Konten Media Partner
Banyak Penyembelih Hewan Tak Sesuai Syariat, UNISA Yogya Latih 70 Juru Sembelih
24 Mei 2025 14:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Banyak Penyembelih Hewan Tak Sesuai Syariat, UNISA Yogya Latih 70 Juru Sembelih
Pelatihan Juleha UNISA Yogyakarta bekali 70 peserta teknik sembelih sesuai syariat, dari kambing hingga ayam, siap lanjut ke sertifikasi resmi. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Halal Institute UNISA Yogyakarta kembali mengadakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk kedua kalinya, Sabtu (18/5), di halaman Masjid Walidah Dahlan, UNISA. Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan ini, yang mencakup teori penyembelihan sesuai syariat dan praktik langsung dengan menyembelih tiga ekor kambing dan 20 ayam.
Ketua panitia, Hendrato, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Ini berangkat dari keprihatinan kita. Bahwa ternyata banyak Juru Sembelih yang belum melaksanakan tata cara penyembelihan sesuai dengan syariat. Kemudian itu memunculkan rasa tanggung jawab kami untuk melakukan literasi dan melatih keterampilan mereka,” terang Hendrato, Sabtu (24/5).
“Walaupun kami tidak bisa sampai kepada sertifikasi tapi setidaknya dengan pelatihan ini kita mengajarkan ilmunya untuk mereka aplikasikan di masyarakat nanti,” lanjutnya.
Pelatihan ini menggandeng komunitas Juleha Yogyakarta yang beranggotakan juru sembelih bersertifikat. Selain mahasiswa UNISA, peserta juga berasal dari warga sekitar dan perwakilan cabang Muhammadiyah se-DIY.
“Sejak awal kami hanya menargetkan 60, tapi ternyata Alhamdulillah animo masyarakat banyak sekali. Dan kita hanya bisa menambah 10 seat begitu,” kata Hendrato.
Kegiatan berlangsung satu hari penuh, diawali dengan teori di kelas, dilanjutkan praktik penyembelihan di halaman, dan ditutup sesi lanjutan teori pascapenyembelihan. Hewan yang disembelih berasal dari LPPI UNISA Yogyakarta (Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam), Lazismu UNISA, Halal Institute UNISA Yogya, serta kontribusi sejumlah program studi.
Pelatihan Juru Sembelih Akan Berlanjut Tahun Depan
Hendrato menyebut, UNISA berkomitmen menjadikan pelatihan ini sebagai program berkelanjutan. Selain sebagai upaya literasi halal di tengah masyarakat, pelatihan ini juga membuka jalan bagi peserta untuk melanjutkan ke proses sertifikasi resmi melalui LSP yang ada di Yogyakarta.
“Kami ingin menyebarluaskan ilmu ini agar semakin banyak masyarakat memahami dan mampu menerapkan tata cara penyembelihan sesuai syariat,” tutup Hendrato.
Sebagai tindak lanjut, UNISA juga membuka layanan penitipan hewan kurban di Masjid Walidah Dahlan. Hewan-hewan tersebut akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat pada 6 Juni mendatang.
Cerita Peserta: Semangat dan Siap, Mau Langsung Sembelih Unta
Bagi Ahmad Mutohar, peserta dari Masjid Darussalam Kaliabu Kidul, Gamping, pelatihan ini merupakan pengalaman berharga. “Dulu cuma melihat, terus kalau disuruh, saya belum berani. Insyaallah ini tadi sudah praktik kambing, Insyaallah tahun depan mau berani untuk menyembelih kurban sapi,” ujarnya ditemui Pandangan Jogja seusai pelatihan.
Ia menuturkan bahwa pelatihan ini membuka pemahaman baru soal adab dan niat menyembelih. “Insyaallah bisa praktik, jadi bukan sembarang nyembelih ternyata ada syarat-syaratnya. Jadi kalau menyembelih itu benar-benar kita aturkan kepada Allah SWT, yang kita sembelih senang, yang menyembelih juga ikhlas senang gitu,” jelasnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Taufiq Jati Murtaya, dosen Bahasa Inggris UNISA, tak kalah antusias. “Biasanya saya itu hanya menyembelih ayam. Saya sudah sejak lama ingin kambing atau sapi gitu kan,” katanya.
Ia menuturkan keinginannya itu sudah muncul sejak SMP, namun belum punya kesempatan. “Hari ini dapat kesempatan untuk jadi contoh menyembelih dan seru. Pisaunya tajam banget. (Ke depannya), saya pengin banget sertifikasi. Target saya nyembelih sapi. Kalau unta ada, unta. Kalau gajah halal, gajah,” lanjut Taufiq.
