Konten Media Partner
Baru Tengah Tahun, Kasus Leptospirosis di Kota Yogya Naik Hampir 2 Kali Lipat
10 Juli 2025 19:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Baru Tengah Tahun, Kasus Leptospirosis di Kota Yogya Naik Hampir 2 Kali Lipat
Meski baru tengah tahun, Dinkes Kota Yogya telah mencatat kenaikan kasus leptospirosis di Kota Yogya hampir 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat 19 kasus leptospirosis sejak Januari hingga awal Juli 2025, enam di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini naik hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 10 kasus dan dua kematian.
βKenaikannya memang cukup tajam, sehingga perlu kita waspadai,β kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, dalam jumpa pers di Kantor Diskominfosan Kota Yogyakarta, Kamis (10/7).
Meski terjadi lonjakan yang cukup tinggi, pemerintah belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Lana menyebut, perlu ada koordinasi lintas sektor untuk menetapkan status KLB.
βYa kalau secara epidemiologi, iya ya. Secara epidemiologi, cuman kan ya kita juga banyak, nanti kami konsulkan (penetapan KLB),β ujarnya.
Lana menyebut pihaknya telah berkonsultasi dengan pimpinan dan berencana membawa isu ini ke forum tingkat kota untuk koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
β(Rencana setelah ini) kami akan angkat lagi ke yang lebih tinggi ya, minimal empat asisten begitu, untuk bisa mengoordinasikan OPD-OPD terkait,β jelasnya.
Sementara itu, langkah antisipasi telah dilakukan Dinkes dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan di tingkat kota. SE serupa juga telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan provinsi.
βSE sudah kita buat. SE kewaspadaan. Kemudian dari pusat juga sudah ada,β kata Lana.
Ia berharap lonjakan kasus tidak berlanjut di semester kedua 2025. βUntuk penanggulangan, kalau bisa jangan sampai kemudian di semester dua ini, kasus-kasus bertambah,β ujarnya.
Dinkes menyebut, banyak pasien terlambat datang ke layanan kesehatan karena gejala leptospirosis sering disangka flu atau pegal biasa. Padahal jika tak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan gagal ginjal akut dan berujung kematian.
