang. Disusul Bantul sebanyak 2.601 orang, Gunungkidul 1.588 orang, Kulon Progo 1.509 orang, serta Kota Yogyakarta 1.087 orang.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengatakan prevalensi gangguan jiwa berat di DIY berada di angka sekitar 9,3 persen. Ia menjelaskan bahwa kondisi seperti depresi dan kecemasan dapat menjadi faktor pemicu awal sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.
β€œItu salah satu faktor risiko ODGJ, kan faktor penyebab ODGJ itu kan banyak. Depresi dan kecemasan yang menjadi salah satu, yang kemudian diperiksa itu menjadi salah satu faktor risiko,” kata Anung saat ditemui Pandangan Jogja di kantornya, Kamis (11/12).
Data ODGJ di DIY tahun 2025. Foto: Dinkes DIY
Anung menambahkan, deteksi dini dilakukan melalui layanan cek kesehatan gratis. Namun ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam proses penanganan.
β€œMemang masih ada beberapa kendala yang memang kemudian bagi masyarakat sendiri ketika kemudian mungkin saja ada orang dengan gangguan jiwa itu ternyata disembunyikan,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh jika pasien telah dibawa ke fasilitas kesehatan.
β€œKalau orang dengan potensi gangguan jiwa sudah datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, itu yang kemudian kami tangani secara paripurna,” kata Anung.
Kantor Dinas Kesehatan DIY. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Jumlah ODGJ berat di DIY tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10.114 orang. Anung menjelaskan bahwa peningkatan risiko umumnya muncul pada kelompok usia di atas 15 tahun.
β€œKalau orang dengan gangguan jiwa itu kan dia bukan 1-2 hari faktor risiko ya. Biasanya angka yang kami cari biasanya adalah usia-usia di atas 15 tahun karena risiko terpapar sudah cukup tinggi,” ujarnya.
Trending Now