Konten Media Partner
Aksi Suporter PSIM Jogja: Tukar Sampah Jadi Zine & Susu Gratis di Laga Kandang
27 Oktober 2025 12:11 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Aksi Suporter PSIM Jogja: Tukar Sampah Jadi Zine & Susu Gratis di Laga Kandang
Bawah Skor, salah satu elemen suporter PSIM Jogja menyediakan zine dan susu gratis yang bisa didapat dengan menukar sampah daur ulang di setiap laga kandang. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Setiap laga kandang PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul kini tak hanya dipenuhi dukungan suporter, tetapi juga gerakan ramah lingkungan. Dua komunitas lokal, Bawah Skor dan Bumiku Lestari, membuka pos penukaran sampah dengan zine dan susu segar dua jam sebelum kick-off, tepatnya di depan Warung Mie Ayam Sarmintul seberang Stadion Sultan Agung.
Di meja sederhana itu, botol plastik, kardus, kertas, dan minyak jelantah ditukar dengan satu eksemplar zine Bawah Skor dan satu cup susu dari Bumiku Lestari.
“Cara mendapatkan zine sangat simpel. Cukup datang ke area luar stadion dan membawa 3–4 botol plastik bekas air mineral, lalu bisa ditukar dengan zine secara gratis,” kata Dimaz Maulana, inisiator Bawah Skor kepada Pandangan Jogja, akhir pekan kemarin.
Bawah Skor: Literasi Sepak Bola dari Suporter untuk Suporter
Dimaz menjelaskan, Bawah Skor lahir dari kegelisahan atas minimnya arsip dan literasi sepak bola di Indonesia, khususnya tentang PSIM Yogyakarta. Komunitas ini membuat desain, buku, hingga buletin, dan telah menerbitkan zine rutin di setiap laga PSIM selama tiga musim terakhir.
Konten zine berisi opini, catatan pengalaman menonton, dan tulisan dari suporter.
“Kami mengajak teman-teman untuk menulis dan mengirimkan karya lewat email. Zine jadi platform untuk melatih literasi dan menemukan penulis-penulis bola di Jogja,” ucap Dimaz.
Program menukar zine dengan sampah dimulai pada 2024, saat laga PSIM melawan PSMS Medan di Stadion Mandala Krida. Kini, setelah berkolaborasi dengan Bumiku Lestari, kegiatan itu dilakukan secara rutin di setiap laga kandang PSIM di SSA.
Setiap pertandingan, sekitar 300–500 zine dicetak dan hampir selalu habis sebelum kick-off.
“Harapannya, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Zine ini jadi bukti bahwa suporter bisa memberi energi positif: datang ke stadion, bawa sampah daur ulang, ditukar, lalu jadi telur—bahan pangan bergizi untuk anak-anak,” ujar Dimaz.
Bumiku Lestari: Sampah Jadi Pangan dan Edukasi Stadion Ramah Anak
Komunitas Bumiku Lestari berfokus pada edukasi pemilahan sampah dan penukaran menjadi pangan fungsional seperti susu dan telur, bekerja sama dengan petani dan peternak lokal.
“Anak-anak yang datang bisa dapat susu dan zine. Kami ingin stadion jadi ruang yang ramah anak. Stigma bahwa stadion tidak aman untuk anak ingin kami hapus,” kata Rudy Akbar, Project Leader Bumiku Lestari.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah: sebagian didaur ulang, sebagian di-upcycle menjadi produk baru.
“Isu utama kami adalah keberlanjutan. Sampah di Jogja banyak yang tidak terkelola, jadi kami ingin menyadarkan masyarakat dan diri sendiri agar mau memilah sampah dengan memberi umpan balik berupa pangan,” ujar Rudy.
